logoblog

Cari

Menerka Masa Depan NTB Dengan Gagasan

Menerka Masa Depan NTB Dengan Gagasan

Teori adalah pengalaman yang ditulis dan pengalaman adalah teori yang dipraktekan” ~ Badrul Munir ~ Berada di luar sistem bukan berarti kita

Opini/Artikel

KM. Ngguwu Mbojo
Oleh KM. Ngguwu Mbojo
24 Mei, 2016 11:15:30
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 14035 Kali

Teori adalah pengalaman yang ditulis dan pengalaman adalah teori yang dipraktekan” ~ Badrul Munir ~

Berada di luar sistem bukan berarti kita berhenti peduli terhadap pembangunan daerah. Justru berada di luar sistem membuat kita leluasa berpikir dan berbuat tanpa harus terikat dengan regulasi dan aturan yang kaku. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bapak Badrul Munir (Wakil Gubernur Periode 2008-2013). Meskipun tidak lagi menjabat, beliau tetap memberikan sumbangsih terbesarnya untuk kemajuan pembangunan NTB, baik berupa ide dan gagasan maupun yang bersifat moril dan materil. Maka tidaklah berlebihan jika saya menyebut beliau sebagai salah satu tokoh pembangunan NTB.

Beberapa tahun terakhir beliau cukup aktif terlibat dan penyumbang pemikirannya dalam pengembangan pembangunan daerah di NTB. Banyak ide dan gagasannya mengenai pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi kawasan, pariwisata, dan lain-lain yang tertuang dalam bentuk buku, setidaknya kurang lebih 10 buku yang sudah beliau tulis. Terakhir bukunya yang sudah dicetak adalah “Menyikapi Krisis Inovasi Daerah”.

Pada 2016 ini beliau sedang menulis dan menyelesaikan tiga buku yang cukup penting untuk pembangunan NTB. Yang pertama berjudul “NTB PUSAT PANGAN HALAL DUNIA” buku ini merupakan inovasi di sektor pertanian dan tanaman pangan. Kedua adalah “SAMOTA” (SALEH MOYO TAMBORA). Titik sentral pembangunan ekonomi Pulau Sumbawa ada di tiga kawasan ini. Teluk Saleh misalnya merupakan wilayah maritim yang kaya akan potensi laut. Moyo merupakan kawasan pariwisata yang juga diperhitungkan oleh dunia. Dan Tambora yang kaya akan sejarah, budaya, dan sumber daya alam. Dan yang ketiga adalah “PULAU SUMBAWA 2025” gagasan terakhir ini semacam mimpi yang ter-grend design yang terpeta dalam roadmap. Ini saya anggap sebagai buku besar tahapan-tahapan rencana kerja rinci yang menggambarkan tujuan yang ingin dicapai untuk masa depan Pulau Sumbawa. Meski gagasannya sepintas terlihat melangit, namun sangat membumi. Karena pada proses aktualisasinya sangat berdampak positif pada tingkat kesejahteraan rakyat dan kemajuan pembangunan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Baca Juga :


Beberapa daerah di NTB memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, tetapi tidak sejalan dengan perkembangan dan kemajuannya. Hal ini terkendala pada minim atau krisisnya inovasi daerah, sehingga pengelolaan sumber daya alam menjadi tidak efektif dan efesien. Seperti Singapura misalnya, mereka menjadi negara maju bukan karena sumber daya alam, melainkan karena sumber daya manusianya yang kreatif dan inovatif. Beberapa daerah di Indonesia juga banyak yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam, namun mereka mampu berinovasi pada sektor lain, misalnya dibidang jasa, industri kreatif, pendidikan, dan lain sebagainya. Potensi sumber daya alam yang berlimpah tidak akan tergarap dengan baik, jika tidak adanya kreatifitas dan inovasi dari pengelolanya. Sangat penting seorang pemimpin menjalankan pemerintahan dengan pengetahuan, karna dengan pengetahuanlah lahirnya kreativitas dan inovasi.

Ide dan gagasan ini tentu melalui banyak tahapan survei, analisis data informasi, dan perhitungan yang matang. Konsep ini tentu tidak hanya sekedar teori dan wacana belaka, tapi merupakan sebuah inovasi untuk kemajuan ekonomi yang tentunya harus didukung bersama, terutama para stekholder sebagai pengelola dan pelaksana pembangunan daerah. (Ardy) -030



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan