logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kopi Pahlawan: Keresahan yang berbuah Harapan (bag.2)

Kopi Pahlawan: Keresahan yang berbuah Harapan (bag.2)

Baraka Nusantara Baraka Nusantara adalah sebuah gerakan yang berupaya untuk mengangkat kesejahteraan para petani, khususnya petani kopi di Desa Sembalun. Setidaknya,

Opini/Artikel

Rio Lagoa
Oleh Rio Lagoa
21 Januari, 2015 17:47:43
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 8241 Kali

Baraka Nusantara

Baraka Nusantara adalah sebuah gerakan yang berupaya untuk mengangkat kesejahteraan para petani, khususnya petani kopi di Desa Sembalun. Setidaknya, itulah cita-cita sementara kami. Tidak menutup kemungkinan apabila direstui, gerakan ini semakin meluas tidak hanya di Sembalun, tapi se-Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga se-Indonesia. Sekali lagi, gerakan ini digagas oleh dua orang pemuda/i kreatif bangsa,. Yaitu Maryam Rodja dan Reman Murandi, dan tokoh yang tak kalah pentingnya yaitu Pak Wathan dan Edison.

Baraka Nusantara yang berarti; Berkah Nusantara merupakan sebuah pengharapan (doa) semoga gerakan yang lahir dari keprihatinan bersama ini dapat memberikan berkah untuk semua masyarakat, minimal masyarakat di desa Sembalun. Dalam literatur lainnya menyebutkan, makna yang lebih dalam dari kata Baraka adalah; proteksi yang diberikan Tuhan kepada manusia. Sebagai umat bergama, kita patut percaya bahwa Tuhan akan memberikan BerkahNya bila kita memohon doa dan berpasrah hanya pada-Nya.

Dalam tulisannya di sebuah blog, Maryam Rodja  menuliskan keresahannya terhadap Indonesia. Negeri yang kaya SDA dan memiliki SDM tangguh, namun kondisi masyarakatnya jauh dari kesejahteraan dan kerusakan alam yang kian menjadi-jadi. Keresahan seorang Maryam akhirnya membuahkan perubahan relevan pada bulan Mei 2013 silam.

Maryam Rodja bersama Reman Murandi memiliki keresahan yang sama. Reman, lebih dari sepuluh tahun tinggal di luar Indonesia dan kini bekerja di salah satu perusahaan pertambangan di Queensland, Australia. Tinggal di luar negeri bukan berarti dia lupa dengan kampung halaman, namun justru membuahkan refleksi yang dalam terhadap negeri sendiri dan menyayangkan kenapa Indonesia nggak bisa lebih baik daripada negara lain dengan segala potensinya yang membanggakan.

Ket Foto: (kiri-kanan) Maryam Rodja, Edison Sembaulun, Pak Wathan

 

Baca Juga :


Mereka berdua akhirnya menghasilkan sebuah ide untuk membangun mekanisme kerjasama dengan petani kopi di sebuah desa di kaki gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Bisnis” ini nggak hanya memperhitungkan keuntungan finansial semata, tapi yang terpenting adalah memperhitungkan dampaknya secara sosial dan lingkungan.

Maryam dan Reman memilih bidang pertanian, dengan alasan Indonesia merupakan negara agraris yang kaya sumber daya alam. Menurut hasil risetnya, Maryam menyimpulkan dari data statistik yang ada menyebutkan bahwa kopi merupakan komoditas kedua terbesar setelah minyak, dan Indonesia berada di peringkat empat sebagai produsen kopi terbesar di dunia.

Dari hasil bacaan itu, Kopi Arabika pada umumnya tumbuh subur di tanah vulkanik. Dengan adanya Gunung Rinjani sebagai gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, Maryam merasa aneh apabila kopi Lombok tidak pernah terdengar gaungnya seperti kopi daerah lain. [] - 05

(bersambung ke bagian tiga)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan