Cari

Tutup Iklan

Saudara Tak Kembar

Saudara Tak Kembar

KM. Sukamulia – “Kalian kembar yaaa”, petranyaan itu kerap kali saya dengarkan ketika jalan bareng dengan adik laki-laki yang wajahnya agak

Opini/Artikel

Saudara Tak Kembar

Saudara Tak Kembar

Saudara Tak Kembar

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
10 Juni, 2017 00:39:30
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 2142 Kali

KM. Sukamulia – “Kalian kembar yaaa”, petranyaan itu kerap kali saya dengarkan ketika jalan bareng dengan adik laki-laki yang wajahnya agak mirip dengan saya. Pertanyaan itu kadang-kadang membuat saya jengkel, bingung dan kadang pula membuat saya tersenyum sendiri. Yang paling membingungkan adalah ketika saya jalan sendiri kemudian bertemu dengan teman dari adik saya (Badri), mereka pasti menyapa dan memanggil saya Badri, demikian juga dengan Badri yang kerap pula disapa Asri ketika bertemu dengan teman-teman saya. Nah,,, kali ini saya akan menegaskan kepada kawan-kawan bahwa saya (Asri) dan Badri Bukanlah Saudara Kembar aliasa “Kami adalah Saudara Tidak Kembar”, heheee.

Oke, oke… ayo kita mulai untuk mengenali Asri dan Badri !!! pertama-tama perhatikan poto Header Artikel ini, itu adalah poto saya (Asri) dan adik saya (Badri). Sekilas, kami terlihat seperti saudara kembar sehingga tidak jarang orang yang bertanya “Kalian Kembar yaaa ?”, ketika kami jalan bareng. Bahkan, banyak pula teman-teman kami yang salah sapa ketika kami tidak jalan bereng dan bertemu dengan teman-teman sekolah atau teman kuliah dana tau rekan kerja kami.

Perkenalkan saya Asri, lahir di Sukamulia pada tanggal 2 Januari 1985, tinggi 156 cm dengan darah golongan B dan jurusan Pendidikan Ilmu Sosial dengan Program Studi Pendidikan Sejarah. Saya bekerja sebagai guru honor sejak tahun 2007 dan sampai saat ini mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di MTs Maraqitta’limat Lenggorong dan PAUD ADEK Dusun Batu Santek Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan serta di SMK NW Kokok Putik Desa Bilok Petung Kecamatan Bayan. Selain sebagai guru honorere, saya juga aktif sebagai pencipta lagu dan vocalis A4 Band, aktif pula melakukan penelitian sejarah dan budaya lokal Lombok, serta aktif sebagai jurnalis amatiran di Kampung Media NTB.

Saya sudah membantu ratusan mahasiswa beberapa Perguruan Tinggi yang ada di wilayah Pulau Lombok untuk menyelesaikan tugas akhirnya (skripsi). Saya juga kerapa membantu kawan-kawan yang berkemauan untuk mengungkap sejarah benda-benda Cagar Budaya yang ada di sekitaran kampung halaman mereka. Saya juga banyak bergaul dengan sastrawan-satrawan lokal yang aktif meneluarkan karya-karya mereka dalam bentuk cerpen dan puisi. Kegiatan-kegiatan itu membuat saya memiliki banyak teman yang teradang tidak begitu mengenal saudara saya yang bernama Badri sehingga ketika mereka bertemu dengan Badri maka mereka akan mengira bahwa itu adalah saya.