logoblog

Cari

Menjadi Penulis

Menjadi Penulis

Menjadi Penulis? Yaaa…rasanya sulit dan tidak mungkin. Membaca saja saya malas, apalagi menulis. Saya tidak punya bakat menjadi seorang penulis. Menulis

Opini/Artikel

KM Sahabat Mataram
Oleh KM Sahabat Mataram
01 Desember, 2014 12:31:44
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 6597 Kali

Menjadi Penulis? Yaaa…rasanya sulit dan tidak mungkin. Membaca saja saya malas, apalagi menulis. Saya tidak punya bakat menjadi seorang penulis. Menulis adalah kegiatan yang perlu waktu dan tempat khusus, tidak bisa sembarangan dan tidak bisa dilakukan kapan saja. Menulis perlu konsentrasi dan ketenangan, menulis haruslah fokus dan tidak boleh terganggu oleh apa pun. Menulis harus sesuai kaidah dan tata bahasa yang benar, harus memiliki dasar dan ilmu yang memenuhi syarat, aturan yang jelas dan tidak boleh salah.

Benarkah demikian? Benarkah menulis sesuatu yang sulit dan penuh dengan aturan?

Tidak demikian sahabat, menulis itu sebuah kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikan bila dinikmati. Bahkan menulis bisa menjadi pekerjaan dan profesi yang setiap saat  menghasilkan uang. Lalu mengapa menulis menjadi sulit?

Sejak Sekolah Dasar (SD) kita sudah diajarkan ‘mengarang’, namun tidak banyak yang menjadi pengarang maupun penulis. Adakah sesuatu yang salah?. Pertanyaan ini ambigu..

Tetapi kali ini saya akan jawab ‘mungkin hal itu tidak salah, tetapi metode yang diterapkan tidaklah tepat barangkali, sehingga membuat kontra produktif, bukannya menjadi mudah dan mengasyikkan, menulis menjadi kegiatan yang membosankan dan sulit dilakukan. Bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan menulis, sementara sang guru sendiri mengalami kesulitan dalam menulis, huh….

Sudahlah... Banyak papan MADING yang menunggu tulisan-tulisan kita, banyak media cetak/Koran yang menunggu tulisan kita, banyak pula pembaca di luaran sana menunggu tulisan kita.

 

Baca Juga :


Ada tembok-tembok yang harus kita hantam dan pecahkan, sehingga tidak lagi menghalangi dan menghambat kita dalam menulis. Tembok yang sebenarnya kita buat sendiri dan membuat diri kita sulit. Ada hambatan internal, ada juga eksternal. Namun lebih berbahaya adalah hambatan internal, seperti;

  • Tidak punya niat & keinginan
  • Malas & merasa tidak ada waktu
  • Takut dibaca, dikoreksi, dan caci maki
  • Tidak punya kemampuan dan ilmu menulis, tidak mau belajar
  • Kesan dan asumsi menulis sulit

Bila kita berhasil mendobrak dan memecahkan tembok-tembok penghalang tersebut, maka kita sudah memiliki kemampuan mengendalikan diri dan mulai menulis. Tumbuhkan niat dan keinginan menulis, buang jauh-jauh rasa malas dan tidak percaya diri, belajar dan dalami kemampuan menulis dengan banyak membaca buku, atau mengikuti workshop menulis. Menulis tidaklah sesulit apa yang kita pikirkan/persepsikan, bahkan jauh dari kesan dan asumsi sulit. Menulis begitu mudah dengan beberapa hal yang harus kita lakukan;

  • Menulis bukan dipikirkan, tetapi dilakukan. Menulislah sesuai yang anda inginkan, bebas lepas tanpa beban. Buang semua aturan dan hambatan, memulai menulis adalah sebuah prestasi. Menulis seperti belajar renang dan sepeda, harus praktek langsung.
  • Menulislah sesuatu yang dari dalam diri lebih mudah, bukan mencari-cari diluar diri kita. Seperti menulis pengalaman pribadi, perasaan yang ada saat ini, pekerjaan yang dijalani, orang terdekat yang dicintai, dan apa saja yang ada di dalam diri.
  • Aktifitas penulis adalah menulis, ketika menulis maka hanya menulis, tidak usah dibaca ulang dan di edit. Bila telah selesai, baru mulai di baca ulang dan lakukan editing. Karena proses editing sebenarnya dilakukan oleh seorang editor.
  • Nikmati setiap untaian kata-kata yang dituliskan, dan kembangkan sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Mau menjadi apa hasil tulisan kita, adalah hak kita sebagai penulis. Tumbuhkan keberanian diri untuk bebas menulis dan berpendapat.
  • Jangan takut salah menulis, karena manulis adalah juga sebuah seni merangkai kata. Apa pun yang kita tulis adalah sebuah keindahan. Tumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan menulis, karena menulis memang mudah.

Menjadi penulis tidak lagi sulit, banyak pelatihan dan buku-buku tentang menulis yang bisa diikuti dan dibaca. Bahkan dengan kemajuan teknologi, seperti alat komunikasi dan internet makin mempermudah menulis. Dengan SMS, update status, membuat blog, dan sebagainya. Masihkah kita merasa menulis begitu sulit? Tidak. Saat ini menulis jauh lebih mudah dan mengasyikkan banyak manfaat, bahkan banyak kita tidak sadari jika menulis sebetulnya kita sedang melakukan dakwah. Ingat wahai sahabatku. “Tak ada satupun manusia yang berkeinginan buruk, dan tak sedikit pula dari mereka yang malah meninggalkan jejak buruk”. Tunggu apa lagi, ayo menulis sahabatku….!

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan