logoblog

Cari

Tutup Iklan

Beragam Etnis dan Kuktur Budaya Pemicu Radikalisme

Beragam Etnis dan Kuktur Budaya Pemicu Radikalisme

Masyarakat Nusa Tenggara Barat merupakan masyarakat yang tergolong rawan konflik.  mulai dari konflik sosial agama bahkan juga pada peperangan antar suku

Opini/Artikel

rozi arianto
Oleh rozi arianto
06 November, 2015 19:17:31
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 12285 Kali

Masyarakat Nusa Tenggara Barat merupakan masyarakat yang tergolong rawan konflik.  mulai dari konflik sosial agama bahkan juga pada peperangan antar suku bahkan juga sesama suku, dilihat dari kultur budaya masyarakat. Sikap menang dan kalah sebagai konsep jati diri yang terlahir pada setiap kelompok, suku, agama. Nilai-nilai adat suku sasak seperti nilai ketahtaan. Bentuk kekerasan , bentrok, dan perkelaian sebagai bentuk untuk mempertahankan prinsip dan kultur budaya. Bentuk-bentuk konflik kultur budaya seperti Bentrok antara pemuda warga Lingkungan Tohpati dengan pemuda Warga Lingkungan Karang Mas-Mas, Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara. Kali ini korban jiwa meninggal dunia dari pemuda Lingkungan Tohpati, Dan penolakan jama,ah salafi oleh warga pejarakan

Nusa Tenggara Barat beragamam agama seperti agama islam, hindu, budha, dan Kristen, Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam (pulau Lombok juga dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid). Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini.

Kondisi masyarakat Nusa Tenggara Barat yang kerap menimbulkan konflik etnis di sebabkan oleh faktor pemicu yang sepele misal nya saja perkelahian pemuda. sehingga inilah yang merambat kesemua elemen masyarakat, masyarakat nusa tenggara barat khususnya kabupaten Lombok tengah merupakan daerah, perampokan, secara psikologis masyarakat Nusa tenggara Barat cepat terprovokasi oleh konsumsi-konsumsi isu-isu.

Masyarakat Nusa Tenggara Barat secara aspek agama dapat di picu dengan paham secara otentik bahwa ajaran agama yang di anutnya masih merasa paling benar mengganggap etnis agama lain sebagai kekafiran. Masyarakat Nusa Tenggara Barat secara umum lebih percaya sepenuhnya kepada tokoh agama seperti tuan guru, kiayi, ustad, dan lain-lain. Ketika ada nantinya tokoh agama yang menganut paham radikalisme dan terorisme kekawatiran kita pada pengaruh masyarakat yang mau tidak mau masyarakat menjadi bagian korban propaganda.

 

Baca Juga :


Solusi yang ditawarkan yaitu, Yang pertama Para elemen masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam mengantisipasi dan mengidentifikasi paham-paham radikalisme yang mencoba masuk pada wilayah masyarakat. Yang kedua Aparat kepolisian melakukan Sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana menfilter pemahaman radikalisme dan terorisme. Dan yang ketiga Generasi muda dapat memahami dan belajar mengetahui pengalaman-pengalaman dari etnis lain. [] - 01



 
rozi arianto

rozi arianto

NAMA ROZI ARIANTO,alamat tanak kaken desa bakan kecamatan janaperia kabupaten loten ,provinsi NTB dan sekarang tinggal di mataram sedang kuliah di IAIN MATARAM ,jurusan BKI..

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan