logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sisi Lain di Lain Sisi Yang Lain-Lain.

Sisi Lain di Lain Sisi Yang Lain-Lain.

  Manusia di ilhami sebuah kecerdasan yang sungguh maha ajaib, dengan kecerdasan tersebut manusia memeroleh tempat yang berbeda dengan ciptaan allah yang

Opini/Artikel

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
17 Desember, 2016 05:04:58
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 4166 Kali

M

Manusia di ilhami sebuah kecerdasan yang sungguh maha ajaib, dengan kecerdasan tersebut manusia memeroleh tempat yang berbeda dengan ciptaan allah yang lain, dan keajaiban keistimewaan itu merupakan kodrat dasar manusia yang sangat asasi, kecerdasan itu ialah kecerdasan akal bisa meliputi cara berfikir, cara pandang dan cara merasakan dalam kaedah sederhana kemampuan tersebut di kategorikan sebagai naluri yang terdiri dari naluri intuisi, insting,dan nalar.

Kemampuan Instingtif dan naluri Ilmiah meransang manusia untuk selau tampil kratif, menggagas masa depan kemudian mewujudkannya dalam sebuah retorika sejarah, karena manusia ada untuk mencipta sejarah, gelap gulita,pekat kelam atau cemerlang dan gilang-gemilang adalah wujud yang memanifestasikan karya penciptaan manusia serta aktualisasi dari naluri Manusianya yang indrawi, bukti-bukti ini terwujud melalui sebuah aksi yang bersumber dari motivasi pribadi, kelompok, golongan atau organisasi sehingga menjadilah manusia sebagai seorang pahlawan atau pejuang.

Tokoh-tokoh nasional dan pejuang kemerdekaan yang telah gugur menjadi bunga bangsa dan syuhada’ agama adalah Nucleus Of Being Sense yang terus merotasi dan mencipta arus gelombang semangat, membuka tabir ketemaraman dalam remang hingga mewujud terang dan menjadi inspirasi dan obsesi bagi generasi, “Innamal Mar’u Haditsun Ba’dahu Fakun Haditsan Hasanan Liman Wa’a” kesejatian individu ialah mencipta sejarah maka menjelmalah sejarah bagi Generasimu.

 

Baca Juga :


Hidup, Peristiwa, Ambisi, Obsesi, Dan prinsip adalah mata rantai yang saling mengikat antara satu simpul dengan simpul lainnya membentuk siklus makna dan simbiosis mutual makna yang mengikat sebuah hakikat, wujud kemerdekaan Pers dan Kebebasan berpendapat di bawah payung Hak Asasi Manusia telah menjadi bukti sejarah yang terbarukan dengan dimensi yang bervariasi menemukan sebuah ruang dan mencipta bentuk bangun yang sebangun dengan Konteks Kebutuhan NAluri.

17_12_16



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan