logoblog

Cari

Tutup Iklan

Maulid Nabi Muhammad SAW Sang Nabi Allah

Maulid Nabi Muhammad SAW Sang Nabi Allah

KM TNC. (catatan Damar Damuji ) WAHAI SANG NABI, HAMBA ini menangis ketika mengingatmu; Menangis karena SOSOKmu yang begitu mulia dan

Opini/Artikel

KM. Tembe Nggoli
Oleh KM. Tembe Nggoli
16 Desember, 2016 09:39:56
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 13226 Kali

KM TNC. (catatan Damar Damuji ) WAHAI SANG NABI, HAMBA ini menangis ketika mengingatmu; Menangis karena SOSOKmu yang begitu mulia dan agung untuk dicintai dan diteladani oleh hamba yang lemah ini; Oleh Karena Itu, Berikanlah syafaatMU kepada kami agar kami ini menjadi lebih kuat, SABAR, dan jujur mengemban misi kenabian yang engkau contohkan.

Engkau adalah khataman Nabi dari ribuan nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk memakmurkan Bumi dan memaslahatkan umat. Engkau adalah adalah sosok sempurna dan teladan bagi seluruh Alam di segala aspek kehidupan. Bagi manusia yang pernah hidup bersamaMU dan SesudahMU, Engkau adalah manusia terbaik, pemimpin terbaik, dan teladan terbaik yang membangkitkan semangat untuk berjuang menegakkan kebenaran.

Para sahabat mencintai Rasulullah melebihi manusia manapun di dunia. Kekaguman para sahabat tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Julukannya sebagai Al Amin adalah pemberian manusia yang hidup pada masanya atas kemuliaan Akhlakulnya. Atas kemasyhurannya, seluruh Malaikat dan manusia beriman bersyalawat kepadanya; berharap mendapatkan syafaat untuk keselamatannya dunia-akhirat.

WAHAI Rasulullah, Engkau adalah manusia pilihan yang paling kami cintai di atas muka bumi; Engkau adalah manusia sempurna yang kami rindukan setiap saat untuk bisa bertemu denganMU. Engkau adalah inspirasi kami dalam menjalankan tugas kekhalifahan. Engkau meneladani kami tentang berdemokrasi, tentang politik, tentang kepemimpinan, tentang manajemen, tentang pendidikan, tentang akhlak, tentang kepedulian terhadap sesama, tentang menghadapi musuh, tentang memerangi tirani atau ketidakadilan dan tentang keseimbangan hidup dunia-akhirat.

Engkau tidak hanya pemimpin spiritual sejati tetapi juga pemimpin politik terbaik; Dalam sosokmu terdapat perpaduan yang sempurna antara agama dan politik sekaligus. Agama dan Politik adalah satu kesatuan yang utuh tak terpisahkan oleh apapun. Semua para pengikutmu yang sejati pasti memandang AGAMA dan POLITIK bukan sesuatu yang harus dihadap-hadapkan tetapi menyatu dalam membangun tatanan yang mulia. Engkau mengajarkan betapa KESALEHAN RITUAL sama pentingnya dengan KESALEHAN SOSIAL.

Wahai Rasulullah, kami selalu bermohon setiap saat agar kami dapat meneladani Engkau, yakni Berusaha untuk bisa istikomah sholat berjamaah, bisa sholat Tahajjud, bisa mendirikan sholat-sholat sunat, Tadarus, Berpuasa, berzakat, Berhaji ke Baitullah, Menjalin Silaturrahim, menjadi pemimpin yang adil, berbicara jujur, hidup sederhana, menepati janji, menyantuni kaum dhuafa, bersabar, dan dikuatkan untuk memaafkan atau memberi maaf kepada orang lain.

 

Baca Juga :


Engkau adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin politik; tetapi juga Engkau pernah pengembala ternak, menjadi pedagang yang jujur, tidur di pelepak kurma, menjahit baju sendiri, memikul sendiri makanan untuk orang miskin, mendoakan orang yang menghinamu, memaafkan orang yang menyakitimu, setiap bicaramu menyejukkan hati para pendengarnya, dan mengapresiasi setiap karya para sahabatmu.

Wahai Rasulullah, Kami benar-benar merindukan hidup bersamamu dan mendambakan tatanan sosial seperti pada masa kepemimpinanmu yang sangat toleran, adil, dan makmur; kami juga mendambakan untuk bisa berjuang bersama denganmu, sholat berjamaah denganmu dengan bacaan Al Quran yang Indah dan Fasih, bisa gotong royong denganmu membangun kota Madinah, bisa tenteng senjata bersamamu untuk mempertahankan diri dari musuh, dan bisa berdakwah bersamamu melintasi daratan dan lautan. SUNGGUH sebuah kehidupan yang mulia dan menentramkan batin.

Kami sebagai umatmu, hingga hari ini terus berjuang untuk mewujudkan tatanan seperti yang engkau wujudkan di MADINAH tetapi baru sebatas mimpi; bahkan ada di antara kami yang mengatakan IMPOSIBLE dan UTOPIA Belaka. Dalam hati, kami katakan, bukankah Rasulullah itu juga manusia biasa seperti kita sebelum diangkat jadi Nabi dan Rasul. Jika Rasulullah dan Para Sahabatnya Bisa kenapa kita tidak bisa???? KETIKA ALLAH SWT berfirman bahwa Rasulullah SAW adalah uswatun hasanah, maka bermakna, bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah bisa juga kita lakukan meskipun tidak seratus porsen sama. WALLAHUA’LAM. () -03



 
KM. Tembe Nggoli

KM. Tembe Nggoli

Tembe Nggoli Community (TNC) Anggota Alamsyah (alamsyah_km@yahoo.com) Hp. 081237986726/ akun pribadi (Alamsyah) Facebook : Alamsyah KM/ twitter : @AlamsyahCS Alamat : Jl Sawo Kel Rabangodu Utara Kec Raba Kota Bima - NTB

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan