logoblog

Cari

Mulsa Hitam Tidak Efektif Untuk Pertumbuhan Tembakau

Mulsa Hitam Tidak Efektif Untuk Pertumbuhan Tembakau

KM. Pohgading_Timur. Mulsa merupakan suatu material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat

Opini/Artikel

KM Pohgading Timur
Oleh KM Pohgading Timur
13 Mei, 2015 08:30:37
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 61123 Kali

KM. Pohgading_Timur. Mulsa merupakan suatu material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan materialnya yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik.

Mulsa organik berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman seperti jerami dan alang-alang. Mulsa organik diberikan setelah tanaman atau bibit ditanam. Keuntungan mulsa ini adalah lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik pada tanah.

Mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar/tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik adalah Mulsa Plastic, mulsa plastik hitam perak atau karung. Mulsa ini dipasang sebelum tanaman/bibit ditanam, lalu dilubangi sesuai dengan jarak tanam.

Pada lahan rawa pemanfaatan mulsa belum banyak dilakukan.

Salah satu upaya mengatasi masalah kekeringan yaitu dengan penggunaan mulsa. Bahan yang bisa dijadikan mulsa antara lain mulsa plastik untuk yang anorganik, atau mulsa alang-alang, brangkasan palawija untuk organik. Pada  saat ini masyarakt sukamulia kebanyakan menggunakan mulsa plastik hitam untuk mengatasi kekeringan.

Kekurangan informasi dari para PPL yang ada di kecamatan Pringgabaya Warga Sukamulia Desa Pohgading timur mengalami kesalahan yanga sangat patal dan tidak tepat guna dalam menggunkan mulsa pelastik hitam (MPH), kerusakan yang sangat patal dan tidak tepat guna inilah yang di alami oleh masyarak sukamulia karna struktur tanah yang lembab mereka berikan mulsa dan akhirnya tanaman yang di tanam tidak bisa tumbuh degan baik.

Tidak seperti masyarakat yang menggunakan mulsa organik dari jerami pertumbuhan tanaman tembakau sangatlah baik ketika berusia 14 hari setelah tanam rata-rata panjang  tanam tembakaunya 30,4 cm dan memliki daun 12 helai yang tebal dan berair sedangkan batang yang begitu berisi. Dibandingakan dengan yang menggunakan mulsa anorganik dari Mulsa pelastik hitam ini pertumbuhan tanaman tembakau para petani yang menggunakanya, pertumbuhan tembakaunya tidak seprti yang diharapkan ketika berusia 14 hari setelah tanam rata-rata panjang tembakaunya 19,3 cm, memiki daun 10 helai yang kurus dan berwarna kekuningan sedangkan batangnya kurus dan tidak kokoh.

 

Baca Juga :


Setelah dilihat dan diamati, ada beberapa factor penyebab tidak baiknya pertumbuhan tembakau warga sukamulia  menggunakan mulasa pelastik hitam ini tidak cocok dengan tektur tanah yang lembab seperti tektur tanah pertanian yang terdapat di dusun sukamulia. Kelembaban ini memicu pertumbuhan tembakau tidak bagus jika menggunakan mulsa pelastik hitam. Selain itu pertukaran udarapun tidak bisa terjadi sehingga pertmbuhan tanaman tembakau masyarakat sukamulia mengalami pertumbuhan yang tidak baik.

Ada baiknya dalam penggunaan MPH ini yaitu pertumbuhan gulma yang di tekat tidak seperti menggunakan mulsa organic.() -01

By: Badri_asa

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan