logoblog

Cari

Tutup Iklan

Strategi Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Pemuda Berbasis Kawasan

Strategi Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Pemuda Berbasis Kawasan

KM. Sukamulia - Sumber daya manusia adalah the people who ready, willing and able to contribute to organizational goals. Berdasarkan definisi

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
25 November, 2016 22:29:32
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 20694 Kali

KM. Sukamulia - Sumber daya manusia adalah the people who ready, willing and able to contribute to organizational goals. Berdasarkan definisi ini, dapat dikatakan bahwa tidak semua manusia disebut sebagai sumber daya manusia walaupun semua manusia memiliki potensi untuk menjadi sumber daya manusia. Kondisi kualitas sumber daya manusia yang lemah terutama pada para pemuda kita, merupakan permasalahan mendasar yang harus ditemukan jalan keluarnya.  Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia khususnya generasi muda. Akan tetapi, kenyataannya hingga dengan saat ini masih pula kita harus berhadapan dengan permasalahan klasik tentang rendahmya kualitas sumber daya manusia khususnya generasi muda kita.

Rendahnya kualitas sumber daya generasi muda terlihat pula pada masyarakat di kabupaten Lombnok Timur. Rendahnya tingkat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Timur seolah-olah tidak sejalan dengan potensi sumber daya alam yang tersedia. Banyaknya pengangguran, banyaknya TKI dan TKW yang berasal dari kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu gambaran akan kurang tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengelola potensi-potensi daerah yang ada.

Upaya pemerintah daerah melalui program-program pembinaan dan pelatihan sepertinya kurang berjalan sesuai target yang diharapkan. Orientasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten Lombok Timur, tampak hanya terfokus pada peningkatan kemampuan (skiil) saja tanpa memperhatikan pola pikir, motivasi dan potensi generasi muda yang seharusnya dibangun terlebih dahulu.. Sehingga, upaya-upaya pemerintah dengan  program-program yang telah diluncurkan tampaknya kurang mencapai sasaran.

Padahal, kualitas sumber daya generasi muda memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan kualitas sumber daya generasi muda, indikator utama yang seharusnya menjadi perhatian dan kajian kita adalah upaya membangun kualitas pola pikir dan kondisi psikologis generasi muda.

Bagaimanapun juga suatu keadaan yang memungkinkan generasi muda kita dapat berpikir bebas, bebas berkreasi dan bertindak, bebas berkembang, justru akan menjadikan mereka sebagai sumber daya manusia yang interpreneur dan innovator. Generasi muda juga dapat diandalkan sebagai penggerak utama proses transpormasi masyarakat yang efisien, dan efektif untuk membangun kualitas hidup masyarakat yang makmur, sejahtra dan tentram.

Sejalan dengan pemikiran di atas, maka upaya dalam mempersiapkan peran generasi muda sebagai sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan membangun kualitas hidup generasi muda sebagai penggerak pengelolaan potensi-potensi daerah. Upaya dalam membangun kualitas dan peran pemuda sebagai penggerak, inspirator dan motivator ini dilakukan dengan menerapkan program pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan wira usaha pemuda berbasis kawasan. Inti dari program pemberdayaan dimaksud adalah membangun kelompok-kelompok wira usaha pemuda yang sesuai dengan bakat dan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Sehingga, target sasaran dari bentuk penerapan program ini adalah terciptanya bentuk-bentuk wira usaha pemuda yang variatif dan berkesinambungan dengan peluang pasar yang luas.

Akan tetapi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tengah-tengah masyarakat khususnya para pemuda ternyata membutuhkan kerja keras dan keuletan. Hal ini dikarenakan kewirausahaan menyangkut spirit, etos, motivasi, pengetahuan dan keterampilan yang sesuai. Kewirausahaan jugamembutuhkan keuletan, ketangguhan, ketelatenan, dan keberanian untuk melakukan berbagai inovasi secara terus menerus dan juga daya dukung berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam membangun kewirausahaan pemuda tetap bertumpu pada pemikiran tersebut. Sehingga, untuk merumuskan strategi pemberdayaan wira usaha pemuda dengan sistem pemberdayaan berbasis kawasan. Strategi pemberdayaan ini dilaksanakan dengan langkah-langkah, sebagai berikut:

1. Membangun pola pikir maju pada generasi muda.

Terdapat beberapa permasalahan pemuda yang paling mendasar diantaranya pola pikir dan faktor psikologis yang berdampak pada melemahnya kualitas sumber daya pemuda Indonesia. Kondisi pola pikir yang serba instans, telah menyebabkan terpuruknya generasi muda kita pada keinginan untuk melakukan sesuatu hal yang besar tanpa berpikir untuk memulai dari hal yang kecil. Berdasarkan pemikiran di atas, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membangun potensi diri, membuka wawasan dan kesadaran berpikir serta  memberikan motivasi tentang pentingnya membangun kemandirian ekonomi bagi pemuda melalui diskusi-diskusi.

2. Menemukan potensi-potensi Sumber daya yang tersedia dan pola wira usaha yang sesuai.

Lemahnya kualitas berpikir, kurangnya wawasan  dan penghargaan bagi para pemuda serta dorongan faktor psikologi pada usia remaja, terkadang membuat para pemuda selalu berpikir instans. Kondisi ini berdampak pada hilangannya kemampuan pemuda untuk menemukan bentuk-bentuk usaha yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, untuk menemukan potensi-potensi sumber daya dan bentuk usaha yang sesuai dengan kondisi potensi sumber daya yang tersedia sangat penting dn strategis. Melalui pendataan potensi sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, telah dapat dirintis dan dibangun beberapa bentuk kegiatan usaha produktif  di berbagai wilayah kabupaten Lombok Timur.

3. Membangun dan meningkatkan kemampuan (skill)

Perlu disadarai bahwa sebagian besar pemuda kita berada pada kondisi dengan kemampuan wira usaha yang sangat kurang. Pada umumnya pemuda kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kreatifitas kerja yang produktif. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan para pemuda melalui kegiatan pelatihan-pelatihan.

 

Baca Juga :


4. Menggalang pendanaan mandiri secara swadaya.

Di samping bentuk langkah-langkah strategis di atas, penggalangan dana secara swadaya menjadi salah satu hal penting dalam membangun kemandirian pemuda. Dengan satu prinsip bahwa “ janganlah membiasakan untuk hanya memberikan pancing, tetapi ajarilah pemuda kita bagaimana cara membuat pancing”. Kemandirian usaha justru akan menciptakan sosok pemuda-pemuda yang dapat mencintai dan bertanggung jawab pada apa yang mereka lakukan. Sehingga, Peran bantuan dana akan sangat tepat diberikan sebagai usaha meningkatkan hasil produksi dan bukan sebagai langkah awal melakukan kegiatan.

5. embangun kerja sama antar wira usaha pemuda.

Salah satu strategi yang dilakukan dalam membangun kreatifitas kerja produktif adalah melalui kegiatan kerja sama antar pemuda. Pengembangan suatu bentuk kegiatan wira usaha pada suatu kawasan, dapat dikembangkan lagi di wilayah lain sesuai dengan keinginan para pemuda. Di samping itu, kerja sama juga dapat dibangun dengan cara saling membuka peluang pasar antarkelompok usaha berbeda dan dari wilayah yang berbeda.

6. Menciptakan peluang pasar yang baik.

Hal yang tetap menjadi perhatian dalam menentukan bentuk kegitan usaha produktif adalah peluang pasar yang luas dari hasil produksi. Sehingga, hingga saat ini, kegiatan peroduktifitas pemuda selalu sesuai dengan kebutuhan pasar baik lokal maupun manca negara.

7. Merangsang terbangunnya kelompok-kelompok wira usaha lainnya.

Tersediannya potensi sumber daya alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia pemuda yang sangat banyak dan pelung pasar yang terbuka lebar, merupakan dasar untuk terus melakukan upaya pengembangan wira usaha pemuda. Dengan menerapkan sitem jaringan dalam membangun kelompok-kelompok usaha pemuda secara berkelanjutan, baik pengembangan dari segi jumlah kelompok usaha pemuda maupun perluasan wilayah pengembangan.

Salah satu bidang kegiatan pemberdayaan pemuda yang harsus menjadi perhatian di kabupaten Lombok Timur adalah membangun ekonomi pemuda melalui kegiatan wira usaha produktif yang berbasis kawasan. Konsep pemberdayaan berbasis kawasan ini didasari oleh pemikiran bahwa tidak semua generasi muda memiliki potensi yang sama, dan tiap-tiap wilayah/kawasan tentunya memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda. Dengan upaya melakukan regenerasi pada beberapa bentuk wira usaha.

_By. Lalu Malik Hidayat_ () -03



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan