logoblog

Cari

Tutup Iklan

PENINGKATAN IPM NTB URUTAN 1

PENINGKATAN IPM NTB URUTAN 1

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2013 berada di urutan ke 33 berdasarkan data Badan Pusat Statistik

Opini/Artikel

PENINGKATAN IPM NTB URUTAN 1

PENINGKATAN IPM NTB URUTAN 1

Zulkifli
Oleh Zulkifli
25 Desember, 2014 08:31:24
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 7254 Kali

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2013 berada di urutan ke 33 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir Agustus 2014.

Namun meskipun berada di urutan 33 dari 34 provinsi di Indonesia, sesungguhnya kinerja peningkatan IPM NTB berada diurutan 1 di Indonesia untuk penilaian peringkat IPM tahun 2013.

Misalnya saja berkaca pada IPM tahun 2012, 2013. Kinerja peningkatan IPM NTB tercatat 0,84, tertinggi di Indonesia, kemudian diikuti Jawa Timur 0,71 dan Sulawesi Barat 0,69. DKI Jakarta yang berada di peringkat IPM 1 justru kinerja peninkatan IPM berada di urutan 32 dengan besaran 0,26.

Akan tetapi kendati kinerja peningkatan IPM berada diurutan 1, NTB belum mampu bergeser terlalu jauh dari peringkat. Hal tersebut dikarenakan NTB memulai perhitungan IPM dari angka yang sangat rendah dibanding provinsi lainnya.

Bayangkan saja, ketika perhitungan IPM dilakukan BPS tahun 1996, IPM NTB terendah yakni 56,7. Sementara daerah lain berada di angka lebih dari 60, misalnya saja diurutan terendah kedua yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan IPM 60,9, kemudian DKI Jakarta yang kala itu IPM nya tertinggi yakni 76,1.

Baca Juga :


Coba dibandingkan dengan IPM tahun 2013, IPM NTB sebesar 67,73, IPM NTT sebesar 68,77 dan IPM DKI Jakarta DKI Jakarta 78,59. Dari tahun 1996 hingga 2013, IPM NTB meningkat 11,03. Sementara NTT dan DKI Jakarta masing-masing meningkat 7,87 dan 2,49.

Kesimpulannya, IPM NTB terus meningkat setiap tahunnya, bahkan kinerja peningkatannya melebihi provinsi lain. Kejar-mengejar angka IPM terus berlanjut, bukan tidak mungkin jika NTB dalam beberapa tahun kedepan akan mengejar daerah-daerah lainnya.

Perlu diketahui, dalam pengukuran IPM ada tiga indikator yang dijadikan tolok ukur. Pertama, usia panjang yang diukur dengan rata-rata lama hidup penduduk atau Angka Harapan Hidup (AHH). Kedua, pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah orang dewasa yang bisa membaca dan rata-rata lama sekolah. Ketiga, penghasilan yang diukur dengan pendapatan per kapita riil yang telah disesuaikan daya belinya. Besaran IPM yang telah dicapai oleh suatu daerah menunjukkan tingkat kinerja hasil pembangunan yang telah dicapai suatu daerah pada titik waktu tertentu secara kuantitatif. () -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan