logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dahsyatnya Letusan Samalas

Dahsyatnya Letusan Samalas

KM. Sukamulia – Setelah 8 abad lamanya terkubur, ahirnya nama Samalas membuming jua. Berdasarkan hasil penelitian Franck Lavigne diketahui bahwa Letusan

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
28 Maret, 2015 21:51:21
Opini/Artikel
Komentar: 2
Dibaca: 6955 Kali

KM. Sukamulia – Setelah 8 abad lamanya terkubur, ahirnya nama Samalas membuming jua. Berdasarkan hasil penelitian Franck Lavigne diketahui bahwa Letusan Samalas adalah letusan yang maha dahsyat (ledakan termegah) dan bahkan letusan gunung Samalas diperkirakal dua kali lebih dahsyat dari letusan Gunung Tambora yang terjadi pada tahun 1815 dan delapan kali lebih dahsyat dari ledakan Gunung Kerakatau yang meletus pada tahun 1883.

Samalas adalah nama sebuah gunung yang berada dalam gugugusan Gunung Rinjani. Gunung itu diperkirakan meletus pada bulan Mei tahun 1257 dan menyisakan kawah besar yang kini kita kenal dengan nama Danau Sagara Anak. Selain itu, letusan Samalas juga menyisakan abu kimia yang terdapat di Kutub Utara dan Antartika. Sungguh luar biasa, coba kita bayangkan betapa dahsyatnya letusan itu sehingga abu vulkanis dan matrialnya sampai hingga ke kedua kutub pelanet bumi.

Ada tiga hal/sumber yang menjadi petunjuk dasar ditemukannya keberadaan Gunung Samalas yang berada di bumi Lombok. Sumber pertama adalah ditemukannya abu kimia di kedua kutub bumi oleh para peneliti geologi Eropa yang setelah diadakan penelitiah maka abu kimia itu memiliki kesamaan dengan sisa-sisa letusan gunung di sekitar wilayah Gunung Rinjani. Sumber kedua adalah adanya kepundan atau sisa kawah gunung purba yang saat ini dikenal dengan nama Danau Sagara Anak dan Sumber yang ketiga adalah catatan yang terdapat pada beberapa butir Babad Lombok yang menceritakan tentang dahsyatnya letusan Samals. Ketiga sumber itulah yang kemudian menjadi acuan para peneliti dari Eropa dan peneliti dari berbagai belahan dunia sehingga pada bulan September 2013 ditemukan suatu kesimpulan bahwa Letusan Samalas adalah letusan terdahsyat di dunia yang melebihi dahsyatnya letusan Tambora, Kerakatau dan Toba.

Hingga saat ini nama Samalas masih asing di telinga masyarakat Lombok pada khususnya dan bahkan belum begitu dikenal oleh dunia. Namun sesungguhnya nama Samalas telah tertuang di dalam Babad Lombok butir 274 dan 275. Kedua butir Babad Lombok ini menceritakan dan mengambarkan betapa dahsyatnya letusan Gunung Samalas yang karena letusan itu pulau Lombok porakporanda dan menyebabkan ketakutan yang sangat mendalam bagi masyarakat Sasak yang hidup pada masa itu. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah bunyi kedua butir tersebut:

Butir 274. Gunung Renjani kularat, miwah gunung SAMALAS rakrat, balabur watu gumuruh, tibeng desa Pamatan, yata kanyut bale haling parubuh, kurambangning sagara, wong ngipun halong kang mati (Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung SAMALAS runtuh, banjir batu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah-rumah roboh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati).

Butir 275. Pitung dina lami nira, gentuh hiku hangebeki pretiwi, hing leneng hadampar, hanerus maring batu Dendeng kang nganyuk, wong ngipun kabeh hing paliya, saweneh munggah hing ngukir (Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebgian lagi naik ke bukit).

Mengacu dari kedua butir Babad Lombok di atas maka jelaslah bahwa letusan Gunung Samalas sangatlah dahsyat, dimana letusan itu terjadi selama tujuh hari tujuh malam yang menyebabkan bumi Sasak luluh lantak dan masyarakatnya dicekam ketakutan sehingga mereka berlari (mengungsi) untuk menyelamatkan diri. Jika kita mengkaji lebih detail maka penjelasan kedua butir itulah yang kemudian menyebabkan banyaknya peninggalan sejarah Lombok terkubur akibat letusah Samaslas.

 

Baca Juga :


Sebelum Franck Lavigne menemukan kesimpulan tentang ledakan Samals, nama Samalas hampir tidak diketahui oleh orang luar ataupun masyarakat Lombok sendiri. Setelah penelitian Franck berahir, nama Samalas mencuat dan dahsyatnya letusan Tambora, Kerakatau, dan Toba terkalahkan sehingga saat ini Letusan Samalas tercatat sebagai LETUSAN TERDAHSYAT di dunia. Bagaimana tidak, para peneliti dari Eropa memperkirakan bahwa letusan Samalas mencapai ketinggian 40 kilometer ke angkasa sehingga abu vulkanisnya mencapai kedua kutub bumi.  Bahkan letusan Gunung Samalas dituding sebagai penyebab perubahan iklim mendadak di abad pertengahan untuk wilayah Eropa dan sekitarnya, selain membuat banyak orang yang meninggal, suhu pada saat itu turun drastis dan banyak petani yang mengalami gagal panen di berbagai belahan dunia. Begitu dahsyatnya letusan itu kemudian menyebabkan Gunung Samalas runtuh dan hanya menyisakan kadera yang sekarang dikenal dunia dengan nama Danau Sagara Anak yang merupakan salah satu bagian dari Keajaiban Dunia.

Di temukannya Samalas menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi penulis, masyrakat Lombok, NTB dan bahkan menjadi kebanggan nasional. Ternyata, NTB memiliki dua buah gunung yang tercacat sebagai gunung yang letusannya terdahsyat di dunia. Sebentar lagi acara Tambora Menyapa Dunia akan diselenggarakan dan penulis berharap, suatu saat acara serupa bisa dilaksanakan untuk memperingati betapa dahsyatnya letusan Gunung Samalas yang berada di tanah Lombok Mirah. [] 03

_By. Asri The Gila_

 

 



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    30 Maret, 2015

    Luar biasa, pelungguh sangat berbakat menjadi peneliti manuskrif bahkan juga berbakat menjadi pewacan di lombok tengah.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      31 Maret, 2015

      Sanak Habib jak ada-ada saja,,, tg ini hanyalah pencinta gumi Sasak dan olehsebab itulah tg berusaha semaksimal mungkin untuk terus memperomosikan kekayaan wisata alam, wisata sejarah dan budaya yang ada di bumi Lombok yang kita cintai ini. Tg tidak bisa apa-apa sanak, hanya inilah kemampuan tg untuk membangun tanah yang kita cintai ini.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan