logoblog

Cari

Wisata Syariah, Pilihan Yang Menjanjikan

Wisata Syariah, Pilihan Yang Menjanjikan

Pertama kali saya mendengar tentang konsep wisata syariah, ketika Lombok berhasil memenangkang  World’s Best Halal Honeymoon Destination dan sebagai World’s Best

Opini/Artikel

Randal Patisamba
Oleh Randal Patisamba
01 November, 2016 23:59:21
Opini/Artikel
Komentar: 1
Dibaca: 55233 Kali

Pertama kali saya mendengar tentang konsep wisata syariah, ketika Lombok berhasil memenangkang  World’s Best Halal Honeymoon Destination dan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination di Abu Dhabi, UEA pada Oktober 2015 lalu. Tentunya ini sebuah prestasi yang sangat prestisius dan membanggakan. Ditengah persaingan berbagai daerah maupun negara-negara tujuan wisata dunia, Lombok mampu menunjukkan dirinya sebagai sebagai yang terbaik dan sesuatu yang berbeda dari para pesaingnya.

Wisata syariah tentunya sesuatu yang baru bagi sebagian masyarakat awam, termasuk saya yang selama ini hanya mengenal konsep wisata konvensional.

Namun dibalik itu ternyata ada juga yang terkecoh, baik yang pro maupun yang kontra (paranoid) terhadap konsep syariah.

Yang mendukung biasanya adalah mereka yang sangat peduli terhadap penerapan nilai-nilai Islam pada kehidupan sehari-hari. Mereka beranggapan bahwa konsep wisata syariah ini benar-benar murni dijalankan atas niat untuk menegakkan nilai-nilai Islam. Dan banyak di antara mereka yang mengira bahwa jika sebuah destinasi wisata sudah ditetapkan sebagai objek wisata syariah, maka semua unsur wisata pada tempat tersebut harus dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariah.

Sedangkan yang menentang adalah mereka yang suka paranoid atau takut tanpa alasan yang jelas terhadap istilah “syariah”. Mereka terkecoh karena berprasangka bahwa penerapan konsep syariah akan membuat hotel-hotel tidak bebas lagi menjual minuman keras, para karyawatinya harus berjilbab semua, pasangan yang menginap haruslah yang sudah menikah, dan seterusnya - dan seterusnya.

Semenjak awal 2000-an industri pariwisata dunia sudah mengarah ke syariah. Di dunia sudah ada beberapa istilah yang merujuk kepada pariwisata syariah. Misalkan di Malaysia menggunakan istilah Islamic tourism, di Uni Emirat Arab disebut sebagai Family Friendly Tourism, sementara di Jepang Halal Tourism.

Menurut Riyanto Sofyan (Presiden Direktur Arva Corporation) pada artikel " Menakar Kesiapan Industri Pariwisata Syariah" menjelaskan:

  • Data Thomson Reuters & Dinar Standard pada 2012 menyebutkan, sumbangan pasar pariwisata di dunia berasal dari masyarakat muslim, yakni di kisaran USD137 miliar atau sekitar 12,5% dari total pengeluaran pariwisata dunia.
  • Pada 2010, Singapura kedatangan wisatawan muslim sebanyak 3.260.815 orang. Capaian tersebut 28% dari total wisatawan manca negara yang datang ke Singapura, yaitu sebesar 11.638.663 orang. Tidak kurang dari 2.691 hotel dan restoran yang sudah disertifikasi halal. Singapura juga mempunyai undang-undang yang memberikan sanksi berat bagi restoran yang telah disertifikasi halal, tapi melakukan pelanggaran.
  • Pada 2010 Thailand kedatangan wisatawan muslim sebesar 2.476.690 orang. Jumlah tersebut 16% dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Thailand, yaitu 15.936.400 orang.Thai Airways catering memiliki the largest halal kitchen in the world . Sudah lebih dari 100 hotel & restoran yang besertifikat halal.
  • Pada 2010, Malaysia sudah mendapatkan 5.817.571 wisman muslim atau 24% dari total wisatawan mancanegara, yaitu 24.557.944 orang. Merupakan penghasil devisa kedua terbesar, yakni menghasilkan 56,4 miliar ringgit Malaysia atau sekitar USD18,8 miliar. Malaysia sudah mempunyai 366 hotel yang besertifikat Sharia Compliant dari majelis ulama setempat serta lebih dari 2.000 restoran besertifikat halal.

Data di atas menjadi bukti kuat bahwa prospek wisata syariah sangatlah menjanjikan dari segi bisnis. Dalam arti kata bahwa jika sebuah objek wisata menerapkan konsep wisata syariah, maka akan semakin banyak umat Islam yang tertarik untuk berkunjung ke sana. Karena lebih berorientasi pada bisnis, maka jangan heran jika konsep wisata syariah justru telah diterapkan oleh sejumlah negara yang pemerintahannya dikelola oleh pemeluk selain Islam. Saat ini, sudah ada beberapa negara yang menerapkan konsep wisata syariah, seperti Malaysia, Tailand, Korea Selatan, dan Jepang. Bahkan Singapore pun mulai serius menerapkan konsep ini, karena mereka sadar bahwa banyaknya wisatawan muslim yang datang ke negara mereka merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan.

 Menurut  Bapak Sapta Nirwandar, selaku Penasehat Kehormatan Kementrian Pariwisata Indonesia. Bahwa wisata syariah adalah sebuah extended service  atau sebagai alternatif pilihan. Jika sebuah destinasi ditetapkan sebagai daerah wisata syariah, maka yang diharapkan adalah makin banyak hotel berkonsep syariah, makanan halal, dan sebagainya di tempat tersebut. Dengan demikian, para wisatawan muslim yang berkunjung ke sana akan merasa lebih nyaman dan tenteram.

“Konsep wisata syariah sama sekali tidak bermaksud memaksa semua hotel, restoran, dan sebagainya untuk berkonsep syariah. Ini hanya soal pilihan. Jadi kalau tidak mau pun tidak apa-apa. Namun dari segi bisnis, konsep syariah ini sangat menjanjikan,” ujar Pak Sapta.

Saya sangat setuju dan mendukung sekali dengan komitmen Bapak Gubernur NTB Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A menjadikan NTB sebagai daerah “One Stop Tourism” di Indonesia serta fokus mengembangkan potensi keunggulan NTB di bidang wisata syariah. Ia mengatakan, jika merujuk kriteria wisata syariah, seperti makanan halal, penunjuk arah kiblat, dan tempat shalat, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat NTB yang memang mayoritas muslim. Hal ini dipertegas dalam Perda No. 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal yang meliputi destinasi, pemasaran dan promosi, industri, kelembagaan dan pembiayaan.  Dilain pihak pemerintah Pusat juga telah menetapkan NTB sebagai salah satu daerah tujuan favorit sebagai “ Muslim Friendly Destination”.

Yang menjadi catatan, wisata syariah tidak sekadar wisata religius yang mendatangkan wisatawan ke masjid dan tempat-tempat religius lainnya. Itu hanya bagian kecil dari wisata syariah. Wisata syariah juga seperti wisata lain yang pergi ke pantai, pegunungan ataupun tempat budaya lainnya. Terpenting, saat berkunjung ke tempat wisata, pelaku pariwisata bisa mendapatkan kepastian fasilitas yang kondusif, nyaman dan tenteram bagi muslim seperti fasilitas dan jadwal salat serta makanan minuman halal dan sebagainya.

 

Baca Juga :


Sekali lagi, wisata syariah adalah sebuah pilihan tepat yang pastinya memiliki nilai peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Diolah dari berbagai sumber:

-   https://www.dutaselaparang.com/blog/2015/09/21/ntb-siap-jadi-one-stop-tourism-wisata-syariah-di-indonesia/

-   http://nasional.sindonews.com/read/919675/18/menakar-kesiapan-industri-pariwisata-syariah-1415098793/10

-   m.dream.co.id/travel/news/lombok-jadi-satu-satunya-daerah-yang-punya-perda-wisata-halal--1608299.html

Sumber foto:

-   Islamic Centre; www.droneservicelombok.com

-   Rimpu; diyafram.com

-   Barapan Kebo; Farhan Syadli

-   Gendang Beleq; http://bagasrendragraha.student.umm.ac.id/



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM LENGGE

    KM LENGGE

    03 November, 2016

    NTB... SASAMBO,,,, Sasak Sumbawa Bima...


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan