logoblog

Cari

Bekerja Sama Membangun Pariwisata Bumi Seribu Masjid yang Siap Menginspirasi Indonesia

Bekerja Sama Membangun Pariwisata Bumi Seribu Masjid yang Siap Menginspirasi Indonesia

Pada 17 Desember 2017 nanti, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memasuki usianya yang ke- 59 tahun.  Selama 59 tahun perjalanan

Opini/Artikel

Alexander Kevin Wijaya
Oleh Alexander Kevin Wijaya
12 November, 2017 22:55:06
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 8898 Kali

Pada 17 Desember 2017 nanti, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memasuki usianya yang ke- 59 tahun.  Selama 59 tahun perjalanan Provinsi NTB tentunya banyak rintangan yang datang menghadang.  Namun, kita patut berbangga karena sampai sejauh ini telah begitu banyak pencapaian dalam pembangunan di Provinsi NTB.  Provinsi NTB pernah meraih penghargaan Millenium Development Goals (MDG’s) selama lima tahun berturut-turut, dari tahun 2011 sampai 2015, atas keberhasilannya dalam pembangunan di berbagai bidang.  Hal tersebut menjadikan Provinsi NTB dipandang sebagai contoh sukses pembangunan daerah di mata dunia.  Bahkan, Gubernur NTB , Dr. TGH. M. Zainul Majdi sempat diundang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Konferensi United Nations Development Programs (UNDP) di Amerika Serikat pada September 2016 untuk memaparkan berbagai keberhasilan program MDG’s dan persiapan memasuki program Sustainable Development Goals (SDG’s) yang merupakan kelanjutan dari program MDG’s.

Tentunya keberhasilan pembangunan Provinsi NTB tidak lepas dari keberhasilan pembangunan di bidang pariwisata yang beberapa tahun belakangan ini menjadikan NTB semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.  Bentang alam NTB yang begitu luas dan indah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke NTB.  Dengan mengsung tagline “ Pesona Lombok Sumbawa “, NTB seakan menyajikan paket lengkap pariwisata, mulai dari dunia bawah laut sampai kegagahan gunung-gemunung, yang akan memanjakan wisatawan selama berada di NTB.  Keberagaman agama, suku, dan etnis yang ada di NTB, dengan budaya dan keunikannya masing-masing, juga memberikan warna tersendiri dalam pariwisata NTB.  Misalnya saja tradisi Perang Topat yang dilaksanakan sebagai simbol keharmonisan  umat Islam dan Hindu di NTB. Selain itu ada juga Pawai Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan oleh umat Hindu setiap menjelang Hari Raya Nyepi.  Bahkan, beberapa tahun terakhir dilaksanakan juga pesta rakyat dalam rangka Tahun Baru Imlek oleh masyarakat Tionghoa di NTB.  Berbagai kegiatan tersebut tentunya hanya sebagian kecil dari atraksi wisata di NTB.  Namun, yang paling penting adalah bahwa seluruh kegiatan maupun tradisi yang ada di NTB selalu dilaksanakan dengan saling tolong-menolong tanpa memandang suku, ras, maupun agama.  Hal tersebut tentunya menjadi nilai tambah yang dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

Dalam perjalanannya, pemerintah dan masyarakat NTB tentunya ingin pariwisata NTB berkembang pesat dan semakin dikenal di mata dunia.  Hal tersebut semakin terwujud dengan dioperasionalkannya Lombok International Airport yang terletak di Praya, Lombok Tengah pada tahun 2011 silam. Dengan adanya bandara internasional tersebut, maka akses menuju ke NTB semakin terbuka lebar dan memudahkan wisatawan asing maupun lokal untuk datang berkunjung ke NTB. Pencanangan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai geopark dunia dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan semakin menetapkan status NTB sebagai tujuan wisata bertaraf internasional.  Hal tersebut menjadikan para investor semakin berminat untuk berinvestasi di NTB.  Selain berdampak pada pembangunan kawasan pariwisata yang semakin baik, tentunya hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat NTB.  Berbagai kegiatan pun dilaksanakan untuk mengundang wisatawan asing berkunjung ke NTB, seperti Bau Nyale, Tambora Menyapa Dunia, dan event-event olahraga bertaraf internasional.  Dalam beberapa tahun terakhir, NTB juga berkesempatan menjadi tuan rumah dari beberapa pertemuan internasional.  Yang terakhir, NTB menjadi tuan rumah untuk Konferensi Alumni Al Azhar Mesir yang mendatangkan ulama-ulama dari berbagai penjuru dunia.  Kesempatan itu pun menjadi sarana bagi Provinsi NTB untuk memperlihatkan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di NTB ke mata dunia.

Bukti nyata dari keberhasilan pembangunan pariwisata NTB adalah terpilihnya NTB menjadi provinsi terbaik dalam bidang pariwisata dalam penghargaan Goverment Award 2015 yang diselenggarakan oleh Sindo Weekly Magazine.  Masih pada tahun yang sama, NTB kembali meraih penghargaan Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Di tahun 2016, NTB berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus yaitu World’s Best Halal Beach Resort, World’s Best Halal Travel Website , dan World’s Best Halal Honeymoon Destination.  Dengan mengusung konsep halal tourism, NTB menampilkan dirinya sebagai destinasi pariwisata yang terbuka bagi wisatawan dengan berbagai macam latar belakang budaya, agama, suku, dan ras.

Yang kini menjadi pertanyaan adalah, bagaimanakah agar potensi pariwisata NTB dapat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya?  Tentunya berbagai perbaikan masih terus dibutuhkan dalam mewujudkan pariwisata NTB yang semakin baik.  Tempat-tempat wisata haruslah dikelola dengan baik.  Salah satunya dengan penyediaan akses jalan dan penerangan yang baik menuju tempat-tempat pariwisata.  Selain itu, fasilitas-fasilitas umum yang ada di tempat-tempat pariwisata juga harus disediakan dan dirawat keberadaannya dengan baik.  Yang tidak kalah penting adalah pemberdayaan sumber daya manusia, dalam hal ini adalah masyarakat sekitar tempat wisata agar mereka dapat mempunyai kemampuan yang lebih dalam menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan-wisatawan yang datang dan menjaga tempat-tempat wisata tersebut. Selain dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang, hal tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tempat-tempat wisata.

 

Baca Juga :


Peran serta masyarakat NTB sangatlah penting dalam menjaga dan memajukan pariwisata NTB.  Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjadi contoh bagi wisatawan-wisatawan lain dalam menjaga keindahan di tempat wisata, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak fasilitas-fasilitas yang disediakan.  Selain itu, kemajuan teknologi haruslah dimanfaatkan oleh masyarakat NTB untuk mempromosikan pariwisata NTB di mata nasional maupun internasional.  Berbagai jenis media sosial yang ada dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan pariwisata NTB ke masyarakat luas agar semakin banyak lagi wisatawan yang datang berkunjung ke NTB.

Berbagai keberhasilan pembangunan di bidang pariwisata Provinsi NTB tentunya patut disyukuri dan senantiasa dikembangkan.  Semua hal baik dalam dunia pariwisata NTB seperti semangat kebersamaan masyarakatnya, pembangunan yang berkelanjutan, dan semangat untuk terus berbenah diri sudah sepatutnya untuk dipelihara dan dijadikan inspirasi yang baik bagi pembangunan pariwisata daerah-daerah lainnya di Indonesia. Peran serta masyarakat dan kerja sama dengan pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk terus mengembangkan pariwisata NTB.  Dengan ikhtiar tiada henti dari pemerintah dan segenap lapisan masyarakat NTB itulah, pariwisata NTB akan siap menginspirasi Indonesia dari Bumi Seribu Masjid.

Sumber foto : Twisted Sifter



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan