logoblog

Cari

Wujudkan Lotim Sebagai Kota Ramah Anak

Wujudkan Lotim  Sebagai Kota Ramah Anak

KM. Gerbang PaKar. Tanggal 23 Juli merupakan hari anak nasional dan setiap tahun diperingati secara Nasional di Indonesia. Secara nasional peringatan

Opini/Artikel

KM. Gerbang Pakar
Oleh KM. Gerbang Pakar
23 Juli, 2015 20:23:36
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 14284 Kali

KM. Gerbang PaKar. Tanggal 23 Juli merupakan hari anak nasional dan setiap tahun diperingati secara Nasional di Indonesia. Secara nasional peringatan hari anak nasional tahun 2015 diselenggarakan dua kegiatan besar yakni Temu Anak Indonesia di pusatkan di Jakarta dan Kongres Anak Indonesia yang dipusatkan di Batu Malang Jawa Timur.

Dua agenda besar nasional ini akan dikuti oleh perwakilan anak dari seluruh kabupaten/kota seindonesia. Untuk temu anak Indonesia LPA Lotim bekerjasama dengan pemda lombok Timur akan diwakili oleh ketua Forum anak Lombok Timur yaitu hidayatul Azqia siswi MAN 1 Selong kelas XI Agama dan Mutia Ayu Safitri siswi MAN 1 Selong kelas XI IPA, sedangkan untuk Kongres Anak akan diwakili oleh Ahmad Zainul Furqon siswa SMAN 1 Selong.

Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terpadat di propinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur rentan terjadinya berbagai tindak kekerasan terhadap anak.

Dalam kurun waktu 7 bulan sejak januari-Juli 2015 kasus kekerasan terhadap anak di Lombok Timur yang ditangani oleh LPA Lombok Timur cukup tinggi dengan modus tergolong berat seperti kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Ironisnya pelaku kekerasan seks terhadap anak dibawah umur adalah orang-orang yang seharusnya memberi perlindungan terhadap anak seperti Ayah, Paman, Kakek.

 

Judan Putrabaya, SH, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur menjelaskan, Dua kasus terakhir yang kini tengah diperoses adalah korban seksual yang menimpa anak berumur 12 tahun dengan tersangka kakek tiri korban. Yang paling memperihatinkan adalah pelakunya justeru anak dibawah umur yakni 13 tahun dengan korban Balita 3 tahun. Bercermin pada kasus diatas peran keluarga harus benar-benar hadir pada kehidupan anak-anak yang menjadi pewaris negeri ini.

Satu hal yang harus difahami oleh para orang tua adalah bahwa tidak semua pelaku anak dibawah umur dapat diselesaikan kasusnya melalui Diversi/musyawarah diluar peradilan. Sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa hanya perbuatan yang ancaman hukumannya di bawah 7 tahun yang dapat dimediasi secara Diversi dan itupun hanya untuk satu kali saja, sebab jika pelaku mengulangi perbuatan pidana maka Demi hukum pelaku dibawah umur tersebut tetap harus diperoses hukum.

Undang-undang 23 tahun 2002 tentang Undang-undang perlindungan Anak sebagaimana telah direvisi menjadi Undang-undang 35 tahun 2014 dalam pasal 76 D” Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain” perbuatan tersebut diancam dengan pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda 5 milyar rupiah(pasal 81 UU 35 tahun 2014).

Pasal 76 E “ Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan,memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk mencabuli atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul” ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun atau denda 5 milyar rupiah. Atas dasar itulah kasus yang dialami oleh saudara Juliadi tidak dapat dilakukan diversi sekalipun pelakunya anak dibawah umur karena ancaman hukuman atas perbuatannya di atas 7 tahun.

Judan Menambahkan, Selain modus di atas kasus yang cukup tinggi yang menimpa anak-anak di Lombok timur adalah Anak Bermasalah dengan Hukum atau ABH, dengan modus terlibat pencurian dan Pelanggaran Lalu lintas seperti menabrak dengan korban meninggal dunia.

 

Baca Juga :


Kecuali itu kekerasan terhadap anak juga masih ditemukan dibeberapa sekolah dengan pelaku oknum guru dengan modus memukul siswa/siswi sampai meninggalkan bekas.

Dari gambaran di atas maka momentum Hari anak Nasional tanggal 23 Juli 2015 tahun ini kita jadikan sebagai wahana untuk mempersiapkan diri mulai dari lingkungan keluarga, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat,Aparat penegak hukum, lingkungan pendidikan terutama pemerintah Daerah Lombok Timur agar setiap sudut kota didaerah ini, setiap lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Sehingga jika sudah demikian maka semua anak-anak di Lombok Timur tidak lagi dihantui oleh perasan takut, lebih-lebih akhir-akhir ini kasus penculikan anak sudah terjadi dimana-mana.

Lahirnya Kampung, Desa dan Kabupaten Ramah anak merupakan impian anak-anak lombok Timur dan karenanya semua pihak wajib untuk mewujudkannya.Kita tidak ingin anak-anak Lombok Timur merasa tidak aman di lingkungannya sendiri.

Rasa nyaman dan aman merupakan prasyarat bagi setiap orang terutama bagi anak-anak untuk dapat dengan bebas mengembangkan potensi dirinya dalam rangka tumbuh kembang secara wajar sebagaimana layaknya kebutuhan seorang anak.

Jika lingkungan masih menjadi ancaman bagi peroses tumbuh kembang anak, maka jangan ada yang mimpi bahwa anak-anak akan tumbuh dan berkembang secara maksimal dan begitu pula jangan berharap Sumber Daya Manusia Lombok Timur akan bisa tingkatkan.

Orang tua sebagai guru utama dan pertama bagi anak memiliki peran yang sangat sentral dalam mengawal tumbuh kembangnya anak, pembiaran seorang anak menikah dalam usia yang sangat kecil ( Bawah 18 tahun ) merupakan persoalan tersendiri yang tak akan bisa di minimalisir kecuali para orang tua menyadari bahwa Pernikahan Dini tidak berdampak positif bagi kelangsungan hidup putra putrinya malah justru berakibat sebaliknya.

Tidakkah semakin bertambahnya angka kemiskinan di Kabupaten lombok Timur sebagian besar disumbangkan oleh karena tingginya angka pernikahan anak di bawah umur di Lombok timur dan bahkan menjadi peringkat pertama tahun 2014 secara nasional sebagai kabupaten dengan angka pernikahan anak dibawah umur tertinggi di Indonesia.

Selamat ulang Tahun anak-anak Lombok Timur dan selamat Ulang Tahun anak-anak Indonesia.....dipundakmu masa depan bangsa ini disandarkan. () -01



 
KM. Gerbang Pakar

KM. Gerbang Pakar

Kampung media Gerbang Patuh Karya, berlokasi di ujung timur pulau Lombok, sesuai dengan namanya Gerbang Patuh Karya, merupakan Gerbang memasuki pulau Lombok, dari ujung timur. KM-Gebang Patuh Karya resmi terbentuk pada 9 November 2011. Dengan Kepengurus

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan