logoblog

Cari

MAKNA HARI RAYA IDUL FITRI SEBAGAI BULAN KEMENANGAN

MAKNA HARI RAYA IDUL FITRI SEBAGAI BULAN KEMENANGAN

Tidak terasa 1 bulan lamanya kita telah lalui bulan suci ramadhan. Sebulan lamanya kita telah mencoba memerangi hawa nafsu dengan cara

Opini/Artikel

Yas Arman Al Yhok
Oleh Yas Arman Al Yhok
02 Agustus, 2014 11:25:30
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 37695 Kali

Tidak terasa 1 bulan lamanya kita telah lalui bulan suci ramadhan. Sebulan lamanya kita telah mencoba memerangi hawa nafsu dengan cara menjalankan kewajiban kita sebagai orang beriman yakni berpuasa. Kini tibalah saatnya kita mendapatkan predikat kemenangan.

Bulan syawal telah tiba, seluruh umat muslim di dunia dengan senang hati menyambut bulan kemenangan ini. Dengan penuh rasa bahagia sesama manusia saling berjabat tangan memohon ampunan antara satu dengan yang lainnya tanpa ada yang merasa dia benar semua larut dalam satu niat yakni saling memaafkan antara satu dengan lainnya.

Bulan kemenangan seyogyanya memiliki kandungan makna yang sangat luar biasa dalam terapannya di dunia. Bulan yang di artikan kembali ke fitrah ini sejatinya mengandung arti manusia kembali putih seperti terlahir kembali. Tidak ada yang mengaggap dirinya hebat, kaya, kuasa dan sebagainya tetapi maknanya adalah di mata Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT manusia itu sama,mempunyai salah dan dosa baik sesama manusia (hablumminannas) maupun dengan sang Khalik (Hablumminallah).

Bulan fitrah adalah bulan berbagi dengan sesama, yang mendapat rizki yang lebih di wajibkan untuk mengeluarkan zakat kepada orang yang berhak menerimanya. Dengan begitu di hari kemenangan in tidak ada lagi kata orang kaya dan miskin tetapi di mata Allah SWT kita adalah sama.

 

Baca Juga :


Makna lain yang terkandung dalam bulan fitri ini adalah menyambung tali silaturrahmi baik dengan keluarga maupun dengan tetangga. Terlebih-lebih rakyat Indonesia yang kebanyakan meninggalkan kampung halamannya berbulan-bulan untuk bekerja ke luar kota dan momentum bulan kemenangan mereka kembali ke kampung halaman guna menyambung silaturrahmi dengan sanak saudaranya. Di Indonesia tradisi ini disebut dengan Mudik. Mudik sudah sangat melekat dalam tradisi rakyat Indonesia, seolah-olah ini adalah budaya yang tidak bisa di rubah. Kesadaran masyarakatakan menyambung tali silaturrahmi dengan saudara yang ada di kampung halaman tempat di lahirkan menjadi alasan paling utama.

Begitu banyak makna yang terkandung dalam hari Raya Idul Fitri (Bulan Kemenangan) sejatinya adalah hanya persepsi yang berkembang saja, namun yang lebih terpenting adalah kita sebagai umatNabi Muhammad SAW harus senantiasa menjaga kondisi ini untuk tetap selalu kondusif. Kita pertahankan tradisi lama yang baik dan ambil buda baru yang baik guna menyempurnakan ke imanan dan ketaqwaan kita terhadap sang pencipta Allah SWT. (Yho) - 05



 
Yas Arman Al Yhok

Yas Arman Al Yhok

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan