logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mangkir Kerja, Tiga Anggota DPRD Bakal Diproses BK

Mangkir Kerja, Tiga Anggota DPRD Bakal Diproses BK

Dompu – Sebanyak tiga anggota DPRD Dompu diketahui jarang masuk kantor. Belum diketahui secara pasti mengapa ketiganya tidak jarang masuk kantor,

Opini/Artikel

KM. Potu (KMP)
Oleh KM. Potu (KMP)
18 November, 2015 22:54:31
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5758 Kali

Dompu – Sebanyak tiga anggota DPRD Dompu diketahui jarang masuk kantor. Belum diketahui secara pasti mengapa ketiganya tidak jarang masuk kantor, ujar ketua Badan Kehormatan DPRD Dompu H. Didi Wahyudin, SE., di DPRD, Selasa kemarin.

Dari ketiganya tersebut, ada yang masuk kelap-kelip, namun ada juga yang sampai dua bulan. “Belum ada keterangan resmi dari ketiganya mengapa mereka mangkir dalam menjalankan tugasnya” kata H. Didi.

Terkait dengan salah satu anggota DPRD yang tidak masuk selama dua bulan yakni AF, H. Didi tidak tidak menampik bahwa sudah dua bulan AF tidak masuk kantor. “Dua bulan AF tidak masuk kantor” ungkap H. Didi.

Menyikap perihal persoalan AF, dirinya mengakui sudah pernah   menelpon yang bersangkutan beberapa kali, namun akhir-akhir ini Hp nya tidak aktif. Selain di telepon, BK juga pernah menyuratinya untuk menanyakan keadaannya, namun tidak ada jawaban.

“Untuk saat ini saya masih menggunakan pendekatan secara personal, belum ke partai, karena BK masih mengedepankan azas praduga tak bersalah” ujarnya.

 

Baca Juga :


Lanjutnya, kalau masih juga tidak ada balasan dengan upaya BK, maka saya akan datangi rumahnya untuk menanyakan secara langsung kepada keluarganya kenapa yang bersangkutan tidak pernah masuk kantor. “Insya Allah setelah reses saya akan mendatangi rumahnya” janji H. Didi.

Jika merujuk pada aturan yang ada, maka kita akan berbicara masalah sanksi, namun hal tersebut perlu dikomunikasikan dengan partainya, siapa tahu yang bersangkutan belum sepenuhnya memahami aturan yang ada di BK. 

“Kalau terus berbicara psikologis, maka sudah cukup, kalau masih diteruskan pasca upaya tadi (mendatangi rumahnya, red) maka akan menjadi perseden terburuk bagi lembaga ini. “Kita akan selesaikan secara baik berdasarkan aturan dan mekanisme yang berlaku” tandas H. Didi.() -01



 
KM. Potu (KMP)

KM. Potu (KMP)

Lahir dan besar di Potu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Senang menulis apapun secara bebas. Email : miftahulyani@gmail.com. Hp. 087866921180. Terinspirasi oleh KM. Bali 1.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan