logoblog

Cari

Tutup Iklan

Renungan Untuk Bersama

Renungan Untuk Bersama

RENUNGAN UNTUK BERSAMA. Bila kita menyaksikan beberapa kejadian alam yang menelan korban nyawa harta dan yang lainnya. Kejadian itu antara lain: tanah

Opini/Artikel

KM SMAN 1 SIKUR
Oleh KM SMAN 1 SIKUR
16 Desember, 2014 16:36:17
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 5477 Kali

RENUNGAN UNTUK BERSAMA.

Bila kita menyaksikan beberapa kejadian alam yang menelan korban nyawa harta dan yang lainnya. Kejadian itu antara lain: tanah longsor, gempa bumi, banjir bandang, gunung meletus dan sunami dan banyak lagi yang lainya. Kalau kita mau merenung dan berfikir semua ini terjadinya bukan tidak memiliki sebab, menurut penulis ditinjau dari tanah longsor ini karena terjadinya kerenggangan tanah, dimana tanah tidak saling mengikat karena tidak adanya akar-akar pepohonan yang kuat untuk mengikat satu sama lain, atau dulunya daerah tersebut adalah hutan yang lebat, karena banyaknya pohon sudah ditebang sehingga banyak akar kayu yang lapuk yang mengakibatkan kekosongan volume tanah alias tanahnya tidak padat sehingga jika terkena air akan terjadi pengeroposan unsur tanah tersebut. disamping posisi tanah yang berupa pegunungan yang miring dan gundul. Sehingga kalau kita ingin menyelamatkan bumi janganlah demi kepentingan sesaat tanpa memikirkan akibatnya kita gunakan hutan sebagai pemukiman dengan menggundulkannya, karena kegundulan hutan bisa mengakibatkan banjir bandang karena tidak ada lagi akar-akar kayu yang menyerap air hujan yang jatuh, kalau sudah terjadi baru kita katakan ini kejadian alam. Gempa bumi secara logika karena terjadinya kekosongan dalam lapisan tanah akibat banyaknya isi perut bumi yang sudah dieksploitasi, baik tambang minyak, emas, bauksit, dan lain sebagainya, disamping beratnya permukaan bumi dan kosongnya perut bumi sehingga kegoyangan sering terjadi. begitu pula dengan gunung meletus ini akibat kekosongan perut bumi seingga gerakan dapur magma yang terus aktif akan menggerakkan lapisan tanah sehingga dapat mengganggu saluran gerakan tersebut yang mengakibatkan penyumbatan. penyumbatan ini akan didorong olh kekuatan aktifitas dapur magma sehingga terjadi letupan. Sunamipun tidak terlepas dari hal tersebut karena kerenggangan perut bumi yang membuat bumi mengalami penggeseran yang akhirnya membuat luapan air yan besar, belum lagi akibat efek rumah kaca yang mengakibatkan suhu bumi makin tinggi kaena kuangnya pepohonan sebagai penyeimbang, bahkan akibat pemanasan efek rumah kaca ini tidak menutup kemungkinan akan dapat memusnhkan lapisan ozon sebagai lapisan di autosfir dan atmosfir yang berfungsi menyaring sinar matahari. contoh kecil ketika kita ke kota besar yang berderet rumah kaca atau gedung pencakar langit dengan berdinding kaca, terasa betul panasnya, contoh lain di jakarta utara sering terjadi rob atau naiknya air laut kedaratan. Ini akibat rendahnya permukaan tanah di banding dengan pasangnya air laut. ini akibat pergeseran tanah di perut bumi sehingga terjadi kerendahan tanah untuk mengisi kekosongan tersebut. Jadi kalau kondisi seperti ini terjadi pada hakekatnya manusia tidak ada yang mau disalahkan apalgi menyalahkan diri, karena punya alasan untuk kepentingan, memang apabila kita merenung bahwa tujuan tuhan kepada manusia agar manusia itu mencapai tuflih (kemenangan/kesuksesan), bukan manusia mendapat bencana. Jadi bertitik dari keinginan tuhan kepada manusia agar manusia sukses, ketika terjadi bencana siapa yang di salahkan, siapa yang bertanggung jawab? mari kita bersama berfikir untuk memberi jawaban. Kapankah kita manusia baru sadar dari bencana yang berkali-kali sudah terjadi. bahasa bima berkata "ngaha ain ngoho" bermakna makanlah tetapi jangan dimusnahkan/dihabiskan. Ini sebuah kalimat yang perlu dikaji demi kelangsungan hidup kita bersama dibumi. [] - 05

Jurit, 16-12-2014. Hasan A.

 

Baca Juga :


 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan