logoblog

Cari

Ngabuburit Dalam Sejarah Kebudayaan

Ngabuburit Dalam Sejarah Kebudayaan

KM Gempar. Ngabuburit adalah kata yang familiar di Bulan Ramadhan. Ngabuburit diartikan sebagai aktifitas sembari menunggu waktu berbuka puasa pada sore

Opini/Artikel

KM. Gempar
Oleh KM. Gempar
04 Juli, 2015 04:03:32
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 49860 Kali

KM Gempar. Ngabuburit adalah kata yang familiar di Bulan Ramadhan. Ngabuburit diartikan sebagai aktifitas sembari menunggu waktu berbuka puasa pada sore hari. Berbagai kegiatan kegiatan yang dilakukan muda mudi bahkan orang dewasa untuk meramaikan Bulan suci Ramadhan. Ini tentunya mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat.

Dari zaman dahulu, ngabuburit sudah akrab dengan masyarakat hingga menjadi suatu budaya yang pantas dilestarikan. Tentunya kita semua bertanya tanya, apa sih sebenarnya ngabuburit tersebut ?.
Kata ngabuburit sebenarnya berasal dari bahasa sunda yang artinya sore. Dan ngabuburit artinya menghabiskan waktu hingga menjelang waktu Adzan Maghrib datang, ringkasnya menunggu saat berbuka puasa. Ngabuburit dalam konteks kebudayaan yakni menabuh beduk secara bersama-sama menjelang waktu berbuka puasa. Pada umumnya  tidak dilakukan oleh satu orang namun dilakukan oleh 2 sampai 3 orang dengan irama-irama yang bervariasi serta diiringi dengan sholawat yang menandakan keagungan Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan. Tentunya berbeda dengan sekarang. Semua hal yang dilakukan pada sore hari dikatakan sebagai ngabuburit. Ada yang ngumpul ngumpul, ikut acara musik dan sebagainya. Padahal ngabuburit yang sebenarnya sudah jarang di lakukan. Bahkan terbilang bahwa budaya ngabuburit sudah tak ada lagi akibat dari tenggelamnya budaya menabuh beduk di sore hari.

Di kampung kampung, ngabuburit yang sebenarnya masih bertahan. Ketakutan dari pemuka adat jika remaja remaja masa kini tidak memperdulikan budaya yang sudah mentradisi, maka tentunya tradisi atau budaya tersebut akan punah. Kita ketahui bersama, pada Bulan suci Ramadhan, ngabuburit sering diramaikan dengan bunyi bunyian kembang api, mercon dan sejenisnya. Secara sadar kitapun tahu bahwa bermain mercon tersebut sangatlah berbahaya bahkan sering menimbulkan musibah serta selalu mendapat larangan dan tantangan dari berbagai pihak. Namun hal ini dikatakan sebagai ngabuburit, adakah budaya islami yang berbahaya ? itulah pertanyaan yang pas dalam menyikapi hal tersebut.

 

Baca Juga :


Marilah sama sama kita jaga dan lestarikan budaya ngabuburit yang sebenarnya agar generasi generasi yang akan datang bisa menikmati budaya budaya islami yang tentunya mengandung nilai sejarah yang kuat mengingat bahwa ngabuburit sudah menjadi sebuah budaya umat muslim di Tanah Air jika sore hari ditandakan dengan menabuh beduk diiringi sholawat yang merdu sembari menunggu waktu berbuka puasa. () -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan