logoblog

Cari

Merokok Dapat Mengurangi Kecerdasan

Merokok Dapat Mengurangi Kecerdasan

Assalamu’alaikum wr wb. Kembali hadir dengan postingan yang lebih serius. Entah sahabat beranggapan ini penting atau tidak. Yang penting, saya ingin berbagi

Opini/Artikel

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
17 April, 2017 20:00:48
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 17369 Kali

Assalamu’alaikum wr wb.

Kembali hadir dengan postingan yang lebih serius. Entah sahabat beranggapan ini penting atau tidak. Yang penting, saya ingin berbagi apa yang saya tulis. Silahkan sahabat yang meenilai tulisan ini. Selamat membaca, ya. ^^

>>>>>>>>>>>>> 

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Itulah catatan lumayan besar tertera di setiap bungkus merek rokok. Namun, itu selau menjadi catatan kaki disana. Mengapa demikian? Iya, jika kita pikirkan dengan logika, percuma saja ada catatan itu, toh, nggak ngaruh juga. Pembeli masih banyak yang bertebaran. Malahan menjadi barang pokok yang dibutuhkan oleh seorang perokok. Bahaya pun ditahu. Tapi, lagi-lagi tak berpengaruh juga, tetap diproduksi dan dikomsumsi.

Sebenarnya merokok tidak dilarang. Dalam agama pun mengatakan bahwa merokok adalah mubah, yang artinya, tidak dapat pahala dan juga tidak dapat dosa. Tapi jika merokok dapat membahayakan (membunuh secara perlahan-lahan), bukankah itu haram? Tentunya haram, sebagaimana Hadist Muslim yaitu:

“Baik yang sedikit atau pun yang banyak tetapi yang menyebabkan mudarat pada diri sendiri maka hukumnya haram.”

Jelas bukan? Memang jelas. Namun ketika kita lari ke masa sekarang, bukan hanya ayah, kakak, paman, pak de, atau kakek yang merokok. Anak SD pun sudah mulai merasakan yang namanya rokok, apalagi anak remaja sekarang yang hormonnya lagi-lagi memuncak alias rasa ingin tahunya tinggi. Dari yang semula tidak merokok, kini menjadi perokok. Yang perokok sedang, kini menjadi perokok aktif. Sungguh hal yang statistiknya cepat berubah.

Begitu pun dengan survai yang saya lakukan ke sepuluh teman kos yang rata-rata umurnya 17 sampai 19 tahun. Sebagian dari mereka ada yang perokok aktif dan sedang. Namun yang pasti, mereka pernah merasakan yang namanya merokok. Ini jelas terlihat ketika saya mendengarkan pendapat-pendapat mereka yang bervariasai tentang merokok.

“Merokok membuat aku lebih percaya diri. Merokok bukti dari lelaki sejati. Dan merokok sebenarnya bahaya bagi kita, tapi yang namanya pengen tahu, jadinya merokok juga. Apalagi teman-teman banyak yang negerokok, kan nggak enak kalu tidak merokok juga.”

 

Baca Juga :


Itulah pendapat-pendapat mereka yang saya gabungkan. Yang paling parah menurut saya yaitu tentang mereka yang merokok ikut-ikutan. Seperti tidak ada pendirian saja. Apa ini pengaruh dari rokok? Entah. Yang pasti, menurut hasil searching di google, ada pendapat yang mengatakan seperti ini. (saya lupa sumbernya di mana)

“Para perokok, khususnya mereka yang masih dalam pertengahan usia dewasa, cenderung memiliki kelemahan dalam hal ingatan dan nalar berpikir (kecerdasan) dari pada mereka yang tidak merokok. Ini merupakan alasan lain mengapa kita tidak harus merokok. Para peneliti Prancis menyebutkan, data yang dikumpulkan dari 5.000 warga Inggris, ditemukan bahwa mereka yang merokok lebih rendah tingkat ingatan, bernalar, kosakata, dan juga kecakapan verbalnya, daripada mereka yang tidak merokok. Penelitian itu juga menemukan bahwa merokok sangat berhubungan dengan penurunan mental pada usia muda, seperti halnya juga mempengaruhi kerapuhan fisiknya di kemudian hari.”

Gimana, ngeri bukan? Atau mau masih merokok? Saran saya si jangan alias stop smoking. Bayangkan saja, ini masalah masa depan lho! Jika kita memang mempertahan kan kecerdasan kita, mulai sekarang buang yang namanya rokok. Atau yang mau cerdas, segeralah bertobat untuk tidak lagi merokok. Sudah IQ congkok, masih mau di congkokokan. Bencana kan?

Untuk itu, hargai semua yang ada pada diri kita. Bukankah yang ATAS telah menganugrahkan kita pola pikir yang cemerlang, cerdas alias smart? Jika bukan kita yang merawat itu semua., siapa lagi. Ingat! kesehatan adalah sumber masa depan. Jika IQ kita sudah baik, kenapa meski ditarapkan rendah dengan merokok. Seharusnya ditingkatkan dengan belajar, makan teratur dan olahraga.

Terakhir, intinya semua kembali pada diri sendiri. Semua pilihan ada di tangan kita sendiri.

>>>>>>>>>>>>> 

Ini adalah tulisan lama yang saya buat. Semoga bisa dinikmati. Kurang lebihnya mohon maaf. Ini murni masih belajar. [] - 03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan