logoblog

Cari

Tutup Iklan

Timnas Melawan Ahok

Timnas Melawan Ahok

Timnas Indonesia sudah memastikan diri masuk final piala AFF setelah menyingkirkan Vietnam disemi final, tetapi sebelum Timnas sampai ke babak final

Opini/Artikel

Demunk Obok
Oleh Demunk Obok
11 Desember, 2016 11:22:56
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 9577 Kali

Timnas Indonesia sudah memastikan diri masuk final piala AFF setelah menyingkirkan Vietnam disemi final, tetapi sebelum Timnas sampai ke babak final itu, ada beberapa poin yang bisa menjadi pembahasan lantaran kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok (Gubernur Non Aktif DKI Jakarta) yang menyebabkan meredupnya gelora dukungan & pemberitaan serta perlakuan yang sama harus diterima Timnas Indonesia seperti kasus penistaan agama tersebut. Kasus penistaan agama yang diterima Ahok bermula dari pidatonya dikepulauan seribu pada selasa 27 september 2016, Ahok yang mengutip Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 51. Pernyataan Ahok dalam bentuk video itu kemudian beredar luas dimedia sosial (Medsos) walau sudah dalam keadaan terpotong, peredaran video itu kemudian menjadi awal mulainya diributkan kasus penistaan agama oleh gubernur non aktif DKI Jakarta tersebut. Ahok pertama kali dilaporkan pada kamis 6 oktober 2016 oleh advokat cinta tanah air (acta), selanjutnya disusul oleh elemen masyarakat lainnya. Kemudian dalam menanggapi laporan itu pada senin 10 oktober 2016, Ahok menyampaikan permintaan maaf kepada umat islam terkait ucapannya yang di anggap melecehkan Al-Qur’an, dia menegaskan tidak bermaksud menghina agama islam. Tetapi sehari setelah permintaan maaf itu pada selasa 11 oktober 2016, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa Ahok menista agama, Al-Qur’an & ulama. MUI juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk menindak tegas penista agama & meminta kepolisian pro aktif dalam melaksanakan hukum secara tegas, cepat, profesinal serta memperhatikan rasa keadilan masyarakat. Menanggapi fatwa itu pada jum’at 14 oktober 2016, ribuan massa umat islam melakukan aksi dikantor bareskrim & balai kota DKI Jakarta untuk menuntut polisi segera menangkap Ahok. Tidak hanya sampai disitu pada jum’at 4 november 2016 , ratusan ribu umat islam tumpah ruah yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) melakukan aksi bela islam jilid II dengan sebutan Aksi 411. Kemudian barulah pada rabu 16 november 2016 polisi resmi menetapkan ahok sebagai tersangka penodaan agama. Namun karena Ahok tidak lansung ditahan maka pada jum’at 2 desember 2016, terjadi lagi aksi bela islam super damai jilid III atau disebut dengan aksi 212 di Monas. Dan dalam upaya meredam massa aksi itu dihadiri lansung oleh bapak Presiden Jokowi serta dikawal oleh beberapa elit bangsa dengan berjalan kaki dari istana Negara walau dalam kondisi hujan lebat untuk mengikuti sholat jum’at bersama di Monas. Dari rangkaian kasus penodaan agama yang dilakukan ahok di atas bisa dibayangkan betapa tidak mulusnya perjalanan kasus itu. Berbagai macam hal pun ikut terjadi baik dimulai dari ketidak percayaan publik kepada pemerintah yang di anggap melindungi Ahok serta aparatur hukum khususnya polisi yang di anggap tidak netral, sampai pada maraknya bully, caci maki, fitnah, curiga & tuduhan terhadap setiap orang yang berbeda pandangan pada kasus tersebut. Banyaknya bully, caci maki, fitnah, curiga & tuduhan itu tidak hanya dilayangkan pada orang yang di anggap membela Ahok tetapi tidak segan-segan juga sampai pada pemerintah (presiden), polisi bahkan sampai para alim ulama’ ikut mendapatkan perlakuan yang sama walau padahal mereka hanya sekedar berbeda pendapat pandangan atas kasus itu. Dan terjadilah rasa pesimis serta kecurigaan yang begitu sangat meresahkan bahwa sehingga untuk memenjarakan Ahok maka segala cara & tekanan pun harus dilakukan sampai dengan terjadinya issu revolusi & makar penggulingan atau pengambil alihan kekuasaan pemerintahan yang sah. Dari kasus itulah betapa sangat menguras tenaga & perhatian yang begitu besar sampai dengan issu-issu penting untuk kemajuan bangsa terlupakan serta juga mengaburkan semangat perjuangan Timnas Indonesia di piala AFF 2016 yang kini hanya menunggu babak final. Kasus itu kini telah sampai dipengadilan & dalam waktu dekat ini pada selasa 13 desember 2016 akan mulai disidangkan, untuk itu maka percayalah semoga apapun keputusan hukum dari hakim nantinya itulah yang terbaik & harus bisa diterima oleh semua kalangan. Piala AFF 2016 mulai digelar sejak sabtu 19 november 2016, & kini hanya menyisakan laga final antara Timnas Indonesia berhadapan dengan Timnas Thailand yang akan berlansung 14 & 17 desember 2016. Namun lolosnya Timnas Indonesia sampai kefinal tidaklah banyak yang tahu perjuangan para pemain serta yang lainnya sangat begitu berat, karena seperti dikatakan di atas semua ini redup oleh kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Timnas Indonesia lolos sampai kefinal tidaklah dengan cara yang begitu mulus, perjalanan tragis, perjuangan yang berat antara hidup & mati yang membuat Timnas Indonesia bisa masuk final. Dimulai dari babak penyisihan Grup A Timnas Indonesia harus berhadapan melawan tim-tim tangguh seperti Thailand, Filipina & Singapore. Dimana Timnas Indonesia harus puas sebagai Runner Up digrup A dengan mendapat poin 4 dari 3 laga yang ditempuhnya. Timnas Indonesia melakoni laga pertamanya sabtu 19 november 2016 melawan Thailand dengan skor 2-4 untuk kemenangan Thailand, dan laga kedua pada 22 november 2016 Timnas Indonesia berhadapan dengan Filipina serta keduanya harus puas mendapatkan skor imbang 2-2. Selanjutnya laga terakhir penyisihan grup A pada jum’at 25 november 2016 Timnas Indonesia berhadapan melawan Singapore dengan skor 2-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. Hasil itulah yang menghantarkan Timnas Indonesia sebagai Runner Up grup A dengan poin 4 & membawanya sampai kesemi final piala AFF 2016. Lolosnya Timnas Indonesia kesemi final sebagai Runner Up Grup A maka memaksanya untuk harus berhadapan dengan tim tangguh dari juara Grup B yaitu Vietnam. Leg pertama semifinal antara Timnas Indonesia melawan Vietnam berlansung pada sabtu 3 desember 2016 di Stadion Pakan Sari Cibinong, Bogor dengan skor 2-1 sebagai kemenangan tipis untuk Indonesia serta leg kedua berlansung pada 7 desember 2016 di Stadion My Dinh National Stadium Hanoi dengan skor imbang 2-2. Dari hasil itulah Indonesia memastikan diri lolos kebabak final & akan berhadapan dengan tim yang membuatnya kalah dibabak penyisihan grup A yaitu Thailand yang juga memastikan diri lolos setelah menang atas lawannya Myanmar dengan agregat 6-0. Tetapi sebelum Timnas Indonesia berlaga nanti dibabak final, ada beberapa poin hal yang bisa menjadi pembahasan yang tentunya berkaitan lansung atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok & dari itulah tema pembahasan ini di ambil “Timnas Melawan Ahok” yaitu: Pertama; Piala AFF dimulai pada 19 november sampai 17 desember 2016 nanti, maka sudah barang tentu dengan masuknya Timnas Indonesia ke final berarti ia sudah mengahadapi 5 kali pertandingan dimulai dari 3 kali perntadingan babak penyisihan & 2 kali dibabak semi final baik leg 1 maupun 2. Namun sangat disangsikan pertandingan-pertandingan yang dihadapi Timnas Indonesia tidak seseru & semeriah piala AFF sebelum-sebelumnya baik dari segi pemberitaan & keseruan para suporter, yang mampu menghidupkan rasa nasionalisme bangsa. Siaran lansung & pemberintaan memang banyak tetapi itu lenyap bagai tertelan bumi, supporter & dukungan bangsa Indonesia memang banyak tetapi itu hilang bagai termakan bumi. Laga-laga menegangkan itu bahkan sampai dengan leg pertama semi final pada 3 desember 2016 seolah tidak begitu nampak & menarik perhatian publik Indonesia. Kehilangan yang dimaksudkan itu tentu hanya bisa disebabkan oleh sesuatu hal yang sangat besar, apalagi telah diketahui tidak ada satupun permainan didunia ini yang bisa lebih menarik & seseru permainan sepak bola yang selalu bisa mendatangkan nilai-nilai yang istimewa pada setiap pecintanya, bahkan pada yang paksakan diri ikut-ikutan hoby pun akan mendapatkan sesuatu yang lebih bila menonton sepak bola. Hal besar yang disebut disini tentunya yang bisa meredupkan sejarah perjuangan Timnas Indonesia itu yaitu kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Kasus penistaan agama itulah yang membuat semuanya menjadi buyar dalam perjuangan Timnas Indonesia disetiap laga yang ada dalam piala AFF 2016. Dimana pada laga penyisihan grup sampai leg pertama piala AFF Timnas Indonesia yang berhadapan dengan Vietnam sedang serta masih seru-serunya issu, pemberitaan, & pergerakan aksi kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok baik dari aksi 411 mapun 212. Kedua; pada leg 1 Timnas Indonesia hanya menang tipis terhadap Vietnam dengan skor 2-1, hasil itu membuat Timnas Indonesia harus berjuang keras pada leg 2 setidaknya dengan mampu bertahan supaya dapat hasil imbang jika mereka ingin lolos kebabak final piala AFF 2016. Pada leg 2 ini lah kesemarakan mulai diperlihatkan oleh supporter Indonesia baik dengan kemeriahan & semangat penuh membara memberi dukungan terhadap Timnas Indonesia, rasa nasionalisme yang muncul dari permainan sepak bola pun terpupuk kembali. Dari sejak awal babak pertama pertandingan dimulai dengan sangat sengit & dramatis, namun pada babak pertama tersebut masih mengahsilkan skor kaca mata 0-0. Barulah pada babak kedua dimenit ke-55 Stetafono Lilypali bisa merubah skor dengan membobol gawang Myanmar dari bola muntah menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Namun keunggulan itu dapat dibalas pada menit ke-71, Denfan pemain Myanmar membobol gawang Indonesia yang dijaga Kurnea Mega, bahkan terjadi petaka pun terjadi setelah menggempur & mengurung Timnas Indonesia, tim tuan rumah Myanmar mampu menggandakan skor yang dimenit ke-92 dari pemain bernama Yu Minh sehiingga membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Myanmar. Situasi itu dengan agregat 3-3 membuat terjadinya tambahan perpanjangan waktu 2 kali 15 menit, tetapi dari kondisi itu pula terjadi petaka yang sangat besar pada Timnas Indonesia dimana publik mulai pesimis, membully, curiga, tidak percaya, fitnah & tuduhan menyasar pemain & pelatih Timnas Indonesia, wasit pertandinganpun & PSSI tidak luput dari sasaran. Pesimisme pun tidak dapat terelakkan, publik mulai ragu timnas tidak mungkin bisa masuk final, semua itu terbukti mulai berseliweran memenuhi beranda media sosial (medsos) atau dunia maya (dumay) seolah-olah ada udang dibalik batu dari kekalahan Timnas Indonesia itu. Tetapi beruntung pada babak perpanjangan waktu tangan Tuhan datang membantu Timnas Indonesia melalui penalti Manahati Lestusen dimenit ke 96, Indonesia dapat menambahkan skor menjadi 2-2. Banyak yang bersyukur atas hasil imbang itu yang bisa menghantarkan Indonesia lolos kebabak final, sehingga akhirnya kepecayaan publik & sanjungan bersemi kembali untuk Timnas Indonesia. Namun untuk tetap menjaga kepercayaan yang sudah terbangun serta untuk menghilangkan pesimisme, kecurigaan, ketidak percayaan, fitnah & tuduhan itu maka Timnas Indonesia harus kerja keras, berjuang mati-matian untuk bisa menang menghadapi Thailand dilaga final nanti, pokoknya Indonesia harus Juara piala AFF 2016. Walau diketahui Thailand adalah tim tangguh yang terbukti pada babak penyisihan grup A mampu mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor telak 4-2. Yaa siapa tahu tangan Tuhan & keberuntungan akan datang kembali membantu Timnas Indonesia seperti leg 2 semifinal kemarin. Tetapi kalau tidak maka tidak akan ada yang berani menjamin kembali betapa kecurigaan, fitnah & tuduhan akan berselancar lagi didunia maya. Tetapi ingatlah bahwa sungguh orang yang bekerja dalam tekanan tidak bisa mengberikan hasil yang maksimal maka dari itu beri suffort, semangat serta dukungan untuk Timnas Indonesia & Aparat penegak hukum semoga mereka bisa menjadi juara & memberi keputusan yang terbaik. Dan ingatlah apapun hasilnya nanti maka wajib harus diterima oleh seluruh bangsa Indonesia tanpa ada kenegatifan-negatifan lagi pada pihak-pihak terkait. Wallahu A’lam () -03

 

Baca Juga :




 
Demunk Obok

Demunk Obok

Kebenaran itu sudah sangat samar kecuali bagi mereka yang bisa menguasai media dan menggiring opinilah yang memiliki kebenaran

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan