logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jokowi Dalam Secangkir Kopi

Jokowi Dalam Secangkir Kopi

“Kopi adalah Bentuk Nasionalisme Gaya Baru” -presiden Joko Widodo-   Kopi adalah koentji. Ketika pertama kali dikontak oleh mbak Lasmi Purnawati

Opini/Artikel

rohani inta dewi
Oleh rohani inta dewi
26 Desember, 2017 09:29:46
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 6031 Kali

Kopi adalah Bentuk Nasionalisme Gaya Baru

-presiden Joko Widodo-

Kopi adalah koentji. Ketika pertama kali dikontak oleh mbak Lasmi Purnawati (tim komunikasi presiden) untuk dimintai menjadi narasumber FGD yang akan diselenggarakan oleh kementerian sekretariat negara tanggal 13 desember 2017 di Jakarta dengan tema “Presiden Jokowi Dimata Para Bloggers Indonesia” sungguh saya kaget, makin semaput ketika diminta membuat PPT maksimal 10 slide tentang sosok presiden Jokowi yang akan dipresentasikan dalam waktu 10 menit. Sungguh singkat namun memikat. 

Kopi kemudian untuk kesekian kali menjadi penyelamat. Dalam kekosongan ide, saya mulai menyeduh kopi dan menikmati setiap syruputannya, dan dalam syurputan kesekian idepun muncul, pak Jokowi benar-benar hadir dalam secangkir kopi. “Sepenggal narasi tentang presiden Jokowi dalam secangkir kopi” pun menjadi judul besar saya menyampaikan sosok presiden Jokowi. Maha luar biasa kopi yang menghadirkan inspirasi dalam setiap syruputannya.

Ada dua hal yang saya sampaikan dihadapan staf dan tim kementerian sekretariat negara tentang presiden Jokowi sebagai hasil dialektika bersama kopi.

Pertama, presiden Jokowi adalah sosok negarawan sejati. Why?. Menjadi catatan dan rekor tersendiri bahwa pak Jokowi menjadi presiden pertama sepanjang sejarah yang paling sering mengunjungi NTB. Tercatat sudah 6 kali selama tiga tahun kepemimpinanya. Terakhir ketika membuka munas dan kombes NU beberapa waktu lalu. Berarti setiap persemester presiden Jokowi mengunjungi NTB. Mungkin bagi masyarakat di luar NTB hal ini adalah biasa, tapi tidak demikian kalau kita flashback pada saat nyapres bahwa hampir 90% warga NTB TIDAK memilih beliau.

kunjungan ke-6 presiden Jokowi ke NTB. Pada saat membukan MUNAS & KOMBES NU di Islamic Centre Lombok.Tapi justru presiden Jokowi menunjukan sikap yang berbeda. Disinilah beliau menunjukkan jati diri sebagai sosok negarawan sejati yang tidak pandang bulu, rakyat siapapun itu, memilih beliau atau tidak, suka atu tidak harus diperhatikan secara total tanpa tapi.

Saat saya selesai presentasi juga ditambahkan oleh pak Handoko. Bahwa pak presiden dari awal kepemimpinanya memang sudah berkomitmen untuk lebih memperhatikan rakyat Indonesia di luar jawa. Dan hal ini diluar kelaziman strategi apabila ingin terpilih kembali dua periode bahwa harus banyak memperhatikan masyarakat jawa yang notabene sebagai pemilih terbanyak. Tapi pak Jokowi tidak melakukan strategi itu. Apakah pak Jokowi resah?. Tidak!. Apakah pak Jokowi risau? Pun tidak.

 

Baca Juga :


Dikarenakan pak Jokowi tidak haus jabatan, pak Jokowi tidak memusingkan apakah akan terpilih atau tidak. Hal utama bagi beliau adalah memastikan setiap warga negara dari sabang sampai merauke sejahtera dan mendapatkan keadilan dalam setiap aspek tutur pak Handoko.

presiden Jokowi mempertemukan kedua ummi untuk pertama kalinya pada penganugerahan gelar pahlawan TGKH Zainuddin Abdul MajidKalaupun ada kekeliruan, pak Presiden adalah manusia biasa yang bisa salah dan khilaf. Tugas kita sebagai rakyat untuk mengingatkan beliau, serta memberikan solusi dengan cara yang sopan dan santun tentunya.

Kedua, presiden Jokowi adalah sang peace maker. Terpatri pada saat pemberian anugerah pahlawan untuk maulana syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid sebagai pahlawan nasional pertama dari NTB. Beliau kembali mencetak sejarah menjadi presiden pertama yang mampu mempertemukan dua ummi putri maulana syaikh: umi Rauhun dan ummi Raehan yang tidak pernah berada dalam forum yang sama sejak meninggalnya maulana syaikh.

Konflik yang menyebabkan kedua umi saling berhadapan sudah menjadi rahasia umum masyarakat NTB wabilkhusus warga Lombok yang entah bagaimana itu terjadi dan siapa yang memulai.

Yang pasti presiden Jokowi mempersembahkan senyum dan kebahagiaan yang tak terhingga bagi warga NTB. Terima kasih pak presiden Jokowi! []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan