logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pengabdian Mahasiswa Kemana?

Pengabdian Mahasiswa Kemana?

Dunia mahasiwa memang adalah dunia yang sangat unik. Dunia yang tidak datang dua kali yang penuh dengan cerita dan perjuangan. Beberapa

Opini/Artikel

KM. Mutiara
Oleh KM. Mutiara
06 September, 2016 18:57:48
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5902 Kali

Dunia mahasiwa memang adalah dunia yang sangat unik. Dunia yang tidak datang dua kali yang penuh dengan cerita dan perjuangan. Beberapa cerita perjuangan mahasiswa kita menjadi sejarah panjang yang di titipkan oleh perkembangan zaman. Perjuangan-perjuangan itu kemudian menjadi torehan dan prestasi yang bisa dibilang dibanggakan. Memori sejarah tentu tidak bisa di tutupi, bagaimana kemudian semangat perjuangan para mahasiswa kita tahun 80an. Kemudian puncaknya beberapa kasus seperti revolusi tahun 1998.

 

Keberadaan mahasiswa hari ini menjadi point penting tentunya dalam perjalanan bangsa ini kedepan. Bergabai macam cara dilakukan, berbagai macam strategi di gunakan guna mendapatkan perhatian dari pemangku kebijakan di negara ini, baik itu dipihak eksekutif maupun di pihak legislatif.

Keberadaan para mahasiswa sebagai oto kritik atas kebijakan-kebijakan dari dua lembaga besar negara ini menjadi penting ketika itu sudah berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat banyak. Dalam berbagai lintas kelompok dan organisasi, para mahasiswa kita melakukan kajian dan diskusi dalam menilai bagaimana suatu kebijakan yang di keluarkan masih dalam koridor kepentingan rakyat ataupun kepentingan para elite semata.

 

Tahun demi tahun sudah terlewati, bangsa yang dulu masih dalam suasana kemerdekaan sudah berubah menjadi bangsa yang dewasa. Layaknya umur manusia, di umur 70 tahun ini bangsa kita tentu sudah menelan banyaknya pil pahit dan manis perjalanan bangsa ini. Tidak menjadi rahasia publik lagi tentunya, bangsa ini sudah menjadi bangsa yang mampu menatap masa depan dan berani bersandingan dengan negara-negara maju di dunia.

 

Lantas apa kemudian yang kini dilakukan mahasiswa kita? Umur bangsa sudah 70 tahun tentu memliki pengalaman se perjalanannya. Orde baru sudah terlewatkan, rexim 32 tahun penguasa negeri sang bapak pembangunan sudah tak ada lagi di bumi nusantara. Kemudian reformasi sebagai ide gagsan yang diinginkan kini sudah berumur 18 tahun lamanya.

 

Ide gagasan mahasiswa kita semasih dalam orde baru sungguh sangat luar biasa. Dengan gagasan dan ide-ide cemerlangnya mengantarkan Indonesia pada saat itu mampu dikenal dunia. Lantas ketika reformasi itu sudah bergulir, apa yang menjadi tujuan dari mahasiswa kita hari ini? Masih adakah pengabdian itu?

 

Pertanyaan demi pertanyaan tentu layak di layangkan, mengingat mahasiswa kita hari ini kehilangan arah. Pengabdian yang di dedikasikan untuk kepentingan rakyat semata seolah berubah dan kehilangan arah. Mahasiswa kita hari ini lebih terlihat dengan style kehidupan elit. Kehidupan dengan suasana mewah seakan menempel di karakter mahasiswa kita hari ini.

 

Miris memang kita lihat, jika sudah kaum cendikiawan muda kita sudah seperti ini lantas siapa lagi yang diharapkan oleh para kaum minoritas (buruh, tani, nelayan, kaum pinggiran kota). Apakah harapan mereka sudah pupus sampai disini. Lalu bagaimana keberlangsungan negara ini jika kaum muda yang seharusnya menjadi harapan namun meninggalkan kita semua.

 

Mahasiswa transformatif yang dulu tajam dalam mengkritik kebijakan elit para pemangku jabatan seakan hilang tenggelam. Pertanyaan yang muncul kemudian,  apakah ini terjadi akibat dari mahasiswa yang dulunya garang di lapangan menuntut kesejahteraan kini duduk manis menjadi icon pemegang kebijakan. Lantas apakah pengabdian itu di kembalikan kemereka?

 

Dalam aturan mahasiswa kita hari ini khsusnya yang masuk kedalam dunia aktivis, sikap senioritas tentu masih menjadi budaya yang mengakar di Indonesia. Patuh dan taat terhadap senior merupakan sebuah kewajiban seorang mahasiswa aktivis. Tidak terkecuali itu kebenaran ataukah kesalahan. Mematuhi dan mengikuti setiap perintah senior sebuah organisasi menjadi sebuah keharusan jika ingin masih tetap di anggap anggota maupun kader organisasi tersebut.

 

 

Baca Juga :


Beberapa organisasi kemahasiswaan di Indonesia merupakan catatan sejarah yang tak bisa terlupakan begitu saja. Keberadaan organisasi-organisasi ini adalah nilai tambah bagi mahasiswan itu sendiri secara individu. Organisasi ini memang merupakan saksi-saksi sejarah perkembangan bangsa. Ide dan buah pikiran merekalah bangsa Indonesia masih berdiri kokoh sampai saat sekarang ini.

 

Terus apa hubungannya organisasi ini dengan perkembangan pengabdian mahasiswa hari ini? Tentu ada kaitannya, anggota dan kader organisasi-organisasi ini banyak hari ini sebagai pemangku jawabatan publik, entah itu di lembaga eksekutif dan legislatif. Dampak yang terjadi adalah mahasiswa kita hari ini tidak berani melawan senior yang memangku jabatan tersebut. Sekali lagi jika kita berbicara soal ini,  bagaimana kemudian kita harus membuka pola berfikir mahasiswa kita hari ini.

 

Pengabdian mahasiswa kita yang seharusnya semata-mata menajdi oto kritik kebijakan yang tidak pro dengan kesejahteraan rakyat mau tidak mau harus terus di suarakan. Namun kenyataan hari ini, mahasiswa kita tumpul akan hal itu. Mereka lebih senang dengan program yang di berikan melalui kerjsaama instansi berupa sosialisasi, semianr kerjasama dan lainnya yang ujung-ujungnya adalah proyek untuk kelangsungan organisasi tersebut dan individu, namun nihil buat kepentingan rakyat.

 

Kita tidak bisa menolak tentunya jika sudah pembahasannya merujut kepada pragmatisme. Tentu tawaran demi tawaran akan dilakukan. Namun sikap ini kemudian yang menyebabkan karakter mahasiswa kita hari ini teracuni.  Jika sudah harapan terakhir rakyat sudah pupus seperti ini maka kemana lagi rakyat menggantungkan harapannya, lantas apakah akan berlangsung lebih baik bangsa kedepan, jika para calon setapet kedepannya sudah dicokoki dengan dunia kemewahan  dan pragmatisme dari masih menjadi mahasiswa.

 

Harapan kecil untuk mahasiswa kita hari ini tentu masih layak untuk di lakukan. Meskipun itu sangat kecil kemungkinannya namun tetap harus di lakukan. Diantara karakter mahasiswa kita yang penuh dengan tantangan global baik yang melalui internal dan eksternal harus dilawan bersama tentunya, tidak kemudian hanya di biarkan begitu saja.

 

Diantara karakter-karakter itu masih ada harapan yang tersembunyi yang kemudian hanya membutuhkan stimulan untuk merespon semua itu. Karakter mahasiswa hedonis, apatis, akademis maupun sampai dengan organisatoris akan menjadi harapan rakyat jika di bimbing melalui proses yang baik pula. Jika sebaliknya tentu akan kita dapat dampak keburukan pula.

 

Stimulan inilah yang harus tetap dilakukan hari ini, stimulan ini harus diberikan dengan bantuan semua elemen masyarakat untuk membangkitkan respon itu. Pengabdian mahasiswa yang sudah kehilangan arah ini, harus kemudian di belokkan kembali dengan bantuan masyarakat, sebab selama ini keberadaan masyarakatpun acuh tak acuh akan mahasiswa.

 

Jika tahun 1998 kerusuhan besar-besaran mendeklarasikan reformasi juga mendapat dukungan dari rakyat yang sudah lelah dengan orde baru, tentu jika hal demikian dilakukan masyarakat hari ini akan membangkitkan semangat itu lagi. Kehilangan pengabdian mahasiswa kita juga merupakan tanggung jawab mayarakat hari ini yang tidak mau tahu tentang keadaan bangsa ini. Jelas tentunya mahasiswa juga menganggap bahwa kehidupan rakyat sudah berjalan baik karena tidak melihat keterpurukan meskipun jika dikaji secara dalam kesengsaraan rakyat lebih banyak dari saat sekarang ini.

 

Maka dukungan semua pihak untuk menyadarkan mahasiswa kita hari ini tentu sangat dibutuhkan adanya, tidak kemudian hanya berdiam diri dan saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Sudah saatnya kita bersama bangkitkan semangat mahasiswa kita, calon generasi penerus kita estapet kepemimpinan selanjutnya, menyadarkan bahwa keberadaan mereka bukan kemudian hanya menyelesaikan study kemudian acuh dengan negara dan bangsa, melainkan tugas mereka mengawal kebijakan untuk kepentingan rakyat semua. () -03



 
KM. Mutiara

KM. Mutiara

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan