logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kim Lombok Timur Kenapa Belum Berkembang?

Kim Lombok Timur Kenapa Belum Berkembang?

KM MADAYIN. Kamis, 14 Desember 2017 FORUM KIM Lombok timur melaksanakan agenda tahunan rutin yaitu Rapat koordinasi (Rakor) tahunan yang kedua

Opini/Artikel

Lalu Iqbal Izzi
Oleh Lalu Iqbal Izzi
17 Desember, 2017 09:10:21
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 3997 Kali

KM MADAYIN. Kamis, 14 Desember 2017 FORUM KIM Lombok timur melaksanakan agenda tahunan rutin yaitu Rapat koordinasi (Rakor) tahunan yang kedua se-Kabupaten Lombok Timur Tahun 2017. FORKIM dibentuk pada tahun 2015 yang lalu dengan tujuan utamanya adalah untuk membangun koordinasi antar anggota sehingga terbangun komunikasi yang massive untuk saling bertukar informasi. Acara ini difasilitasi oleh Dinas IKP melalui Kasi media Sahrudin Ank S.Sos yang memang membidani dan mengawal KIM Lombok Timur ini dari awal sehingga bisa eksis sampai sekarang ini. Pelaksanaannya diadakan di Rupatama I kantor Bupati Lombok Timur. Dari daftar Peserta yang hadir sekitar 65% telah mewakili jumlah KIM yang sudah dibentuk sampai akhir tahun ini yaitu 78 KIM.

Adapun acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas IKP (Informasi Komunikasi dan Persandian) Lombok Timur, yang memberikan sambutan pertama sekaligus pembuka acara tersebut. Dalam menyampaikan pembukaannya Kepala Dinas IKP menyoroti kinerja KIM yang ada di lotim masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, selama hampir 3 tahun dibentuk hanya masih berputar pada penambahan jumlah anggota saja, tanpa pernah bisa dimonitoring tingkat keberhasilannya karena belum pernah ada laporan pemetaan tingkat perkembangan masing-masing KIM. Ke depannya diharapkan untuk fokus pada peningkatan sumber daya manusianya yang menjadi motor penggerak penyebaran informasi. Pengurus KIM perlu dibekali pengetahuan tentang enam pilar era digital : e-Government, e-Ekonomi, e-Living, e-society, e-environment dan e-branding. Sehingga dengan pengetahuan yang cukup tentang hal itu diharapkan mampu meningkatkan pernanan KIM dalam memperlancar arus informasi antar anggota masyarakat dan antara pemerintah dengan masyarakat serta mampu mengembangkan dan menigkatkan aktivitas KIM dalam mendayagunakan informasi guna meningkatkan nilai tambah masyarakat dan menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat yang mana pada akhirnya akan mendorong tumbuh dan berkembangnya KIM secara mandiri.

Pada kesempatan kedua, ketua FORKIM Lombok Timur, Tapaul seperti berbalas pantun dengan Kadis IKP mengklaim bahwa ada beberapa KIM yang sudah mampu berkifrah secara mandiri bahkan satu diantaranya bekerja sama sampai level nasional. Tapi memang secara keseluruhan masih jauh dari harapan, ini tidak lepas dari dukungan dan peran serta pemerintah yang masih minim. Dalam kesempatan itu ketua FORKIM tembak langsung kepala dinas untuk memberikan fasilitas sekretariat dan membuat website resmi sebagai jalur penyebaran informasi. Selebihnya dia menekankan pada tugas dan fungsi KIM serta menghimbau anggota KIM untuk aktif berkoordinasi dengan pengurus.

Selanjutnya, pada sesi materi Sekretaris Dinas IKP memberikan materi penguatan kapasitas pengurus KIM. Dalam sesi ini, Sekdis IKP menyampaikan berbagai hal yang bisa diperbuat oleh anggota FORKIM untuk menumbuhkan kreativitas, seperti bagaimana pola pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang berdaya guna, membangun pola pemberdayaan KIM di desanya yang mana bisa melibatkan Pemerintah, Swasta, Media massa dan Lembaga masyarakat. Dalam pemerintahan, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota berperan dalam memfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan melalui aktifitas yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing. Peran swasta terhadap pengembangan dan pemberdayaan KIM dapat dilakukan dengan memfasilitasi aktivitas dalam aspek-aspek pengembangan usaha meliputi kemitraan usaha, dukungan modal, pengembangan SDM dan pemasaran hasil produksi. Sedangkan peran media massa adalah dalam memproduksi isi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat. Yang tidak kalah pentingnya dalam turut mengembangkan dan memberdayakan KIM adalah peran lembaga masyarakat seperti LSM, Ormas dan lain-lain sebagai agen pembaharu dan innovator.

Dalam sesi terakhir yaitu sesi tanya jawab, ketua KIM Madayin menyoroti konstruksi program kerja Forkim sampai saat ini tidak jelas dan bahkan nyaris tidak ada, sehingga sulit menjelaskan tingkat perkembangan dan bagaimana mengevaluasi untuk melakukan rencana tindak lanjut. Yang ada malah klaim-klaim sepihak atas kerja yang sama sekali di luar control Forkim. Untuk itu perlu membuat pemetaan agenda kerja baik itu jangka pendek, menengah dan panjang sehingga jelas apa yang akan dikoordinasikan. Supaya visi-misi yang menjadi tujuannya bisa terealisasi dalam sebuah program kerja bukan hanya sebagai pajangan. Forkim juga perlu memetakan potensi-potensi yang ada di masing-masing KIM, menjembatani dan memediasi usaha pengembangan-pengemabangan potensi-potensi yang ada. Sedangkan Khairil Anwar ketua KIM Montong Beter Rensing kembali menguatkan rencana membuat website, karena selama ini syahwat menulis kawan-kawan disalurkan melalui portal Kampung Media milik Dinas IKP Propinsi.

 

Baca Juga :


Usai acara, sekretaris Forkim Eros mengajak beberapa pengurus untuk menemui kepala Dinas IKP di ruangannya untuk membedah masalah yang dihadapi dan menemukan solusinya : “Kenapa KIM Lombok Timur belum berkembang.” Akhir dari ruangan kepala dinas muncul beberapa program yang rencananya menjadi program kerja Forkim  kedepan, diantaranya penguatan kapasitas jurnalistik dan pengurus KIM, ansos (analisa sosial) guna membaca potensi desa yang bisa dikembangkan seperti keberadaan tv kabel bisa digunakan untuk menyampaikan informasi, pengembangan potensi desa berdasarkan analisa sosial dan kajian-kajian. []

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan