logoblog

Cari

Jabatan Itu Amanah Allah

Jabatan Itu Amanah Allah

Setiap manusia diberikan nasib yang berbeda-beda oleh Allah Yang Maha Adil. Ada yang diberi hidup sebagai petani, nelayan, guru, tukang kebun,

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
22 Oktober, 2014 09:21:52
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 35768 Kali

Setiap manusia diberikan nasib yang berbeda-beda oleh Allah Yang Maha Adil. Ada yang diberi hidup sebagai petani, nelayan, guru, tukang kebun, pedagang, penjahit, penjahat,  pejabat dan banyak lagi jenis lainnya. Sesungguhnya Allah menurunkan manusia ke dunia ini sebagai khalifah (pemimpin) di alam semesta. Untuk itu, kita semua adalah pemimpin. Suami adalah pemimpin bagi istrinya, istri adalah pemimpin bagi anak-anaknya, guru adalah pemimpin bagi siswa-siswinya, kepala sekolah adalah pemimpin bagi guru-guru yang mengajar di sekolahnya, RT, Kadus, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden/Raja adalah pemimpin bagi rakyat/masyarakatnya.

Seusngguhnya semua pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa dan siapa yang ia pimpin. Seorang penanam bunga akan dimintai pertanggung jawaban atas bunga-bunga yang ia pelihara, seorang pengembala akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang ia gembalakan, seorang ayah akan dimintai pertanggung jawaban atas anak-anak dan istri-istri mereka, seorang guru dan kepala sekolah akan dimintai pertanggung jawaban atas segenap peserta didiknya, demikian pula dengan RT, Kadus, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden/Raja yang ajkan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat/masyarakat yang mereka pimpin.

Pangkat, harkat dan derajat adalah titipan ilahi. Jabatan itu adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Jangan mentang-mentang memiliki jabatan yang tinggi kemudian kita berbuat semena-mena (semau gue). Jabatan yang diemban oleh setiap pejabat merupakan amanah dari Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana. Untuk itu para pejabat hendaknya menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin. Berikanlah pelayanan yang baik dan seadil-adilnya kepada masyarakat atau orang-orang yang anda pimpin.

Hancurnya bangsa Indonesia yang kita cintai dan sama-sama sayangi ini disebabkan oleh banyaknya pejabat negara yang menyalah gunakan jabatan dan kekuasaan yang mereka miliki. Kenyaaan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita sekalian sebab retorika penyalahgunaan jabatan di negera yang kita cintai ini telah berlangsung sejak lama dan parahnya mulai kelihatan sejak digulingkannya rezim Orde Baru oleh rezim yang paling bartu (Rezim Reformasi).

Rezim Reformasi dipenuhi oleh ranjo-ranjo yang setiap saat dapat menghancurkan bangsa ini dan al-hasil telah banyak ranjo itu yang terinjak dan kemudian meledak maka inilah keadaan bangsa kita yang sekarang, semerawut dan terlibat dalam peliknya permasalahan hokum, politik dan berbagai aspek lainnya. Negara ini akan bangkit dan terbebas dari keterpurukan apabila para pejabat Negara dan rakyat bekerjasama dalam melaksanakan tugas, fungsi serta tanggung jawabnya.

Sang bitokrat hendaknya menggunakan jabatan yang ia miliki dengan sebaik dan seadil-adilnya. Jangan gara-gara masalah politik semua dilibas, disikat dan sikut dengan seenak dewe. Kenyataan ini sudah sering sekali terjadi dalam tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah menjadi kebiasaan bagi pejabat yang berkuasa untuk melibas lawan politiknya dan kemudian mengangkat kawan-kawan seperjuangan mereka dalam perpolitikan yang meskipun kawan-kawannya itu tidak kompeten/ahli pada bidang dimana ia ditempatkan.

Politik sikat sikut yang kerap kali dilakukan oleh pejabat berwenang merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan wewenang atau jabatan sebab itulah bangsa ini morat-marit. Sepertinya para pejabat beranggapan bahwa jabatan yang mereka dapatkan adalah hak mutlak mereka tanpa adanya pertanggung jawaban kepada orang lain dan Allah Yang Maha Berkuasa. Sepertinya kesadaran religious mereka sangatlah kurang sehingga mereka berbuat semaunya ketika memperoleh suatu jabatan yang tinggi.

Contoh kecilnya adalah bupati, ketika ia terpilih menjadi BUPATI dan kemudian dilantik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan jabatan yang diampunay. Maka mulailah mereka melirik, memilih dan memilah-milah siapa yang akan diangkat untuk menemaninya bekerja dan umumnya yang diangkat itu adalah kawan-kawan politik-nya sedangkan ripal atau lawan politik mereka sebagian besar akan disikat dari jabatan mereka. Hal ini bukanlah suatu rahasia yang harus terus kita tutupi dan sembunyikan. Ini adalah realita yang terjadi dalam tubuh bangsa kita. Setiap pergantian kepala pemerintahan akan menyebabkan mutasi besar-besaran dan kadang-kadang mutasi itu dilakukan tanpa alasan, lawan politik akan menjadi sasaran empuk dalam hal ini dan sebaliknya kawan-kawan politik pejabat terpilih akan bersiap menempati posisi yang lebih baik yang meskipun posisi itu tidak layak untuk ia pegang.

Hal semacam ini yang kemudian menyebabkan kita mendengar banyak orang yang dinon tugaskan, dibuang dari jabatannya, ditempatkan di tempat-tempat yang jauh dari kota dan sebagainya. Kenyataan seperti ini kemudian menyebabkan banyak orang yang berpandangan bahwa jabatan dan wewenang itu adalah peluang untuk membalas densam. Dan jika ini terus-terusan terjadi dalam tubuh NKRI dan daerah-daerahnya maka tidak dielakkan lagi, kehancuran besar akan terjadi bagi bangsa ini.

 

Baca Juga :


Babroknya system politik dan hukum bangsa ini disebabkan oleh penyalahgunaan jabatan. Presiden dan pejabat-pejabatnya, Gubernur dan pejabat-pejabatnya, bupati dan pejabat-pejabatnya, penguasa hukum dan sebagainya kerap kali menggunakan jabatan yang bereka miliki untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Menerima suap juga merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan jabatan dan banyak pula contoh-contoh lainnya.

Jarang sekali pejabat yang menggunakan jabatan mereka untuk melaksanakan amanah yang dititipkan oleh Allah dan lebih-lebih amanah rakyat yang memilih mereka padahal tanpa izin Allah dan dukungan rakyat, mereka tidak akan bisa memperoleh jabatan yang mereka banggakan.

Untuk itu, melalui tulisan ini kami harapokan kepada bapak/ibu/saudara/saudari yang memiliki jabatan supaya selalu mengingat bahwa “Jabatan Itu Adalah Titipan Allah”, artinya kita semua harus ingat bahwa apapun yang kita miliki adalah karunia dari Allah Yang Maha Agung. Dengan menanamkan nilai kesadaran itu maka insyallah kita akan menggunakan Jabatan yang kita emban dengan sebaik mungkin dan demi kemaslahatan orang yang kita pimpin.

Sehubungan dengan masalah tersbut, kita verharap semoga Pemerintah Baru Indonesia “Jokowi-JK” yang dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014 lalu dapat menggunkan Jabatan Kepresidenan yang mereka emban dengan sebaik-baiknya. Semoga pula Presiden dan Wapres baru Indonesia ini tidak mengangkat Mentri dan pembantu-pembantunya dengan tendensi balas budi dan tidak pula melakukan politik sikat sikut. Semoga Jokowi-JK berlaku sebijaksana mungkin dalam menjalankan tugas dan wewenang yang diamanahkan Allah kepada mereka. Semoga Allah selalu menuntun mereka untuk senantiasa berlaku adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan dalam segala aspek kehidupan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita sayangi ini.

Tentu saja kita semua berharap, Pemerintahan Jokowi-JK dapat membebaskan Indoensia dari keterpurukan yang selama ini terus menyelimuti bangsa ini. Dan jika beliau senantiasa mengingat bahwa Jabatan yang mereka miliki adalah amanah dari Allah SWT maka insyallah mereka akan senantiasa berlaku bijaksana dan tidak sewenang-wenang dalam memimpin bangsa ini.[] -01

_By. Asri ASA_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan