logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kepo Berujung Masuk Istana Negara

Kepo Berujung Masuk Istana Negara

Ternyata menjadi manusia kepo tidak selalu menyebalkan, berkonotasi negatif, banyak mudharat apalagi nir-manfaat. Kepo sungguh membawa berkah. Ini sungguh. Nggak percaya?.

Opini/Artikel

rohani inta dewi
Oleh rohani inta dewi
28 Desember, 2017 07:00:39
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1401 Kali

Ternyata menjadi manusia kepo tidak selalu menyebalkan, berkonotasi negatif, banyak mudharat apalagi nir-manfaat. Kepo sungguh membawa berkah. Ini sungguh. Nggak percaya?. Saya menjadi saksi kunci sekaligus pelaku inti. 

Kepo (Knowing Every Particular Object) alias seseorang yang tingkat keingin tahuannya tentang segala amat sangat tinggi, memang tidak sedikit berujung dijauhi oleh teman, kawan, hingga mantan (uuppss tak bermaksud membuka luka lama). Dan menimbulkan rasa terganggu serta risih bagi mayoritas kalangan.

Tapi, hal yang sebaliknya justru melanda saya. Kepo memberikan berkah secara bertubi-tubi tanpa henti.

Kepo Jadi Juara

Pada saat agenda flash blogging yang diselenggarakan oleh diskominfotik NTB bekerjasama dengan KEMINFO, saya tidak tahu sama sekali dengan informasi ini, apalagi mendaftar. Tapi tiba-tiba kepo melanda melirik suami yang lagi serius baca hapenya, dalam hati bertanya-tanya apa sih yang sedang dibaca sampa seserius itu (percayalah sesungguhnya perempuan memiliki daya kepo yang tinggi hehe). Walhasil, ternyata sang suami sedang membaca informasi mengenai flash blogging. Tanpa berbasa-basi dan berpanjang kalam dengan sedikit ngotot tapi tak sampai adu otot, saya pun minta untuk ikut didaftarakan.

Hari H flash blogging pun tiba. Astoria hotel menjadi pilihan lokasinya. Setiap rangkaian acaranya menarik, makin asyik ketika pak Sukardi Rinakit (penulis pidato presiden) sang pencetus jargon “jangan pernah lelah mencintai Indonesia” hadir dan berbagi di tengah-tengah kami. Saya terpukau dan ngefans dengan beliau sejak pandangan pertama.

Di sesi akhir saya melihat suasana ruangan hening dan setiap peserta sedang khususk menatap laptop mereka masing-masing. Saya bingung, intruksi apa yang sedang mereka lakukan. Saya telat hampir setengah jam lebih karena harus izin pada saat istirahat untuk pergi bayar air ke PDAM (maklum emak-emak sungguh banyak urusan didalam dan diluar dapur).

Kepo kembali merasuk, saya pun bertanya ke teman sebelah apa yang sedang mereka lakukan. Menulis jawabnya. Saya tanya lagi temanya tentang apa. Apa saja yang terkait dengan agenda yang sedang berlangsung, dan ini dilombakan imbuhnya. Apalagi yang diinstruksikan saya Tanya lagi, belum selesai teman itu menjawab peserta lain menegur saya “sssstt mbak, berisik deh! Mengganggu tau!”. Tetiba saya sedih bukan kepalang.

Dengan keterbatasan informasi sayapun ikut menulis. Terpampang judul dalam blog saya “berbuat tak harus terlihat”. pak Sukardi Rinakit menjadi inspirasi dalam menulis, banyak hal yang beliau lakukan tapi tidak banyak orang yang mengetahui tentang kiprah beliau termasuk saya secara pribadi. Karena sesungguhnya bagi beliau tak penting kita dikenal atau tidak yang penting hasil yang kita kerjakan bermanfaat dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Walhasil, tulisan ini dalam setiap keterbatasannya ternyata menyabet juara tiga. Sungguh hati riang tak terkira. Sejak saat itu saya bekomitmen untuk terus menulis. 

 

Baca Juga :


Kepo Berujung Ke Istana

Berkah kepo ternyata belum berakhir. Disuatu pagi saya dikontak oleh tim komunikasi presiden melaui WA, mbak lasmi namanya (sangat baik dan low profile). Menginformasikan juara satu, dua, dan tiga plus koordinator blogger akan diundang ke kantor kementerian sekretariat negara menjadi narasumber dalam FGD yang bertemakan “presiden Jokowi dimata bloggers Indonesia”. Ini sungguh kado akhir tahun yang amat indah.

Singkat cerita kamipun tiba diruangan tempat akan presentasi. Konon ruangan ini adalah ruangan presiden Suharto dulu. Kursi serta mejanya pun masih utuh. Kembali kepo menunjukkan berkah dalam dirinya. Bahwa tidak semua memiliki keberuntungan seperti ini.

Sebelum presentasi, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan tim komunikasi presiden lainnya bang Pram. Beliau sangat ramah tak ada sikap yang menunjukkan bahwa kami beda kasta. Hanya satu yang membedakan kami yang sedari tadi bertukar pendapat, yaitu beda pendapatan hehe. Semakin lama kami ngobrol ternyata kami satu alumni. Duh rasa syukur makin berlipat. Kepo kembali membawa berkah terjalinnya silaturrahim.

Tak berapa lama selang diskusi pasca presentasi yang sedang berlanjut antar kami: bloggers dan tim komunikasi kepresidenan, pak Sukardi datang. Kembali seperti biasa beliau menceritakan sisi lain dari pak presiden, kalau dulu di flash blogging menceritakan tentang Gus Dur, kali ini giliran sisi lain pak Jokowi yang ternyata juga suka dikerjain dan ngerjain anak buahnya (ceritanya bagaimana, nanti saya akan ceritakan di chapter lain, karna ini panjang butuh 1 hari satu malam :-D). Dalam hati saya bicara, ah ternyata pak presiden kita kocak juga.

Dan tiba saatnya bersua dengan istana negara. Setelah selesai presentasi, makan-makan., foto di kursi pak Harto, dan nebeng merenung sejenak di kamar mandinya pak Harto dulu, siapa tahu ada wangsit dan lain sebagainya. Kami pun dibawa keliling istana ditemani mbak Lasmi dan bang Supit (siapa bang supit ini masih misteri, saya berasumsi beliau artis).

Sungguh berkah yang amat tumpah ruah yang tuhan berikan. Lalu, nikmat tuhanku yang mana lagikah yang akan aku dustakan. Terima kasih Tuhan untuk penghujung tahun yang amat manis ini. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan