logoblog

Cari

Tutup Iklan

Karakteristik Manusia Indonesia

Karakteristik Manusia Indonesia

KM. Sukamulia – Artikel kali ini akan memaparkan mengenai karakteristik umum masyarakat Indonesia sebagai renungan atau mawas diri kita selaku masyarakat

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
30 Januari, 2015 09:49:17
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 39493 Kali

KM. Sukamulia – Artikel kali ini akan memaparkan mengenai karakteristik umum masyarakat Indonesia sebagai renungan atau mawas diri kita selaku masyarakat Indonesia demi terwujudnya Manusia Indonesia Seutuhnya sebagiamana yang dicita-citakan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Rencana Pembangunan Nasional. Kekurangan dan kelebihan sifat dan mentalitas budaya kita kirnya dapat dipakai untuk menuju cita-cita bangsa Indonesia yakni teciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sehingga kita dapat memilih mana yang baik dan meninggalkan mana yang tidak baik.

Pola sikap dan tingkah laku masyarakat suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor lingkungan hidup (lingkungan alami maupun lingkungan sosial), faktor keturunan, faktor pengalaman, serta faktor pendidikan dan pengetahuan yang diperolehnya. Lingkungan hidup itulah yang kemudian membentuk karakter masyarakat suatu bangsa dan itulah yang kemudian dianggap sebagai ciri khas/karaktristik bangsa tersebut. Secara ringkas penulis akan menjabarkan beberapa ciri-ciri atau karaktristik masyarakat Indonesia, diantaranya adalah:

  1. Hipokritis, ciri ini sangat menonjal dan bahkan begitu melekat dalam sebagian besar jiwa manusia Indonesia. Hipokritis artinya berpura-pura, lain di mulut lain di hati, lain di muka lain di belakang merupakan ciri utama manusia Indonesia sejak lama. Karakter ini melekat dalam diri manusia Indonesia karena mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan asing, terutama pada saat penguasaan bangsa Belanda dan koloni-koloninya. Awalnya karakter Hipokritis ini mucul karena masyarakat Indonesia berusaha menyembunyikan apa yang sebenarnya dikehendakinya karena mereka takut akan dihukum oleh kolonialisme pada saat itu, namun dalam tahap perkembangannya kebiasaan berpura-pura ini melekat pada jiwa sebagian besar manusia Indonesia hingga saat ini. Jika anda tidak percaya, maka cobalah amati rekan-rekan kerja yang sekantor dengan anda, amatilah keluarga dan masyarakat yang ada di sekitar anda.
  2. Enggan Bertanggung Jawab, ciri khas/karaktristik kedua dari manusia Indonesia adalah enggan mempertanggung jawabkan perbuatan, keputusan, kelakuan, pikiran dan lainnya. Karakteri ini dipengaruhi oleh karakter pada poin pertama dan sebab kejadiannya juga sama dengan poin pertama. Karakter enggan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ini kemudian menyebabkan manusia Indonesia senang memperjual belikan hukum dan melemparkan kesalahannya kepada orang lain, alias lempar batu sembunyi tangan. Bukti mengenai banyaknya manusia Indonesia yang bersifat seperti ini adalah tenarnya kalimat “Bukan Saya” dan banyaknya manusia Indonesia yang menyelewengkan hukum dengan cara suap menyuap supaya mereka tidak kena sanksi atas kesalahan yang mereka lakukan.
  3. Mengutamakan Kekeluargaan, dalam jiwa masyarakat Indonesia terlihat kemesraan hubungan manusia dengan manusia lainnya. Manusia Indonesia juga memiliki cinta dan kasih sayang yang tinggi terhadapa sesame, misalnya kasih sayang ibu dan bapak kepada anak-anaknya atau sebaliknya, kasih sayang saudara kepada saudaranya, kasih sayang sahabat kepada sahabat dan kerabatnya dan lain sebagainya. Sifa ini sangat positif untuk terus dikembangkan dalam jiwa manusia Indonesia, lebih-lebih pada zaman sekarang ini. Pada dasarnya manusia Indonesia adalah manusia-manusia yang berhati lembut dan suka damai, serta punya rasa humor yang cukup tinggi. Manusia Indonesia bisa tertawa dalam kesulitan dan penderitaan, manusia Indonesia juga cepat belajar dan otaknya cukup cerdas. Selain itu manusia Indonesia juga bersifat sabar dan kesabaran manusia Indonesia seakan-akan tidak ada batasnya. Sifat-sifat itulah yang kemudian menjadi pembentuk karakter manusia Indonesia sehingga mereka hidup dengan berlandaskan kekeluargaan. Manusia Indonesia selalu mengutamakan kekeluargaan dalam segala aspek kehidupan, hal inilah yang membuat persatuan dan kesatuan NKRI tetap terjaga dengan harmonis dan hal ini pula yang menyebabkan bangsa-bangsa lainnya senang berkunjung ke Indonesia.
  4. Artistik, secara umum manusia Indonesia percaya akan tahayul dan segala hal yang berkaitan dengan kekuasaan di bawah alam sadar mereka. Manusia Indonesia percaya akan adanya sukma, roh, jiwa, tuah, dan kekuasaan pada sebuah benda alam yang ada di sekelilingnya. Jiwa artistik ini pula yang menyeret manusia Indonesia menjadi orang yang percaya akan keberadaan Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segenap isinya dan dari kepercayaan itulah mereka memeluk suatu agama dan hidup berdasarkan pedoman agama yang dipeluknya. Selain itu, jiwa artistic juga yang kemudian menjadikan manusia Indonesia hidup dengan naluri dan perasaan, dengan perasaan sensual maka mereka mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan ke dalam berbagai karya seni, baik itu seni rupa, seni menulis sastra, seni pertunjukan, seni music, seni tari dan lain sebagainya.
  5. Berjiwa Feodal, jiwa feodalisme juga merupakan salah satu dari ciri khas bangsa Indonesia. Sejak zaman dahulu, feodalisme berkembang pesat di Indonesia dan hal ini disebabkan oleh tradisi kerajaan yang sangat mempengaruhi jiwa manusia Indonesia. Berbagai cara dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang akan feodalisme ini dan salah satu caranya adalah Gerakan Reformasi, namun toh Gerakan Reformasi tidak dapat merubah jiwa feudal manusia Indonesia. Salah satu tujuan reformasi adalah untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru semakin berkembang dalam diri dan masyarakat Indonesia.
  6. Terobsesi Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), menjadi Pegawai Negeri Sipil merupakan idaman utama manusia Indonesia sebab pangkat merupakan sebuah perlambangan status sosial tertinggi nagi masyarakat bangsa ini. Begitu besarnya minat manusia Indonesia untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil menyebabkan mereka tidak enggan untuk mengeluarkan uang ratusan juta rupiah. Suap menyuap supaya diluluskan menjadi Pegawai Negeri Sipil bukanlah hal yang tabu bagi kehidupan orang Indonesia. Membeli kursi atau jabatan PNS sudah dianggap sebagai suatu hal yang biasa, oleh sebab itulah orang-orang Indonesia berlomba-lomba untuk menjadi Pegawai Negeri SIpil dengan cara apapun, termasuk dengan cara mengeluarkan uang sejumlah ratusan juta.
  7. Bersifat Boros, ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar orang Indonesaia adalah tidak berlaku hemat atau berlaku boros. Manusia Indonesia jarang memiliki perhitungan ekonomi yang mapan, mereka selalu terobsesi untuk memiliki barang-barang baru dan mewah yang meskipun penghasilan mereka tidak sesuai dengan harga barang-barang yang mereka inginkan. Untuk memenuhi hasrat mereka akan barang-barang mewah, contohnya pakaian mewah, perhiasan,HP, Laptop, Mobil dll maka orang Indonesia tidak segan-segan untuk menghutang atau mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum mereka terima. Manusia Indonesia cenderung boros namun malas bekerja, lihat saja betapa banyak manusia Indonesia yang menggadaikan SK PNS atau sertifikat tanah mereka di bank supaya mereka mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan mereka akan barang-barang mewah.

Demikianlah beberapa gambaran sifat/karaktristik manusia Indonesia pada masa sekarang ini, dari 7 karaktistik yang telah dipaparkan tadi maka dapat disimpulkan bahwa manusia Indonesi adalah manusia yang luar biasa. Baik dan buruk adalah suatu kewajaran dan itu merupakan hukum alam yang telah ditetapkan oleh tuhan. Sekali lagu tulisan ini tidak sedikitpun bertujuan untuk menjelek-jelekkan bangsa ini, namun beberapa karaktristik buruk yang terpapar di atas sengaja penulis tuangkan dengan tujuan sebagai pelajaran bagi kita semua supaya kedepannya kita bisa merubah karakter-karakter buruk itu secara berlahan-lahan sehingga terciptalah manusia inodnesia seutuhnya yang bermoral dan bermartabat tinggi, baik di hadapan tuhan maupun di mata manusia.

Ahirnya penulis berharap, semoga artikel singkat ini dapat merangsang kita sekalian untuk melakukan reformasi terhadap karaktristik-karaktristik manusia Indonesia yang bersifat negative dan berusaha untuk terus mempertahankan dan meningkatkan karaktristik-karaktristik manusia Indonesia yang bersifat positif. Bangsa ini adalah milik kita bersama maka sudah selaknya kita junjung tinggi nama baik bangsa ini dengan jalan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bersifat memangun. Artikel ini juga sekaligus sebagai keritikan terhadapa diri kita selaku manusia Indonesia sebab tanpa keritik kita tidak akan bisa merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang melekat pada diri kita dan diri bangsa yang kita cintai ini. Semoga tulisan ini dapat kita jadikan sebagai cermin untuk menilai diri dan kemudian berusaha merubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan mempertahankan atau meningkatkan kebiasaan-kebiasaan yang positif. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, sekarang ! dan kalau bukan kita maka siapa lagi yang akan membangun bangsa ini. [] - 05

 

Baca Juga :


_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.