logoblog

Cari

Tutup Iklan

Khasiat Maulid Nabi Untuk Peaceful Civilization

Khasiat Maulid Nabi Untuk Peaceful Civilization

Maulid nabi tidak hanya sebagai ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai momentum membangun peaceful civilization (peradaban damai). Selama

Opini/Artikel

rohani inta dewi
Oleh rohani inta dewi
18 Desember, 2017 19:30:35
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 544 Kali

Maulid nabi tidak hanya sebagai ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai momentum membangun peaceful civilization (peradaban damai). Selama perayaan maulid nabi berlangsung, akan ditemukan beragam jenis dan bentuk selebrasi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai wujud rasa cinta terhadap sang nabi yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Pada saat persiapan dan pelaksanaan maulid nabi pun, hampir melibatkan semua unsur lapisan masyarakat dari anak-anak, orang tua, ibu-ibu, gadis-gadis pelipur hati, hingga tokoh masyarakat dan agama penyejuk bathin turut andil tanpa terkecuali.

Pemandangan gotong royong, berbagi, rasa persaudaraan yang tinggi, solidaritas, persatuan hingga kesejahteraan dan kebahagian bertebaran dimana-mana. Bukankah harmoni seperti ini yang kita ingin dan do’a kan selalu hadir dan abadi di tanah air tercinta?. Sangat betul.

Selain itu banyak khasiat luhur yang dimiliki pada saat merayakan maulid nabi. Penasaran apa saja?. Yuk simak pembeberan panca khasiat maulid nabi untuk peaceful civilization:

Pertama, perbaikan gizi. Sesungguhnya beberapa konflik yang sering terjadi disebabkan oleh perut yang setereo. Perut yang tak bersentuhan dengan makanan berhari-hari akan menimbulkan anarki sehingga tak ada jalan untuk damai. Karena logika tanpa logistik chaos. Maka urgen untuk terus menjaga koordinasi (kopi,rokok, dan nasi) yang baik.

Dalam suasana maulidan koordinasi ini sungguh amat melimpah. Membikin hati menjadi ramah. tubuh merekah karena sumber perbaikan gizi yang tumpah ruah. Tak ada waktu untuk  jengah dan marah-marah. Yang ada hanya senyum sumringah. Betapa maulid membawa berkah bagi setiap insan.

Kedua, memberikan rasa aman. Perayaan kelahiran sang cahaya alam semesta menciptakan suasana aman. Sebab tak ada lagi yang merasa kekurangan secara pangan, hiburan, dan ketenangan jiwa. Setiap rumah sibuk menyalakan tungkunya, memasak, membuat, jajan, menyeduh kopi, dan menyambut tamu yang datang silih berganti. Sehingga tidak ada ketegangan-ketegangan antar warga yang terjadi.

Ketiga, perekat tali silaturrahim. Di momentum perayaan maulid nabi biasanya terdapat tradisi disetiap keluarga untuk saling mengunjungi satu sama lain. Seperti saya beberapa hari yang lalu dalam satu hari menghadiri enam undangan maulidan dari keluarga. Kalau tidak waktu maulidan paling banter dua keluarga bahkan mentok-mentoknya satu keluarga yang bisa dikunjungi karena kesibukan dan aktifitas yang berbeda.

 

Baca Juga :


Tapi dengan suasana maulidan, silaturrahim antar keluarga, teman, saudara, dan kerabat makin rekat, dan dekat. Hal ini menjadi keistimewaan dari maulid kanjeng nabi Muhammad SAW.

Keempat, perkuat rasa persaudaraan. Biasanya dibeberapa kampung mengadakan beragam acara perayaan dalam menyambut hari kelahiran sang pembawa ummatnya dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang. Seperti masyarakat di kampung mertua saya mengadakan beragam lomba: adzhan, cerdas cermat, puitisasi terjemahan al-qur’an, qasidahan, panjat pinag, hingga sepak bola dangdut.

Para masyarakat dari setiap kalangan melebur dan membaur jadi satu. Bahu membahu mempersiapkan acara, membagi tugas hingga berbondong-bondog menikmati setiap pertunjukaan yang disuguhkan. Pertalian persaudaraan semakin mengental dan erat tercipta selama proses maulid nabi.

Kelima, menciptakan harmonisasi toleransi. Masyarakat Indonesia yang merayakan maulid nabi sadar betul bahwa setiap individu memiliki hak untuk berbeda tapi tak melupakan kewajiban untuk bersatu dalam bingkai keberagaman sebagai sesama warga bangsa Indonesia.

Hal tersebut terpatri dalam setiap kesepakatan yang didasari musyawarah untuk mencapai mufakat terkait bentuk dan jenis perayaan apa yang akan mereka adakan dikampung masing-masing dalam menyambut hari lahir sang suri tauladan.

So, membangun peaceful civilization (peradaban damai) bisa melalui beragam cara dan wahana, salah satunya dengan mengambil spirit yang tak terbatas pada perayaan maulid nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua tergolong sebagai ummatnya yang terus konsisten menebarkan perdamaian kepada setiap makhluk apapun agama, suku, ras, dan bangsanya. Amiiinnn.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan