logoblog

Cari

Bisakah Kita?????

Bisakah Kita?????

          Apakah anda seorang guru yang baik? Kalimat awal yang tertulis di buku ini membuatku tertarik untuk membacanya.

Opini/Artikel

ernawati
Oleh ernawati
03 Maret, 2015 10:23:32
Opini/Artikel
Komentar: 2
Dibaca: 10146 Kali

          Apakah anda seorang guru yang baik? Kalimat awal yang tertulis di buku ini membuatku tertarik untuk membacanya. Buku  yang ditulis oleh LouAnne Johnson ini yang konon katanya menjadi best seller dan memberikan banyak inspirasi membuatku sayang untuk melewatkan membacanya. Melihat judul – judul yang tertulis dalam bab lain membuatku membulatkan tekad untuk membaca buku ini sampai habis. Walaupun baru membaca bab awalnya, aku ingin membagi apa yang kudapatkan dari buku ini pada yang lain terutama yang memiliki profesi sama  denganku yakni guru karena siapa tahu ada banyak hal – hal menarik yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita sebagai seorang pendidik. Dan isi dari bab – bab yang lain akan coba ku bagi di tulisan – tulisanku mendatang.

          Bagaimana saya tahu bahwa saya sebenarnya adalah guru yang baik? Dapatkah saya belajar untuk menjadi guru yang baik? Atau apakah ini adalah bakat yang harus dimiliki dari lahir? Pertanyaan – pertanyaan ini sering kita tanyakan pada diri kita sendiri sebagai seorang guru. Dan kadang jawaban yang muncul tidak memuaskan kita.

          Mengajar adalah profesi yang paling indah di dunia. Guru dapat memberikan kontribusi secara langsung bagi perkembangan sebuah negara bahkan dunia. Mengajar adalah pekerjaan yang sulit dan menantang dan juga memberikan kesempatan yang tiada habisnya untuk berkembang. Mengajar atau tidak mengajar? Ini adalah pertanyaaan yang membingungkan banyak orang. Sejauh ini, kita banyak mengenal orang – orang cerdas dan energik yang telah menghabiskan waktu selama lima tahun atau lebih untuk mendapatkan gelar sarjana dan izin untuk mengajar, lalu berhenti mengajar setelah satu atau dua tahun dengan berbagai alasan.

          Berhubungan dengan para siswa membutuhkaan banyak sekali persediaan kesabaran dan kebijaksaan. Mungkin terdengar lucu jika dikatakan bawa kita harus seperti anak – anak jika berencana untuk mengajar di sekolah, tetapi tampaknya banyak orang yang mengabaikan fakta ini sehingga tidak salah bila dikatakan bahwa mengajar itu ibarat menjaga bayi dengan buku. Para siswa yang mengganggu dan tidak memiliki rasa hormat karena mengalami tekanan  dan tantangan emosi, mental dan fisik yang dapat mempengaruhi perilaku dan kemampuan belajar mereka merupakan keluhan yang sering terdengar di kalangan para guru. Setiap waktu istirahat kadang ada beberapa guru yang mengeluh tentang siswa yang mereka anggap sebagai “musuh” dalam kelasnya. Waktu itu mereka pergunakan untuk menyusun strategi perlawanan terhadap “musuh” tersebut. Guru – guru ini bukanlah orang – orang yang jahat, tetapi mereka adalah orang dewasa yang sudah lupa dengan masa kecil mereka sendiri. Kebanyakan guru menginginkan berdiri di depan kelas yang tenang dan teratur, menghadapi lautan wajah kecil yang tenang, mengagumi gurunya, patuh dan manis. Namun, ketika wajah – wajah manis tersebut berubah menjadi berisik, berantakan, tidak bisa di atur dan terkadang menyakitkan hati, para guru menjadi kaget.Beberapa di antaranya tidak dapat bertahan. Mereka membangun tembok pembatas yang sangat tinggi dengan siswanya sebagai cara untuk melampiaskan fantasi mereka yang tidak mungkin menjadi kenyataan.

          Selain sisi yang tidak menyenangkan tadi, dalam mengajar juga ditemukan lebih banyak sisi yang menyenangkan bahkan bisa terkenang sampai akhir hayat. Guru akan merasakan kegembiraan dan kebahagiaan luar biasa ketika salah satu atau beberapa siswanya yang telah lalu menyadari bahwa guru  mereka telah banyak memberikan inspirasi dan motivasi bagi mereka sehingga suatu hari mereka akan mendatangi kelas yang kita ajar kemudian memeluk kita dan berterimakasih dengan menangis haru. Apa yang kita lakukan? Tentu saja kita akan larut dalam keharuan tersebut bahkan tanpa sadar akan meneteskan airmata. Kemudian saat pulang ke rumah, perasaan ini akan dibagi dengan teman – teman dan keluarga. Bahkan saat menjelang tidur perasaan ini akan terus ada sehingga hal terakhir yang kita pikirkan adalah saya telah melakukan hal yang baik dengan membantu seorang anak menjadi orang dewasa yang sukses. Pada malam itu, kita akan tertidur dengan mimpi yang indah.

Pada dasarnya guru itu terbagi menjadi tiga bagian dasar yaitu super, excellent dan good. Pada tingkatan yang mana kita berada, itu tergantung kontribusi yang telah, sedang dan akan kita berikan pada profesi kita sebagai guru. Mengajar dengan super membutuhkan energi fisik, emosi dan mental yang tinggi. Guru – guru super biasanya tiba di sekolah lebih awal dan pulang paling akhir. Mereka juga selalu mengembangkan kemampuan diri mereka, sukarelawan bagi kegiatan para siswa, dan membberikan diri mereka bagi para siswa yang membutuhkan bantuan ekstra di dalam maupun di luar sekolah. Guru super menikmati hubungan yang solid dengan para siswanya sehingga mereka tidak terlalu terfokus pada berapa banyak waktu dan energi yang digunakan untuk mendisiplinkan siswanya karena disiplin itu akan dibentuk siswa secara sendirinya. Sayangnya, jika mereka tidak memiliki cadangan energi yang luar biasa dan mengagumkan atau jika mereka tidak berusaha “meremajakan diri” mereka sendiri secara teratur, para guru super tersebut akan merasakan kelelahan yang luar biasa. Mengajar dengan super membutuhkan dukungan fisik dan mental yang sangat besar, sehingga jangan terlalu memaksakan diri. Jika tidak dapat menjadi guru super, guru yang excellent atau good juga bisa menjadi pencapaian yang sesungguhnya.

 

Baca Juga :


Guru – guru yang excellent menikmati pekerjaan mereka, tetapi mereka membatasi jumlah waktu dan energi yang mereka berikan untuk mengajar. Mereka peduli dan melakukan yang terbaik bagi para muridnya.tetapi tidak mengorbankan kebutuhan keluarga mereka sendiri. Para guru excellent juga bekerja lembur karena untuk mengajar yang baik dibutuhkan sejumlah waktu lembur yang gtidak dibayar, tetapi mereka memberikan batasan waktu lembur yang mau mereka kerjakan. Mengajar dengan excellent membutuhkan pengeluaran energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan mengajar super, tetapi mengajar dengan excellent tetap dapat membuat lelah jika tidak berhati – hati. Ingatlah, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Jika dirasakan kita tidak dapat mengatasi masalah mengajar seperti yang diperkirakan terutama pada tahun – tahun awal, dengan hanya menguasai dasar mengajar yang baik sudah merupakan pencapaian yang penting dan para siswa tetap akan tumbuh di dalam kelas yang para gurunya baik.

Guru yang good mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik, tetapi mereka memahami batasan mereka sendiri. Mereka membuat batasan yang sangat jelas antara profesionalitas dan waktu pribadi. Mrereka memperlakukan siswa dengan semestinya dan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa semua siswanya mempelajari materi yang disyaratkan untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Tetapi, mereka tidak merasa berkewajiban untuk menyelamatkan siswanya satu persatu. Para guru yang good tiba di sekolah cukup awal untuk mempersiapkan diri, tetapi mereka tidak menawarkan kunjungan ke rumah ataupun jam istirahat mereka. Para guru yang good memelihara energi emosional dan mental mereka sebagai akibatnya mereka sering menikmati karir mengajar yang panjang dan menarik. Mereka adalah guru yang dengan sedihnya melambaikan tangan perpisahan kepada para guru yang super dan excellent yang telah menilai terlalu tinggi sumber daya personal mereka dan meledak setelah beberapa tahun mengajar dengan kecepatan tinggi.

Tanpa memandang apakah kita guru super, excellent ataupun good, kita tetaplah seorang pendidik yang memberikan kontribusi kepada masyarakat dan menjalankan tugas mulia dan memberikan pembentukan masa depan negara kita. Selain diri kita sendiri dan para siswa serta rekan sejawat, tak seorangpun yang tahu berapa bayak energi yang kita berikan untuk pekerjaan kita. Tetapi, kita menjadi seorang guru bukanlah untuk mendapatkan suatu penghargaan dari orang banyak. Kita mengajar bukan karena keinginan gengs, tetapi kita mengajar karena kita yakin bahwa inilah yang terpenting. Mengajar diumpakan seperti berlari maraton sendiri dalam kegelapan. Tidak banyak yang tahu apa yang sebenarnya kita lakukan dan mereka yang tahupun kadang tidak memberikan perhatian. Namun kita dapat menikmati kepuasan dan kegembiraan jika pertandingan telah selesai dan kitalah yang menjadi pemenang sesungguhnya. [] - 05



 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Kampung Media

    Kampung Media

    03 Maret, 2015

    Terimakasih telah bergabung menjadi warga kampung media. Disarankan untuk mencantumkan alamat email dan nomor kontak pada kolom "Biografi Singkat" di ruang Profil anda. Terimakasih dan salam dari kampung


  • KM. Puspalaya

    KM. Puspalaya

    03 Maret, 2015

    luar biasa...saluuutttttt, dalam jangka kurang setahun banyak kemajuan yang terjadi pada kualitasmu sebgai pendidik..sukses, i will support u always..


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan