logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menapak Jejak Sejarah Kejayaan Islam di Bumi Seribu Masjid

Menapak Jejak Sejarah Kejayaan Islam di Bumi Seribu Masjid

Menapak jejak sejarah kejayaan islam di bumi seribu masjid Kedatuan langko, adalah salah satu kedatuan islam yang dipimpin oleh seorang raja

Opini/Artikel

KM SMK AL-MAJIDIYAH
Oleh KM SMK AL-MAJIDIYAH
14 November, 2017 16:57:27
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 663 Kali

Menapak jejak sejarah kejayaan islam di bumi seribu masjid

Kedatuan langko, adalah salah satu kedatuan islam yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Mas Panji Tilar Negara. Kedatuan Langko merupakan kedatuan islam yang ada di Desa Langko tepatnya di perbatasan antara Lombok Timur dan Lombok Tengah. Menurut keterangan dari L. Sastra Budiarta (Kadus Langko) menyatakan bahwa memang benar adanya kerajaan islam yakni kedatuan langko yang nama rajanya Raden Mas Panji Tilar Negara. Kedatuan itu di buktikan dengan situs keraton di sebelah selatan kantor Desa Langko, adanya makam dan ditemukannya kepingan-kepingan gerabah yang di perkirakan berusia ratusan tahun. Kedatuan Langko pada saat itu telah memancing masyarakat yang berada di perbatasan untuk bergabung ke padukuhan kecil yang beliau bentuk. Hal inilah yang menyebabkan konspirasi terhadap Kerajaan Pejanggik maupun Kerajaan Parue, sehingga Raden Mas Panji memutuskan untuk meninggalkan Langko.

Setelah itu raden mas panji beserta punggawa kerajaan pergi meninggalakan langko dan singgah di songak. Bukti tentang raden mas panji telah menetap di songak adalah masjid tua songak, yang saat ini masih terawat dengan baik. Tidak lama kemudian setelah menetap di songak, beliao pindah ke tanak malit. Bukti bahwa raden mas panji tilar negara telah menetap di masbagik adalah ada makam salah satu punggawa kerajaan yang bernama demung kertayang. Setelah itu beliao pindah ke peresak desa danger kecamatan masbagik. Menurut keterangan amak sahrun, bahwa memang benar raden mas panji telah menetap di presak. Sebagai bukti bahwa raden mas panji adalah ada sebuah bekas bangunan yang berbentuk tembok dengan tinggi kurang lebih lima meter. Setelah beberapa waktu beliao tinggal di presak ahirnya beliao meninggalkan presak dan menuju ke dusun tojang. Konon pada waktu itu dikala beliao sedang mendirikan masjid, masjid itu di sambar oleh petir dan menurut pirasat dari raden mas panji yang di sampaikan kepada rakyat dan punggawa yang masih mengikuti beliao bahwa kita tidak di perbolehkan untuk menetap disini kata beliao. Sehingga beliao bersama para pengikutnya bergegas meninggalkan dusun tojang dan menuju desa lendang nangka.

Desa lendang nangka merupakan desa di mana tempat perjalanan terakhir dari raden mas panji tilar negara. Beliao berpesan kepada seluruh rakyat dan punggawa yang mengikuti beliao sampai saat itu serta sambil mengacungkan keris pusaka dan beliao berkata “disinilah tempat terakhir dari perjalanan kita”. Pembuktian bahwa raden mas panji tilar negara menetap untuk terakhir kalinya bisa di lihat di puri dalem desa lendang nangka. Pada waktu itu beliao pertama kali membuat tempat penaruhan benda pusaka, yang saat ini di kenal dengan sebutan gedeng. Setelah mendirikan tempat penaruhan pusaka, beliao kemudian mendirikan masjid akan tetapi masjid yang di bangun pada waktu itu sudak tidak ada lagi.  Sehingga sampai saat ini kita hanya bisa melihat secara langsung gedeng yang di buat oleh raden mas panji tilar negara.

Pada waktu itu tingkat keislaman atau keimanan khususnya lombok sangatlah tinggi, sehingga demikian yang menyebabkan pengaruh hindu masuk. Masuknya pengaruh hindu di lombok di awali dengan masuknya hindu di ampenan lombok barat. Sehingga paham agama hindu ingin menyebar luaskan dan memperlebar kekuasaan di pulau lombok ini. Dari tekad agama hindu yang ingin menyebarkan hindu di lombok dapat kita lihat dari banyaknya pura di bagian lombok barat. Hal ini yang menyebebkan penyebaran hindu semakin pesat bahkan sampai di lombok tengan. Di lombok tengah juga banyak kerajaan islam yang mau di masuki oleh ajaran hindu, akan tetapi ajaran hindu tidak masuk di kerajaan islam di lombok tengah. Adapun bukti yang menguatkan bahwa bali telah sampai di lombok tengah adalah banyak perkampungan-perkampungan bali di lombok tengah contohnya barabali.

Dengan tekad yang kuat dari agama hindu untuk terus memperluas dan menyebarkan ajarannya, agama hindu bahkan sampai di lombok timur. Bahkan ingin masuk ke pemukiman raden mas panji tilar negara yang berada di puri dalem desa lendang nangka. Dengan kebijakan dari raden mas panji untuk tetap mempertahankan islam agar agama hindu tidak masuk khususnya di kecamatan maasbagik, beliao membuat segi tiga emas yang di buat untuk menghadang pasukan yang ingin mengajarkan dan menyebarkan agama hindu khususnya di kecamatan masbagik. Adapaun titik tumpu dari segi tiga emas itu adalah tanak malit, kesik, dan lendang nangka. Selain di tujukan untuk menolak ajaran hindu agar tidak masuk ke puri dalem desa lendang nangka juga di tujukan untuk menghadang musuh yang mau menyerang puri dalem yakni pemukiman raden mas panji tilar negara. Adapun punggawa yang di utus oleh raden mas panji ke titik segi tiga emas itu adalah demung kertayang untuk tanak malit dan demung jita di desa kesik.

Demung jita adalah pemimpin punggawa di antara segi tiga emas selaparang. Bersama dengan demung kertayang di masbagik, demung jita bertugas sebagai penjaga pintu terdepan untuk menjaga kerajaan selaparang islam terakhir yang ada di lendan nangka. Demung jita memiliki satu saudara yang bernama kyai rompes. Demung jita tinggal di sungkit desa kesik dan kyai rompes tinggal di gubuk daya desa kesik. Sampai sekarang keturunannya masih ada dan menempati daerah yang telah disebutkan diatas tadi. Setelah lama berkembang datanglah pengaruh dari anak agung yang beragama hindu dan mulai menyebarkan pengaruhnya di desa kesik.

Datangnya orang Bali yang beragama Hindhu di Desa Kesik berawal dari ekspansi sekelompok orang yang diketuai oleh Jero Ketut Ompong yang berasal dari Bali kemudian pindah ke Cakranegara. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju Lombok Timur dan akhirnya tiba di Desa Kesik (tepatnya pada masa Anak Agung Bali). Mereka kemudian membuat pemukiman penduduk tepatnya berada di Dusun Timbak sekarang (samping Kantor Desa Kesik), kediaman (alm.) Papuq Saban. Disanalah kemudian ia membuka usahanya yaitu membuat pande gamelan. Namun seiring dengan berjalannya waktu di Dusun Selimur ada areal tanah yang akan dijual oleh pemiliknya. Dan setelah dilakukan survey lokasi Jero Ketut Ompong segera bertindak dan mencari agar lahan tersebut menjadi miliknya. Dengan perjuangan yang sangat gigih akhirnya niatnnya untuk mendiami Dusun Selimur tercapai juga. Dan menurut keterangan Keturunannya dialah orang pertama yang menduduki Dusun Selimur ini.

Disanalah ia mengembangkan lagi usaha pande gamelannya. Selain mengembangkan usahanya ia pun membuat areal sanggarehan yang digunakan untuk sembahyang oleh umat Hindu. Ada 1 bangunan utama dan 3 bangunan kecil disampingnya. Bangunan tersebut menyerupai berugaq namun pada bagian depannya memiliki tembok sebagai tempat maturan. Bangunan tersebut semua bungusnya menghadap ke arah timur dan barat. Karena terkenal dengan keterampilannya ini lah yang menjadikan ia sempat menjadi orang terkaya di Desa Kesik. bahkan saking banyaknya harta yang ia miliki banyak pula uang ringgitnya ditemukan dijemur di depan halaman rumah.

Seiring dengan berjalannya waktu, dengann masuknya pengaruh dari budaya luar akhirnya ketenaran Ketut Ompong mulai terkikis hingga semua harta yang telah ia peroleh dijual sedikit demi sedikit. Begitu juga denga areal sanggrehan yang digunakan untuk sembahyang tidak luput sebagai warisan yang ia jual. Areal dan bangunan tersebut ia lelang pada pengusaha Keturunan Cina yang bernama Papuq Oden. Akhirnya Ketut Ompong pun meninggal dan jenazahnya dibawa dan di abenkan di Cakrenegara. Pekerjaannya itu dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Komang Pande atau Papuq Empang. Berkat kelihaiannya usaha mande gamelan mulai dilirik kembali oleh banyak warga. Dan ia pun mewarisakannya kepada anaknya yang masih hidup hingga saat ini yang bernama I Nengah Sinta. Namun, belum lama ia belajar mande I Nengah Sinta sempat membuang dirinya ke Cakrenegare karena enggan mau mengikuti jejak ayahandanya yang membuat pande gamelan. Ia rela meninggalkan orang tua karena memang tidak suka dengan pekerjaan itu. Di Cakrenegara ia bekerja serabutan untuk bekerja di rumah keluarga ayahnya.

Tak berselang lama setelah ia meninggalkan orang tuanya, I Nengah Sinta mendapatkan kabar burung tentang kondisi fisik ayahandanya yang kurang baik. Dan tanpa berfikir panjang lagi ia memutuskan untuk segera kembali ke kampung halaman untuk melihat kondisi orang tuanya.  Sesampainya di rumah ia pun berjanji untuk tidak lagi jauh dengannya karena memang orang tuanya sangat membutuhkan kasih saying dari anak-anaknya. Beberapa bulan kemudian ayahandanya pun meninggal dunia, karena keluarga besarnya berada di Cakrenegara akhirnya jenazah almarhum di bawa lagi ke Jangkong untuk diabenkan disana. Kini tinggallah Nengah Sinta sebagai pewarisnya, sementara itu pesanan gamelan sangat banyak yang masih belum tuntas. Dan dengan ikhlas dan pasrah ia pun mulai menekuni pekerjaan pande gamelan itu dengan ulet. Ia mencari ilmu dari para pelanggan ayahnya yang dulu sempat membuat peralatan gamelan disana. Dengan modal peninggalan palu bebet seberat tiga kilo, mok dan nencep tak jadi masalah untuk membuatnya terus berkreasi membuat peralatan tersebut. Alhasil, karya-karya dari Bapak Nengah semakin banyak dan berkualitas sangat bagus sehingga luar daerah banyak yang datang mencarinya. Menurut penuturan beliau, berbagai orang datang mulai dari dalam desa hingga dari Bayan, Dayan Gunung bahkan hingga Sumba dan Flores.

Berkat ketekunannya tersebut, ia menjadi semakin terkenal. Namun seiring dengan berjalannya waktu muncul pula pengusaha pande yang baru di Kuang. Bahkan sempat berhembus kabar berita di kalangan masyarakat luas bahwa Bapak Nengah sudah meninggal dan tidak ada yang melanjutkan usahanya. Hal itu, menjadi moment terpuruk bagi Bapak Nengah karena pemasukan sehari-harinya menjadi tersendat. Namun, ia tetap terus berusaha dan memperlihatkan keahliannya kepada semua orang dan para pelanggannya akhirnya kembali lagi mencarinya.

Munculnya banyak alim ulam di Lombok membuat Bapak Nengah dan keluarganya mulai tertarik untuk memeluk agama Islam. Karena memang dari zaman Buyutnya semua telah beragama Hindu. Pada awalnya Tuan Guru dari Pademarelah yang siap mengislamkannya namun karena masalah satu dan lain hal dan situasi kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya Tuan Guru dari Pademare urung datang. Dan berita itu tembus kepada Tuan Guru Lauk yaitu TGH Sibawaihi Mutawalli (alm). Hal itu bahkan langsung ditanggapi dengan positif dan menginginkan agar segera ke Desa Kesik untuk mengislamkan Bapak Nengah dan keluarganya.

Akhirnya tepat pada malam harinya bersama dua orang tangan kanannya yang bernama Guru Umam dan papuq Candra  Tuan Guru Lauq (Sebutan untuk Tuan Guru Sibawaihi) datang dan pada lokasi rumah Bapak Nengah yang sekaranglah menjadi saksi bisu berikrarnya keluarga Bapak Nengah untuk memeluk agama Islam. Namun ternyata dari 4 orang saudara kandungnya hanya ia dan adiknya saja yang mau bergabung sementara dua orang lainnya tetap kekeuh untuk memeluk agama Hindu. Dan dua orang saudaranya itu enggan tinggal bersamanya dan lebih memilih untuk tinggal dengan keluarga besarnya di Cakrenegara.

Dan bersama saudaranya ia kembali merintis usahanya dari awal kembali dengan menerima pemesanan pembuatan terompong dan cemprang untuk kesenian gamelan. Dalam 1 hari ia bisa menghasilkan satu jenis barang terompong atau cemperang. Kedua karya tersebut berbahan perunggu yang dicampurkan dengan kawat listrik atau tembaga. Jenis terompong yang ia buat berukuran paling pendek 30 centimeter dengan berat mencapai 1,5 kilo atau 2 kilo. Sedangkan untuk cemprangnya berukuran 30 centimeter dengan berat mencapi 3 kilo. Bahkan tidak jarang ada yang memesan cemprang besar / perembaq dengan ukuran 40 centimeter dengan berat lima sampai delapan kilo.

Adapun cara pembuatannya yaitu dengan proses penubukan perunggu hingga berbentuk kalis atau lembut setelah itu dimasukkan ke dalam kemeq (kendi) kemudian di masak hingga benar-benar meleleh. Setelah semua tercampur barulah di timbun dengan tanah selanjutnya di tumpahkan ke dalam cetakan berbentuk sama dengan makanan serabi. Setelah semua dilakukan barulah proses pembentukan dengan dikerjakan oleh tiga orang buruh. Dan setelah berbentuk cemprang atau terompong barulah proses finishing yang pekerjaannya dilakukan sendiri oleh Bapak Nengah dengan menggunakan mesin kikir dari besi. Kini usahanya masih berjalan hingga sekarang bahkan anak dan cucunya kini membantu melanjutkan pekerjaan tersebut.

 

Di dalam mencari i jejak sejarah islam di masa lampau, tentu tidak terlepas dari kerajaan islam di masa itu. Kerajaan selaparang adalah salah satu kerajaan islam yang ada di pulau lombok. Perlu di ketahui bahwa sejatinya nusa lombok dan sumbawa tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya adalah juga tidak terlepas dari hubugan kekeluargaan pada masa kerajaan. Hal inilah yang dapat kita lihat sekarang bahwa lombok dan sumbawa adalah satu, yang di persatukan di dalam provensi Nusa Tenggara Barat.

Provensi nusa tenggara barat adalah salah satu provensi yang merupakan penduduk aslinya adalah islam. Dan juga pengaruh islam yang masuk ke- pulau lombok khususnya, telah mampu membuat dan merubah tatanan kebiasaan masyarakat. Tatanan dan paham masyarakat lombok sebelum adanya atau masuknya islam adalah paham animisme dan dinamisme.

Dalam melihat bukti nyata tentang adanya kejayaan islam di masa lampau adalah banyaknya masjid yang ada di pulau lombok ini. Tercatat lebih dari seribu masjid yang berjejer di setiap jengkal pulau yang indah yang sama-sama kita cintai ini yakni pulau lombok. Perlu kita bertanya kepada diri kita semua bahwa mengapa di pulau lombok begitu banyak masjid?. Hal inilah yang harus kita pikirkan di dalam hati kita semua, dan tentu semua itu tidak bisa di lepaskan antara agama islam dan komponen masyarakat yang sangat baik. Dalam komponen masyarakat juga tidak bisa di bedakan, karna antara yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dilepaskan, karna tingkat persaudaraaan di pulau lombok ini sangatlah tinggi. Dan juga terlihat dari berbagai sisi, jiwa sosiallisme masyarakat lombok dan sikap saling tolong-menolongnya yang akrab di namakan gotong royong sangatlah tinggi. Hal inilah yang menyebabkan kekompakan antara setiap masyarakat yang ada di pulau lombok ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah As-Saulatiyyah Makkah dan kembali ke tanah air (Indonesia), pada tahun 1934 M., TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan Pondok Pesantren Al-Mujahidin. Berselang tiga tahun setelah itu yakni pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H. / 22 Agustus 1937 M., beliau mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang secara khusus menerima murid dari kalangan laki-laki. Lalu pada tanggal 15 Rabi'ul Akhir 1362 H. / 21 April 1943 M., beliau mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang khusus menerima murid dari kalangan perempuan. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama yang berdiri di Pulau Lombok, dan merupakan cikal bakal berdirinya semua madrasah yang bernaung dibawah organisasi Nahdlatul Wathan. Pada zaman penjajahan, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga menjadikan madrasah NWDI dan NBDI sebagai pusat pergerakan kemerdekaan. Bersama guru-guru madrasah NWDI dan NBDI, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid membentuk gerakan yang diberi nama "Gerakan Al-Mujahidin", yang tujuan utamanya adalah untuk membela tanah air dan merebut kemerdekaan dari rongrongan penjajah dimasa itu.
 
Perkembangan madrasah-madrasah yang merupakan cabang dari NWDI dan NBDI cukup pesat. Pada tahun 1952 M. tercatat sebanyak 66 madrasah telah didirikan oleh para alumni NWDI dan NBDI yang tersebar diberbagai daerah. Untuk lebih memudahkan dalam koordinasi, pembinaan dan pengembangan madrasah-madrasah cabang tersebut, maka pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1372 H. / 1 Maret 1953 M., TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan yang bergerak dibidang Pendidikan, Sosial dan Dakwah Islamiyah. Hingga tahun 1997 H. tercatat sebanyak 647 lembaga pendidikan telah didirikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Begitu pula dengan lembaga sosial dan dakwah Islamiyah yang berada dibawah naungan organisasi Nahdlatul Wathan, telah tersebar diseluruh provinsi di Indonesia.
 
Sebagai organisasi yang berada didalam negara hukum, organisasi Nahdlatul Wathan secara resmi telah tercatat dalam Akta Notaris Hendrik Alexander Malada dengan Nomor 48 tanggal 29 Oktober 1956. Dan telah berbadan hukum berdasarkan ketetapan Menteri Kehakiman Nomor: J.A.5/10515 tanggal 17 Oktober 1960, serta telah diumumkan melalui Berita Negara Republik Indonesia Nomor 90 tanggal 8 November 1960. Pasca meninggalnya pendiri NWDI, NBDI dan NW, hingga saat ini dibawah kepemimpinan putri kesayangan beliau, Al Mujahidah Hj. Sitti Raihanun ZAM, organisasi Nahdlatul Wathan semakin berkembang pesat. Tanpa kenal lelah, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan dan demi melanjutkan amanah dan cita-cita perjuangan ayahandanya, setiap hari selepas sholat subuh hingga malam hari beliau selalu berkeliling untuk melakukan dakwah dan mendirikan madrasah-madrasah baru. Hingga tahun 2016, tercatat lebih dari 1000 madrasah yang berada dibawah naungan organisasi Nahdlatul Wathan telah didirikan.

Kejayaan islam tidap bisa di lepaskan dari pengaruh bapak maulana syeikh TGKH. M.ZAINUDDIN ABDUL MAJID yakni kakek dari gubenur nusa tenggara barat yang sekarang sedang mengabdikan diri untuk negri. Kejayaan islam dapat di lihat dari perkembangan nahdlatul wathan, yang berkembang pesat sebelum kemerdekaan sampai pada saat ini. Nahdlatul wathan adalah salah satu organisasi yang di dirikan oleh TGKH. M.ZAINUDDIN ABDUL MAJID. Organisasi ini bergerak di bidang sosial, pendidikan dan dakwah.

Adapun pergerakan nahdlatul wathan di bidang sosial adalah dapat di lihat dari berbegai aspek, yakni banyaknya anggota warga nahdlatul wathan. Tingkat pergerakan nahdlatul wathan di bidang sosial yang merata khusunya di pulau lombok ini di buktikan dengan adanya keanggotaan yang ada di setiap kabupaten, kecamatan, desa dan bahkan sampai rt. Semua itu akrab di kenal dengan sebutan pengurus daerah, pengurus cabang, pengurus ranting dan pengurus anak cabang. Semua itu berkat adanya intraksi sisoal yang baik antara organisasi nahdlatul wathan dan masyarakat lombok pada khususnya.

Selanjutnya pendidikan, pergerakan dalam bidang pendidikan juga dapat di lihat dari banyaknya instansi-instansi atau lembaga pendidikan yang menyebar rata di pulau lombok ini. Dalam mendirikan yayasan pondok pesantren, nahdlatul wathan mendirikan dengan dana yang murni dari seluruh amal yang di berikan oleh siapa saja yang ingin menyumbang kepada nahdlatul wathan. Hal inilah yang dapat kita lihat dari banyaknya sekolah nw yang didirikan oleh maulanasyeikh tgkh. M. Zainuddin abdul majid. Bahkan sampai pada saat ini, bayak juga sekolah yang didirikan oleh cucunya yakni gubernur nusa tenggara barat saat ini yang akrab di panggil tuan guru bajang atau tgb. Persebaran nw yang sangat pesat, khusunya di bidang pendidikan banyak mengundang perhatian dari provensi yang ada di indonesia. Bahkan ada juga murid yang berasal dari negri jiran yakni malaysia. Dalam masa yang saat ini, persebaran nw bahkan sampai di kanca nasiolal. Mengapa deikian karna, di setiap daerah memiliki kepengurusan yang kuat antara setiap daerah, kabupaten, cabang maupun ranting. Hal inilah yang melatar belakangi banyaknya instansi atau sekolah yang menyebar dan terdapat di setiap daerah.

Dan yang terakhir, pergerakan nahdlatul wathan pada bidang dakwah mampu mengubah sedikit demi sedikit kebiasaan mayarakat lombok yang mengerjakan pekerjaan yang kurang baik. Kehadiran nahdlatul wathan di lombok ini mampu mengubah tatanan masyarakat. Adanya pergerakan di bidang dakwah, dapat di lihat dari tingkat pengetahuan masyarakat yang memang dulu pada waktu kecil tidak pernah mendapat pendidikan agama, ahirnya masyarakat khususnya yang sudah tua dapat mengetahui makna dan ajaran agama islam dengan baik dan benar. Semua itu dapat menjadikan warga nahdlatul wathan si setiap tahunnya bertambah dan berkembang.

Dalam menyempurnakan islam di pulau lombok maulanasyeikh menggunakan sistem dakwah dan berkunjung ke tempat-tempat terpencil di masyarakat. Dengan metode tersebut maulanasyeikh juga memperjuangkan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya mendirikan lembaga pendidikan agama yakni lembaga pondok pesantren.

Kaitannya dengan desa kesik, tidak bisa lepas pula dari pengaruh organnisasi nahdlatul whatan. Hal ini terbukti dengan banyaknya murid-murid belio yang ada di desa kesik, hal ini yang melatar belakangi berdirinya yayasan al-majidiyah mnw kesik pada tahun 1985.  Lembaga pertama yang ada di desa kesik ini didirikan oleh bapak almagfurlah maulanasyeikh TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MAJID, ENCEK SAMAD, beserta tokoh agama tokoh masyarakat yang ada di desa kesik. Mulanya yayasan ini hanya terdari dari satu lembaga saja yakni madrasah tsanawiya (MTs). Seiring berjalannya waktu, dan juga karna minimnya pendidikan maka didirikanlah madrasah ibtidaiyah (MI) pada tahun 1994. Setelah itu muncul lagi lembaga baru TK al-majidiyah nw kesik dan setahun setelahnya berdiri lembaga sekolah menengah kejuruan (SMK). Munculnya sistem pendidikan medern mengakibatkan berdirinya lagi dua lembaga baru yaitu paud banusai’d dan sdi anak dui yang kedua-duanya masih dalam lingkup yayasan al-majidiyah nw kesik.

 

Baca Juga :


Tidak hanya dalam bidang pendidikan saja, nw berkembang di desa kesik dalam bidang yang saya jelaskan di atas, yakni bidang dakwah. Adanya perkembangan nw di bidang dakwah juga di pelopori oleh murid-murid bapak maulanasyeikh. Contohnya seperti berdirinya tpq al-abror di dusun lelong, tpq banu said, tpq nurul huda, tpq nurul ihksan, tpq nurul iman, tpq nurul hidayah dusun timbak, tpq al-munawwarah dusun karang gading dan bayak lagi tpq lain yang ada di desa kesik. Tidak hanya dalam bentuk bangunan santren saja, namun masjidpun sangat kental dengan pengaruh nahdlatul wathan. Sebelumnya perlu kita lihar hasil dari gubernur nusa tenggara barat yang akrab di kenal dengan tuan guru bajang yakni masjid hubbul wathan islamic centre mataram.

Masjid Islamic Center Lombok adalah masjid yang terletak di kelurahan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar di Nusa Tenggara Barat setelah Masjid Raya At taqwa.  masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Sejarah Masjid Islamic Center -Masjid Islamic Center Mataram dibangun dari masa kepemimpinan gubernur yang bernama M. Zainul Majdi. Sedangkan rencana tersebut dapat terealisasi di tahun 2011 kemudian diresmikan tepat tanggal 15 Desember 2013. Bangunan masjid ini berada du atas tanah seluas 7,6 hektar. Berada di sudut jln. Langko dan Udayana sebagai jalur utama, yang dibangun sangat megah dari perpaduan karakteristik bangunan tradisional di Lombok dengan Sumbawa.

Bangunan Masjid-Bangunan masjid ini juga telah dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi sampai 99 meter. Ini sesuai dengan jumlah nama-nama Allah yang ada 99 atau asm’aul husna. Menara tersebut juga telah dibuka untuk wisata religi. Dari menara ini anda bisa melihat indahnya kota mataram di ketinggian dan bisa dilakukan ketika malam hari maupun siang hari.

Keberadaan yang sangat strategis karena letaknya tepat di pusat kota, menjadikan masjid ini sebagai tujuan wisata religi baik wisatawan asing maupun lokal. Pulau Lombok juga populer dengan sebutan pulau seribu masjid. Alasannya karena pada pulau ini ada banyak masjid yang bertebaran baik masjid yang bercorak modern maupun masjid yang sudah kuno. Sebutan seribu masjid juga mewakili kondisi religius dari masayarakat setempat.

Kubah Masjid-Bangunan masjid yang berada di pusat kota ini juga mempunyai 5 menara yang berdiri sangat tinggi. Dengan salah satu menaranya merupakan menara tertinggi yakni sampai 99meter yang melambangkan asmaul husna yang ada 99.

Dalam menara tersebut juga dilengkapi oleh lift. Hal ini bertujuan agar lebih memudahkan para pengunjung yang ingin mencapai tingkat teratas menara tersebut. Bangunan megah ini juga terlihat lebih cemerlang karena adanya cat berwarna dominan kuning emas serta krem yang dipadukan dengan warna hijau tosca.

Luas area masjid Islamic Center sekitar 74,749 meter persegi. Sementara untuk bangunan utamanya dengan luas 36,538 meter persegi, terdapat juga gedung pendidikan seluas 140,92 meter persegi. Bukan Cuma itu saja, ada juga gedung pengkajian seluas 8,928 meter persegi, wilayah komersial seluas 15,819 meter persegi yang nantinya dipergunakan untuk hotel syariah.

Masjid dengan bangunan masjid yang terdiri atas empat lantai ini juga sudah dilengkapi oleh Bollroom. Terdapat busman yang mampu menampung hingga 200 kendaraan beroda empat dengan 2000 kendaraan untuk roda dua. Untuk kapasitas jamaah yang tertampung pada masjid ini ialah sekitar 15.000 orang jamaah.

Bangunan kubah masjid Islamic center mataram juga sangat unik dan beda dengan bangunan kubah pada masjid lain yang ada di tanah air. Kubah masjid ini telah diberikan hiasan berupa motif khas batik sasambo sebagai motif batik khas daerah NTB. Warna keseluruhan masjid ini dengan kubahnya juga senada yakni berwarna hijau dan krem.

Selain kubah utama yang ada ditengah masjid, terdapat pula kubah kecil yang mengelilingi kubah induknya. Untuk kubah kecilnya diberi warna hijau keseluruhan dengan ada garis 4 buah berwarna krem. Kubah kecilnya seperti tipe kubah beton. Namun dengan ukurannya yang lebih kecil akan lebih mudah dibangun. Berbeda dengan kubah induk yang sangat besar yang ada ditengah masjid.

Kubah utama masjid ini seperti bangunan kubah flannel enamel yang banyak digunakan oleh masjid modern sekarang ini. Bedanya hanya terletak pada motif yang digunakan oleh masjid ini berupa motif batik sasambo. Namun kubah ini juga sama-sama memiliki warna yang cerah sehingga sangat pas dengan bangunan masjidnya. Kubah ini juga lebih awet dan tahan terhadap guncangan yang hebat karena gempa. Sehingga banyak yang memanfaatkan tipe kubah ini untuk bangunan masjid yang berada di daerah rawan gempa.

Fasilitas Masjid

- Lahan Parkir yang Luas Masjid Islamic Center ini memiliki lahan parkir yang sangat luas, jadi bagi kalian yang membawa kendaraan baik roda 2 dan roda 4, kalian tidak perlu khawatir soal itu.

- Sekertariat Islamic Center Jika kalian ingin mengetahuai lebih banyak tentang Islamic Center, kalian bisa langsung saja ke Sekertariat nya.

Sebagai Tampat Ibadah Umat Muslim Islamic Center Mataram bisa menampung jamaah hingga 15000 orang, jadi jika kalian mau ibadah bisa kesini aja.

- Lift & Eskalator Masjid ini menyediakan lift & Eskalator untuk mempermudah pengunjung agar tidak susah-susah lagi untuk naik turun tangga.

- Menara 99 Menara 99 biasa di sebut masyarakat sekitar karena Islamic Center ini memliki menara dengan ketinggian 99 meter, tempat ini adalah tempat paling favorit sebagian besar pengunjung, karena dari sini kalian bisa melihat indah nya kota Mataram dari atas Menara Masjid. Untuk sampai ke atas, kalian bisa menggunakan tangga atau lift untuk menaiki menara ini.

Jadi intinya, pengaruh islam sangat kental di wilayah lombok khusunya di desa kesik. Hal ini di buktikan dengan perkampungan bali yang ada di dusun selimur telah memleuk agama islam. Artinya bahwa pengaruh agama islam sangat melekat di dalam setiap warga masyarakat, hal inilah yang membuat terjadinya asimilasi budaya dan menghasilkan budaya baru yang lebih bercorak islam. Hal inilah yang mendasari penulis mengangkat judul artikel “Menapak jejak sejarah kejayaan islam di bumi seribu masjid”.

#59tahunNTB

#9tahunTGB

#Inspiratip ekspo

 

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan