logoblog

Cari

Tutup Iklan

Suling Dewa Punya Makna

Suling Dewa Punya Makna

KM. Sukamulia - Suling Dewa merupakan salah satu atraksi budaya masyarakat Sasak. Selama ini saya hanya mengetahui bahwa Suling Dewa hanya

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
06 Oktober, 2016 21:17:34
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 12484 Kali

KM. Sukamulia - Suling Dewa merupakan salah satu atraksi budaya masyarakat Sasak. Selama ini saya hanya mengetahui bahwa Suling Dewa hanya ada di Bayan namun setelah sering berkunjung ke Lendang Nangka maka sayapun mengetahui bahwa ternyata di Lendang Nangka juga terdapat Suling Dewa yang merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat Lendang Nangka.

Suling Dewa yang ada di Lendang Nangka terdiri dari tiga ukuran, yakni ukuran paling pendek 70 cm, ukuran sedang 1 meter dan ukuran paling panjang 1,5 meter. Sebagai kelengkapan permainan Suling Dewa, terdapat pula alat-alat music tradisional lainnya, seperti: gamelan, petuq, kenong, cemperang dan gong beleq. Kesemu alat music itu terdapat di Lendang Nangka dan diwariskan secara turun temurun oleh pewaris Puri Dalem Selaparang yang sekarang dijadikan sebagai sekertariat Rumah Peradaban Lendang Nangka.

Alat music tradisional  yang satu ini  (Suling Dewa) terbuat dari bambu yang pada setiap Suling Dewa terdapat 7 lubang yang terdiri dari sebuah lubang utama yang disebut selepers yang berfungsi sebagai lubang masuknya nafas sang peniup, pada bagian badan Suling Dewa terdapat enam lubang yang merupakan lubang yang akan dimainkan supaya telahir nada-nada yang ritmis.

Haji Lalu Yudi juga memberi tahu saya bahwa Suling Dewa bukan hanya sekedar seruling tanpa makna, pada bagian seruling itu terdapat makna yang sangat luhur. Suling Dewa menggambarkan tubuh manusia yang lubang utamanya (sleepers) melambangkan lubang mulut yang merupakan lubang keluar masuknya nafas dan apabila lubang itu tidak mengeluarkan nafa maka badan manusia hanyalah benda mati tanpa nyawa. Demikian juga dengan Suling Dewa, dimana sleepers merupakan lubang yang dijadikan sebagai tempat menghembuskan nafas oleh peniupnya. Hembusan nafas yang masuk lewat lubang tersebutlah yang akan menghasilkan nada yang ritmenya diatur menggunakan lubang lainnya. Dengan demikian, jika lubang tersebut tidak ada maka Suling Dewa tidak akan bisa berbunyi, demikian juga dengan manusi yang apabila mulutnya tidak ada maka manusia itu tidak akan hidup sebab lewat mulutlah tuhan meniupkan kehidupan pada manusia.

Pada bagian badan Suling Dewa terdapat enam buah lubang yang berfungsi sebagai tempat pengolahan tangga nada oleh pemainnya. Keenam lubang itu-lah yang kemudian membuat suara Suling Dewa berirama, lubang tersebut dinamakan penggetep. Enam lubang itu menggambarkan indra dan lubang pelengkap tubuh manusia. Keberadaan enam lubang itu sangat penting pula bagi kehidupan manusia, jika salah satu lubang itu tidak ada maka hidup manusia akan terasa kurang. Enam lubang yang dinggambarkan oleh lubang pada tubuh Suling Dewa itu adalah dua lubang hidung, dua lubang telinga, lubang kubul (venis/vagina) dan lubang dubur (anus).

 

Baca Juga :


Saya terkesima mendengarkan keterangan tersebut, sungguh luhur lokal genius nenek moyang nenek moyang kita sehingga pada alat music saja mereka menamkan nilai-nilai yang begitu luhurnya. Tidak salah jika kita harus terus menggali kemudian memaknai peninggalan-peninggalan sejarah budaya kita masing-masing sebab di dalam segenap tatanan budaya terdapat makna dan nilai yang sangat penting untuk kita ketahui agar supaya kita mengenal diri dan pencipta kita.

Ternyata wujud Suling Dewa memberikan kita pelajaran bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Indah dan sebagian dari keindahan-NYA itu digambarkan pada tubuh manusia. Bersyukurlah kita yang memiliki tubuh dengan indra yang lengkap. Allah menganugerahkan itu semua agar supaya kita gunakan dengan sebaik mungkin agar supaya hidup kita yang sementara ini berjalan dengan indah dan kelah diakhirat kita mendapatkan tempat yang layak di sisi-NYA.

_By. Asri The Gila_() -01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan