logoblog

Cari

Tutup Iklan

Proses Kejadian Alam Semesta Menurut Pandangan Al-qur’an dan Teori Modern

Proses Kejadian Alam Semesta Menurut Pandangan Al-qur’an dan Teori Modern

KEJADIAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR’AN Alam semeta yang kita saksikan sekarang ini tidak terjadi dengan serta merta, namun kejadiannya membuthkan waktu yang

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
03 Oktober, 2014 01:29:51
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 28973 Kali

KEJADIAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR’AN

Alam semeta yang kita saksikan sekarang ini tidak terjadi dengan serta merta, namun kejadiannya membuthkan waktu yang cukup lama. Proses terciptanya alam semesta juga membutuhkan proses yang panjang sehingga saat ini kita dapat menyaksikan semeta yang dipenuhi dengan makhluk hidup dan segala kelengkapannya.

Sunggu alam semesta ini adalah ciptaaan Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Kuasa. Allah telah menciptakan semesta dengan kodrat dan kuasanya. Maka bersyukurlah kita yang diberikan mata indah sehingga kita dapat menyaksikan betapa megahnya alam semesta ini. Bersyukurlah kita sekalian atas nikmat Allah yang telah memberikan kita rasa danakal serta pikiran sehingga kita dapat mengetahui segelumit ilmu yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh Allah SWT yang Maha Berilmu.

Warga Kampung Media yang saya muliakan, kali ini penulis mencoba memaparkan mengenai proses kejadian alam semeta menurut pandangan AL-qur-an dan Teori Modern. Tulisan ini saya buat dengan tujuan supaya kita sekalian menyadari bahwa sesungguhnya Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dalam segala keadaan dan zaman.

Mengenai proses penciptaan alam semesta, Allah SWT telah menuangkan hal tersebut dalam beberapa firman-Nya yang termaktub dalam Al-qur’an. Ayat-ayat dimaksud adalah:

1. Qur’an Surat At-Talak Ayat 12

Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa sesungguhnya Allah-lah yang telah menciptakan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Menurut alhli tafsir, kata “Tujuh Lapis Langit dan Tujuh Lapis Bumi” adalah kalimat jamak sehingga secara tektual kata-kata tersebut merujuk kepada segala sesuatu yang ada di antara bumi dan langit yang kita kenal dengan istilah alam semesta. Oleh sebab itu maka dapat disimpulkan bahwa Alam Semeta ini adalah ciptaan Allah Yang Maha Agung.

2. Qu’ran surat Al-Anbiya Ayat 30

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”.

Ayat ini menjelaskan kepada kita sekalian bahwa sesungguhnya pada walnya bumi dan langit beserta pelanet-pelanet lainnya adalah satu kesatuan yang kemudian dengan kuasanya Allah SWT memisahkan keduanya melalui proses yang panjang. Maka tidak heranlah jika orang-orang sufi mengatakan bahwa “semua berawal dari gelap gelap gulita, tanpa ada setiti cahaya”. Menurut tafsiran saya, ayat dan kata-kata tersebut memberikan gambaran kepada kita sekalian bahwa alam semesta ini berasal dari satu keastuan yang berasal dari gumpalan awan hitam atau menurut ilmu modern disebut dengan istilah Nabula.

3. Qu’ran surat Fussilat Ayat 11

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu, keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Ayat di atas semakin jelas menggambarkan bahwasanya alam semesta ini berawal dari gumpalan asap yang merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil. Allah meyatukan gas dan partikel-partikel halus itu dengan kuasanya.

4. Qur’an surat Al-Furqan ayat 59

“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa…”

Selanjutnya Qur’an Surat Al-Sajadah Ayat 4

“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa…”

 

Baca Juga :


Kedua ayat di atas menerangkan bahwa sesunggunya alam sesmesta ini tercipta dalam beberapa periode. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa alam semesta ini tercipta dala enam masa. Jika dikaitkan dengan teori modern maka masa itu adalah, masa permulaan (menyatunya gas dan partikrl), masa meledaknya gumpalan gas, masa azoikum, paleozoikum, mesozoikum, neozoikum (tersier dan quarter).

Luar biasa, sungguh Allah telah menuangkan ilmu tentang terciptanya alam semeta pada firman-firman sucinya yang termaktub di dalam AL-Qur’an. Subhananlallah walhamdulillah walailahaillalah walahuakbar.

Selanjutnya mari kita bandingkan keterangan-keterangan yang termuat dalam firman Allah di atas dengan beberapa teori modern yang sering disajikan sebagai bahan pembelajaran tentang proses terciptanya alam semesta bagi mahasiswa ataupun khalayak umum.

PROSES TERCIPTANYA ALAM SEMESTA MENURUT TEORI MODERN

1. Teori Kabut (Nebula)

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace

Teori ini menyatakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori nebula ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Tahap 1: matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar, Tahap 2: kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari, dan Tahap 3: materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.

2. Teori Planetisimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas Chamberlain. Seorang ahli geologi mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali. Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi. Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal-Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

3. Teori Big Bang

Teori ini menjelaskan bahwa proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Mengacu dari keterangan-keterangan di atas maka jelaslah bahwa sesungguhnya teori yang dikemukakan oleh Al-Qur’an sangat benar dan tidak memiliki sedikit kekeliruan sebab setelah melakukan penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah maka para ilmuwan dapat menemukan kesimpulan sebagaimana yang termaktub dalam Teori Nebula, Teori Planetisimal, dan Teori Big Bang (Teori Ledakan Besar). Dan teori-teori tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan firman-firman Allah yang menjelaskan tentang kejadian alam semesta.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AL-Qur’an telah menerangkan tentang proses terciptanya alam semeta jauh sebelum teori modern dicetuskan oleh para ahli geologi. Dengan demikian maka patutlah kita bertakwa kepada Allah SWT yang telah menurunan AL-Quran dengan segala petunjuk yang adadi dalam-nya. Kemudian takwa itu kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam kehidupan bernusa dan berbangsa dengan menjalankan segala perintah Allah dan berusaha kemaksimal mungkin untuk menjauhi segala larangan-Nya. [] - 01

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan