logoblog

Cari

PMII Hanya Untuk NU & Indonesia

PMII Hanya Untuk NU & Indonesia

Salah satu hasil sekaligus rekomendasi dari Forum Musyarawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) pada tanggal 1-2 November 2014

Opini/Artikel

KM Sahabat Mataram
Oleh KM Sahabat Mataram
13 November, 2014 12:17:41
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 14125 Kali

Salah satu hasil sekaligus rekomendasi dari Forum Musyarawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) pada tanggal 1-2 November 2014 di Jakarta kemarin adalah memberikan tenggang waktu kepada Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk kembali ke NU, dan tegang waktu yang dimaksud sampai Muktamar NU pada 2015 mendatang.
Terkait hal di atas, menurut Drs. TGH A. Taqiuddin Mansur, M.Pd.I (Ketua anfiziyah PWNU NTB) saat ditemui pada hari Selasa, 04/11 kemarin, TGH Taqiuddin sendiri memberikan penjelasan terkait dengan rekomendasi Munas NU tersebut bahwa "PMII harus kembali menjadi banom NU", pertimbangannya adalah karena PMII selama ini dinilai belum bisa Independent. TGH Taqiuddin menyebutkan "PMII tidak pernah independent, dan PMII baru independen bilamana melakukan demo saja. Sementara, lanjut beliau bagaimana PMII dalam menjalankan serta mengamalkan ibadah ke-NU-an, baik ibadah yang bersifat mahdlah ataupun ibadah gairumahdlah sebagaimana diajarkan NU terdahulu, maka TGH Taqiuddin juga berharap kepada seluruh kader PMII se-Indonesia agar melakukan evaluasi internal. Papar Ketua Wilayah NU NTB sekaligus alumni PMII, dan pimpinan PONPES Ta'limushibyian, Bonder Paraya barat Lombok Tengah,  Drs. TGH. Taqiudin Mansur, M.Pd.I
Sementara menurut Ketua Umum PKC PMII NTB (W-02), sahabat Bahaidin/ obok menyebutkan PMII NTB menolak rekomendasi Munas NU 2014 tersebut, pasalnya PMII sudah dewasa dan tidak perlu diintimidasi, lanjut dia jika pada munas NU "PMII harus kembali menjadi banom NU", dan itu sudah disepakati sekaligus menjadi salah satu hasil rekomendasi pada acara Munas NU kemarin, maka menurut obok, hal tersebut adalah sebuah intimidasi secara tidak langsung terhadap PMII.
Obok juga kembali menegaskan terkait keberadaan PMII "PMII harus tetap independen".
Selanjutnya PMII menjadi banom NU ataupun tidak setelah muktamar nu pada tahun 2015 mendatang, menurutnya PMII tetap saja bekumpul dan mengabdi di NU. Hal demikian menjadi bukti bahwa PMII lahir-batin untuk NU dan indonesia. Obok joko menyebutkan bagaimna keberadaan kader pmii yang ada di banom nu slama ini, seprti di ipnu, gp ansor dll. Dipastikan semua banom nu terisibkader pmii, terangnya.
Atas dasar itu lah kemudian pmii ntb menolak hasil munas nu kemarin. Kalaupun dengan penolakan ini kemudian nu mendirikan organisasi lain, ya silahkan saja, kami pmii tetap pemilih independen.
Hal yang srupa dsamoaikan sahabat berex  alghazaly (sekum pmii mataram), burex juga sepakat dengan apa yang disampaikan obok. Burex menilai sikaf penolakan ini bukan berarti pmii melawan arus melaikan sikap pmii yang hendak mempertahankan keistiqomahannya selaku organisasi independen, lanjut dia kader pmii boleh tidak bersependapat kali ini dengan NU, tetapi pmii tidak boleh menjauh dari NU. PMII harus tetap belajar kepada sepuh-sepuh NU [] - 01

 

 

 

 

 

Baca Juga :


 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan