logoblog

Cari

Tutup Iklan

Asal Muasal Gili Trawangan Butuh Pengkajian Autentik

Asal Muasal Gili Trawangan Butuh Pengkajian Autentik

Gili trawangan merupakan salah satu magnit wisata di Nusa Tenggara Barat untuk masa kini. Pesona keindahannya sudah diakui oleh dunia. Mulai

Opini/Artikel

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
07 Desember, 2016 21:18:57
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 21266 Kali

Gili trawangan merupakan salah satu magnit wisata di Nusa Tenggara Barat untuk masa kini. Pesona keindahannya sudah diakui oleh dunia. Mulai dari letaknya yang menarik, yaitu di tengah laut dan terpisah dari dua gili, yaitu Gili Menu dan Gili Air, kemudian dikelilingi oleh air laut yang berwarna biru, jernih nan bersih. Demikian pula pasirnya putih, layaknya gurun pasir di surga yang terjatuk ke selat barat Pulau Lombok. Berkat keindahan inilah yang menjadi titik dasar sehingga Gili Trawangan yang dulunya terasing menjadi disukai orang asing. Demikian pula, Gili Trawangan yang dulunya diwarnai  hutan belukar dan lahan perkebunan, kini tersulap menjadi perkampungan bule yang diwarnai oleh bangunan hotel, bunga law, home stay, café, diskotik, restaurant mewah dan berbagai fasilitas lainnya yang serba canggih.

Pesona indah Gili Trawangan yang kini menjadi salah satu andalan utama wisatawan di Lombok hingga seolah-olah orang terhipnotis untuk tidak tahu atau tidak mau tahu tentang gili yang indah ini pada masa lalu. Mereka hanya lebih mementingkan kebutuhan estetika yang dapat terpenuhi di tempat ini.

Bila dijejaki, banyak cerita tentang masa lalu Gili Trawangan. Berbagai informasi yang dituturkan oleh orang-orang yang menganggap dirinya penduduk asli Gili Trwangan. Mereka bertutur kalau penduduk asli Gili Trawngan berasal dari perahu, yaitu orang-orang bugis yang berani berlayar di tengah laut hingga menemukan gili  yang dulunya sepi. Lalu disusul dengan penduduk yang datang dari penjara, yaitu orang-orang yang dibuang dari tanah sasak pada zaman dulu.

Informasi lain tentang asal muasal Gili Trawngan adalah tuturan dari seorang jurnalis compasiana.com (Budi Hermana) bahwa Gili Trawangan pada awalnya dihuni oleh 9 orang yang dibuang dari pulau seberang yaitu dari pulau Lombok. Mereka harus bertahan hidup dengan hanya makan singkong. Selanjutnya adalah orang bugis yang terkenal sebagai pelaut ulung menemukan pula gili yang sepi ini. Terjadilah pembauran antara dua suku, yaitu suku bugis dan suku sasak, sehingga gili yang indah ini dihuni oleh orang busak, bugis sasak.

Beberapa catatan yang masih tersimpan dalam pikiran saya, yang mana ketika saya asktif melakukan kegiatan penelitian  tentang sosiologi budaya di Gili Trawangan bahwa pada awalnya gili ini dihuni oleh orang-orang bugis dari Sulawesi Selatan. Sebagaimana kita kenal bahwa orang-orang bugis terkenal sebagai pelaut ulung dan pemberani di laut, dan mereka selalu mencari pinggir pantai untuk menyandarkan perahunya. Tatkala mereka merasa aman dan nyaman di suatu tempat, disitulah akan membentuk perkampungan dan kawin-mawin.

Ketika kita menjelajah lebih jauh ke dalam perkampungan yang ada di Gili Trawangan, informasi-informasi tentang asal muasal Gili Trawangan dapat kita temukan beberapa jawaban yang signifikan dengan informasi-informasi sebelumnya. Namun terkadang ada jawaban-jawaban yang memang sama sekali berseberangan dengan apa yang kita dengar sebelumnya. Akan tetapi, kitapun harus memahami bahwa ada banyak penghuni-penghuni Gili Trawangan yang ikut mengais rezeki di sektor wisata ini. Mereka berusaha melestarikan cerita dulu dan cerita kini demi melayani wisatawan asing atau wisatawan domestik. Namun ekstrimnya, tatkala ada informasi baru yang didengar, ia pun akan menerima dan menyebar luaskan lagi, sehingga terjadi bias informasi.

 

Baca Juga :


Salah satu contoh informasi yang sering diberikan kepada wisatawan adalah bahwa di Gili trawangan terdapat sebuah kapal perang Belanda yang karam di pantai Gili Trawangan dan tentu seolah-olah menjadi simbol kolonial Belanda di zaman penjajahan. Sebuah gua atau terawangan yang terdapat di bawah tanah Gili Trawangan, dan merupakan simbol penjajahan bangsa Jepang di Indonesia, yaitu khususnya di Nusa Tenggara Barat. Nah, keberadaan terawangan di gili ini sehingga gili ini pun disebut Gili Trawangan. Akan tetapi, itu hanya sebatas informasi yang tidak dapat dibuktikan secara autentik oleh wisatawan. Kalaupun ada bukti sejarah tentang kolonial Belanda dan Jepang di Gili Trwangan mestinya menjadi catatan sejarah yang dapat di laboratoriumkan di lokasi Gili Trawangan sendiri, biar wisatawan lebih meyakini, sebab tidak semua wisatawan dapat melakukan penjelajahan di bawah laut atau berjalan ke belakang untuk mencari gua di bawah tanah itu.

Terkait dengan asal muasal Gili Trawangan dan simbol-simbol masa lalu yang ada di Gili Trawangan perlu adanya pengkajian ulang atau penelitian sejarah yang benar-benar autentik dari pihak tertentu. Hal ini tentu mendasar pada Gili trawangan yang telah menjadi destinasi wisata yang mendunia. Demikian pula hasil penelitian sejarah yang benar-benar autentik nantinya dapat disosialisasikan kepada pemandu wisata, masyarakat yang ada di Gili Trawangan, bahkan pada instansi yang terkait. Demikian juga pada jurnalis  dan lain-lain agar asal muasal dan simbol-simbol masa lalu Gili Trawangan tidak memiliki bias informasi pada wisatawan atau pada pihak yang membutuhkan. [] - 01

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan