logoblog

Cari

Tutup Iklan

Intervensi Berlebihan Pada Dunia Pendidikan

Intervensi Berlebihan Pada Dunia Pendidikan

Mengapa pendidikan selalu diintervensi oleh beberapa pihak? Malah terlalu jauh mencampuri dan mendikte metode dan pola pembelajaran disekolah? Trus fungsi Manajemen

Opini/Artikel

rato rizal
Oleh rato rizal
13 Desember, 2016 10:11:59
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 8594 Kali

 

Mengapa pendidikan selalu diintervensi oleh beberapa pihak? Malah terlalu jauh mencampuri dan mendikte metode dan pola pembelajaran disekolah? Trus fungsi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) itu apa? Slogan ????

Ada jutaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mendidik peserta didiknya. Dalam rangka memanusiakan manusia sehingga dapat mendorong peserta didik agar berani menghadapi problema masa depan sambil meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah didunia adalah prinsip dasar pendidikan. Namun apa yang terjadi, hak preogatif sekolah dalam menggembleng peserta didiknya seolah dibatasi oleh tembok pemisah yang tinggi menjulang. Kebudayaan terbesar adalah dengan membudayakan kepositifan diri guna mengembangkan potensi dasar yang dimiliki tanpa takut tertekan, mau dan mampu dalam rangka meningkatkan derajat diri (Suryatman).

Namun pada kenyataannya budaya yang digembar gemborkan seolah olah hanya simbol popularitas semata. Dalam proses membudayakan potensi dasar peserta didik, ternyata banyak yang tidak setuju bahkan menghujat hal tersebut adalah suatu kesalahan fatal, padahal sebenarnya yang mengucapkan itu bukanlah seorang dengan latar belakang pendidikan, tak tahu apa itu pendidikan, bahkan yang lebih parah, sekolah tingkat menengah aja tidak tamat. Pandangan sepihak dan cenderung memutarbalikkan fakta dapat mengakibatkan kesalahpahaman jangka panjang dan berakibat pada tidak tecapainya Total Quality Management (Samani). padahal mutu pendidikan sangat bergantung pada kerjasama semua lini yang memang peduli terhadap pendidikan. Apakah semua unsur pendidikan benar benar mendukung pendidikan? Atau inilah ajang unjuk diri bahwa beberapa kalangan memiliki power dalam mempreteli kebijakan pemerintah di dunia pendidikan? Atau intimidasi berkedok kepedulian pada sekolah?

 

Baca Juga :


Pertanyaan pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab. Tapi entah mengapa, sesungguhnya kita bisa menjawabnya namun karena faktor X, kita dipaksa untuk tidak melontarkan tanggapan dan jawaban, dikhawatirkan akan membangunkan “singa” yang tidur. Padahal sakitnya tuh disini, simalakama pendidikan.  Ketika sedang terhimpit beban moral dan material, justru sekolah tak meiliki patner dalam memecahkan masalah tersebut, dengan berbagai alasan sekolah harus berani menghadapi semuanya seorang diri, bahkan tak jarang kawan jadi lawan. Semboyan tuntaskan wajib belajar yang disengung dengungkan pemerintah seakan tak ada artinya. Daya dan upaya yang telah dilakukan demi tercapai dan terwujudnya karakter kuat dalam pribadi masing masing peserta didik menemui jalan buntu.

Sungguh,  peluh dan keluh sudah dikesampingkan agar tujuan utama pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terlaksana. Sekali lagi intervensi dan campur tangan yang tidak pada tempatnya telah sangat mengganggu stabilitas dan kondusifitas keseharian dunia pendidikan. Mau dibawa kemana pendidikan ini jika proses pengendalian diri tidak dikedepankan? Mau jadi apa generasi kita jika guru yang diharapkan sudah tidak lagi dihormati siswanya? Dan mau bagaimana lagi cara mendidik anak agar menjadi apa yang mereka inginkan? Lu jawab tuh pertanyaan gue! (rizal) - 05



 
rato rizal

rato rizal

Mohamad Rizal Suryadin,S.Pd beralamat di Barabali PNS di SMPN Satu Atap 1 Batukliang . Hp. 08175748304 e-mail rato_suryadin@yahoo.co.id sejarah digali dari tulisan, maka nanti tulisan kita akan menjadi sejarah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan