logoblog

Cari

Tutup Iklan

Usia Remaja dan Patah Hati

Usia Remaja dan Patah Hati

  Patah hati, ya, ini salah satu penyakit dari cinta. Cinta yang umum dikatakan orang adalah anugerah, namun ada juga yang bilang

Opini/Artikel

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
23 Desember, 2014 14:03:20
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5935 Kali

Patah hati, ya, ini salah satu penyakit dari cinta. Cinta yang umum dikatakan orang adalah anugerah, namun ada juga yang bilang bahwa cinta itu malapetaka. Hal itu, tentu, sah-sah saja. Karena cinta, memang yang merasakannya yang boleh berkata seperti itu.

Kata vokalis Geisha, Momo, di lirik lagunya, “Indahnya di awal saja.” Entah itu benar, atau memang nyatanya, itu juga tergantung presepsi orang masing-masing. Namun yang pasti, cinta itu akan membuat orang patah hati. Dan rasanya, ah, sulit untuk dikatakan.

Bila berbicra tentang cinta, dari ujung kulon sampai ujung dunia pun, pasti akan ada perbedaan, karena  memang cinta itu selalu menimbulkan perbedaan. Dari rasanya; bahagia, sedih, berduka, bahkan sampai galau tingkat internasional pun terasa. Dan, itulah yang telah menjangkit usia remaja.

Usia remaja memang masa yang terindah seumur hidup, itu bagi orang yang merasakan demikian. Tapi, bukan untuk orang yang tidak pernah merasakannya. Jadi, nilai dari hal ini adalah 50:50. Sepakat? Tentulah, karena memang itu kenyatannya.

Usia remaja juga, cinta itu seperti bunga-bunga yang bermekaran. Harumnya sampai melambungkan angan. Namun terkadang, harumnya juga memabukkan, dan itu bagi orang yang terpedaya oleh cinta. Cinta memang selalu begitu; positif negatif, pro dan kotra, bahkan ada yang lain-lain.

Cinta itu seperti virus, mudah menyebar, dan mudah berkembang biak tanpa mengenal waktu dan situasi. Jika mau menempel, menempel saja, dan itu akan mudah sekali berkembang. Namun, ujung-ujunganya akan berbahaya. Begitulah di usia remaja, cinta mudah sekali datang. Lihat cowok/cewek ganteng/cantik, duh, sudah mulai terpesona, dan langsung berkata, “Rasanya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama.” Lebay?Tapi itulah cinta, kata usia remaja yang mulai demam Korea, sarnghae. Entahlah, apa penyebab semua itu? Cinta diibaratkan seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. Sungguh tragis bukan?

Tragis? Mengapa ada kata seperti ini. Entahlah! Mungkin kata ‘tragis’ ini senang muncul untuk dibaca.  Tapi tunggu, kata itu bukan sekedar kata-kata saja, karena kata itu memang ada kaitannya dengan usia remaja. Buktinya? Simak saja percakapan ini.

“Aku sedang patah hati,” kata  Si A.

“Secepat itukah? Kufikir kamu sedang menikmati cintamu yang sedang bermekaran,” sahut Si B.

“Pada awalnya memang begitu. Tapi...”

“Tapi apa?”

“Ah, aku menyesal untuk mencintainya.”

 

Baca Juga :


“Kenapa?”

“Aku sekarang sedang patah hati. Dan rasanya....”

“Seperti jerawta yang pecah?” potong Si B.

“Lebih dari itu!”

“Bagiamana kalau kamu bunuh diri saja?”

“Kufikir itu ide yanga bagus,” kata Si A. Hening terjadi di percakapan mereka. “Apa? Bunuh diri?” Si A baru tersadar akan saran Si B.

Nah, bagaiman? Obrolan tadi sudah jelas bukan!?

Patah hati terkadang membuat nalar kita tidak sejalan. Bahkan, secara refleks, solusi yang buruk kita anggap sebagai solusi yang mantap luar biasa. Sunggung kece badai bukan? Dan itulah yang mendera usia remaja, selalu berbuat tanpa berfikri panjang lagi.

Patah hati memang musuh usia remaja. Jadi, alangkah baiknya di usia remaja mengenal cinta sesama mahluk ciptaan Tuhan.

Sepakat? [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan