logoblog

Cari

Kebangkitan Perempuan PKI (Penikmat Kopi Indonesia)

Kebangkitan Perempuan PKI (Penikmat Kopi Indonesia)

“Kopi adalah Nasionalisme Gaya Baru” -Presiden RI Joko Widodo- Sebagai salah satu perempuan PKI (Penikmat Kopi Indonesia), Saya merayakan hari kopi internasional yang

Opini/Artikel

Rohani Inta Dewi
Oleh Rohani Inta Dewi
04 Oktober, 2017 15:01:19
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 24414 Kali

“Kopi adalah Nasionalisme Gaya Baru” - Presiden RI Joko Widodo-

Sebagai salah satu perempuan PKI (Penikmat Kopi Indonesia), Saya merayakan hari kopi internasional yang jatuh pada tanggal 1 Oktober dengan menyeruput kopi tubruk Lombok racikan mertua (maklum menantu kesayangan hehe). Adanya hari kopi internasional ini bagi saya sebagai pengingat dan menambah rasa syukur bahwa betapa Tuhan begitu Maha Romantis dengan menciptakan kenikmatan dalam rasa pahit biji kopi.

Tuhan juga Maha Filososfis. Disetiap kita menikmati kopi sruputan demi seruputannya, mengajarkan kita bahwa disetiap badai dalam kehidupan akan ada bahagia yang tersungging seperti secangkir kopi hitam dicampur gula. Disetiap kehidupan semuanya berpasang-pasangan, ada hitam ada putih, ada suka ada duka, ada kehidupan ada kematian, ada manis ada pahit, ada laki-laki ada perempuan. Bukankah memang begitu hakikatnya kehidupan.  

Kopi dan Gender

Kopi lebih sering di identikkan dengan laki-laki dari segi penikmatnya. Dari segi proses pembuatannya mayoritas dikampung perempuanlah yang menjadi peraciknya. Mulai dari membeli biji, mengsangrai, menubruk hingga menyajikannya dalam bentuk secangkir kopi siap dinikmati dilakukan oleh perempuan. Peran domestik perempuan begitu menonjol.

Beda hal ketika sudah diranah professional dan komersil yang menghasilkan gaji dan profit. Hampir disetiap kedai-kedai kopi yang ada di Indonesia khususnya di Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat, laki-lakilah menjadi peraciknya atau lebih famous disebut barista. Peran laki-laki diranah publik mendominasi.

Kebangkitan perempuan Pecinta kopi Indonesia

 

Baca Juga :


Penikmat kopi di Indonesia menunjukkan kebangkitannya. Terlihat dari makin meluas penikmatnya, tidak hanya dinikmati oleh para laki-laki kaum tua, generasi muda dan perempuan pun mulai menggandrungi kopi. Perempuan penikmat kopi kian hari kian bertambah, mulai dari agenda-agenda ngopi cantik, ngopi darat, hingga diskusi lepas tentang kopi.

Mira Amelia dalam jurnalnya identitas perempuan dalam iklan kopi luwak white koffie mengajak kita melihat dan menganalisis bahwa pada iklan-iklan kopi di TV. Salah satunya iklan “luwak white koffie” versi Maudy Koesnadi pun mengalami pergeseran yang awalnya menjadi pembuat kopi beralih menjadi penikmat kopi. Maka tidak salah ketika Putut Ea sang kepala suku Mojok mengatakan,pada akhirnya kita semua akan menjadi PKI (Pecinta kopi Indonesia).

Namun, efek lain dari pergeseran iklan di TV tersebut turut andil mengkonstruksi dan memunculkan image pada konsumen, bahwa perempuan penikmat kopi adalah perempuan kelas menegah ke atas, feminin, aktif di ranah domestic maupun public. Padahal banyak juga perempuan dikalangan menengah kebawah sebagai penikmat kopi akut seperti mertua saya contohnya, beliau akan mengalami pusing dan tidak bisa konsentrasi apabila telat minum kopi, jangan tanya bagaimana kalau sehari tidak minum kopi, dunia bisa terbelah di langit sekotong (dalam imajinasi beliau). Hal yang paling pasti dari sekelumit identitas perempuan pecinta kopi adalah kebangkitan perempuan-perempuan pecinta kopi Indonesia nyata adanya.

Well, meminum dan menikmati kopi Indonesia tidak hanya sebagai pemuas dahaga akan kenikmatan kopi. Juga sebagai tanda kebangkitan para pecinta kopi Indonesia, dan sebagai salah satu cara kita mencintai Indonesia, serta membantu para petani kopi untuk terus bersemangat bertani kopi, dan meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan, sehingga taraf hidup petani kopi menjadi sejahtera. Amiin. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan