logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lantung, Dari Air Mata Untuk Mata Air

Lantung, Dari Air Mata Untuk Mata Air

KM Gempar. Kecamatan Lantung yang dikelilingi kawasan hutan yang lebat dan termasuk daerah pegunungan semakin krisis Air dan sumur sumur wargapun

Opini/Artikel

KM. Gempar
Oleh KM. Gempar
13 September, 2017 12:55:18
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 1524 Kali

KM Gempar. Kecamatan Lantung yang dikelilingi kawasan hutan yang lebat dan termasuk daerah pegunungan semakin krisis Air dan sumur sumur wargapun mulai mengering. Bahkan setiap Rumah mendapat jatah pembagian air 2 jam dalam satu minggu dari mata air sumur Bor yang dikelola Pemerintah Desa sangat jauh dari kata cukup.

Seharusnya, Daerah pegunungan yang di kelilingi hutan lebat tidak kesulitan mendapatkan sumber air. Namun nyatanya, terkadang Masyarakat harus rela menghemat air meski hanya untuk mandi dan mencuci pakaian. Hal ini menjadi salah satu imbas dari ilegaloging dan pembukaan lahan persawahan tadah hujan ketika menghadapi musim penghujan.

Uniknya, sumur sumur warga yang mulai mengering juga dimanfaatkan untuk menampung sisa air pembagian dari sumur bor yang di kelolah Desa. Terhitung ke empat Desa di Kecamatan Lantung sangat membutuhkan suplay air terutama air bersih untuk kebutuhan sehari hari. Warga harus ikhlas memilih Mandi atau mencuci pakaian selain dari kebutuhan air untuk minum dan memasak.

Selasa 12 September 2017, Tim dari kehutanan pusat datang untuk mensurvey kondisi Air yang ada di Kecamatan Lantung sekaligus menyerahkan bantuan alat ukur hujan yang diterima langsung oleh Camat Lantung, Iwan Sofian. Pada Mei 2017 yang lalu, Tim yang sama datang untuk mengukur kapasitas Air dan setelah 3 bulan berlalu Tim dari pusat tersebut kembali datang untuk mengecek. Tak disangka, dalam waktu tiga bulan air sumur warga menyusut hingga 3,5 meter dan bahkan ada yang sudah mulai mengering.

 

Baca Juga :


Saat ini Kecamatan Lantung terbilang sukses membudidayakan Sayuran Organik dengan memanfaatkan pekarangan. Namun, warga mensiasati kelebihan Air untuk menyirami sayuran sayuran tersebut. Selain itu, warga menggunakan sistem Hidroponik untuk mensiasati kekurangan air pada tanaman.

Kecamatan Lantung yang saat ini berbenah menuju pariwisata yang berkelanjutan telah menjadi contoh bagi Daerah daerah lain yang mampu membuktikan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan meski sangat keterbatasan air. inilah upaya dari Kecamatan Lantung yang berharap kepedulian dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk mengubah Air Mata masyarakat Kecamatan Lantung menjadi Mata Air.***Ryan Muammar []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan