logoblog

Cari

Konservasi Energi ; “HEMAT LISTRIK !”

Konservasi Energi ; “HEMAT LISTRIK !”

Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga

Opini/Artikel

Distamben Prov NTB
Oleh Distamben Prov NTB
18 Mei, 2014 11:53:54
Opini/Artikel
Komentar: 1
Dibaca: 27470 Kali

Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi. Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.

Tulisan ini mencoba untuk membahas secara ringkas  Permen 13 Tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik dan sedikit tip menghemat pemakain listrik dalam rumah tangga.

 

Indonesia, sampai saat ini masih kekurangan energi listrik. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kebijakan pembangunan energi pemerintah yaitu ketergantungan sumber pembangkit listrik dari bahan baku: batubara, minyak dan Gas (89%).

Problematikanya adalah, disatu pihak, penggunaan bahan bakar fosil (batubara, minyak dan gas) yang suatu saat akan habis, di lain pihak, pemerintah Indonesia saat ini harus berusaha keras agar dapat memasok kebutuhan energi listrik yang murah, sehingga tarif dasar listrik/TDL tetap terjangkau, dengan pasokan bahan baku yang tidak pernah habis.  hendaknya setiap kebijakan pemerintah di bidang energi selalu mempertimbangkan dampak lingkungan dari emisi gas buangannya. Alangkah bijaknya jika pemerintah terus meningkatkan pengembangan energi terbarukan, seperti air, angin, sinar matahari, biomass atau panas bumi.

 

Baca Juga :


 “minyak bumi yang proses terbentuknya memerlukan waktu lebih dari 500 juta tahun nah..brapa generasi tu. .telah dihabiskan sebanyak 14 % oleh populasi dunia hanya dalam waktu satu abad alias satu generasi . Selain itu, batubara yang proses pembentukannya juga memerlukan waktu yang sama, telah dihabiskan sebanyak 2 % dalam waktu 3,5 abad.”

Tarif Dasar Listrik (TDL) yang tergolong mahal di Indonesia diakibatkan kebijakan pemerintah yang mengabaikan fakta, bahwa posisi negara Indonesia sejak 10 tahun terakhir yang berstatus net oil importer dan dalam 20 tahun mendatang akan menjadi total oil importer. Artinya, harga BBM di Indonesia akan selalu bergantung kepada harga minyak mentah dunia. Jika harga minyak mentah dunia naik maka Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia akan naik. Pada gilirannya, kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan TDL listrik dan subsidi akan semakin buanyak….kalau kayak gitu kapan  kapan warga negara Indonesia dapat menikmati energi listrik murah di rumah? ”Kalau memang  belum mampu menyediakan  listrik murah. Kita sebagai warga yang baik  harus mulai menghemat pemakaian listrik di rumah sejak saat ini dan mulai detik ini juga, hemat artinya mengurangi biaya yang harus kita bayarkan kepada PLN dengan cara menghemat jumlah tenaga listrik yang dimanfaatkan (jumlah kWh terpakai), bukan berarti di rumah harus kita matiin lampu dan peralatan lain loh..kalau gitu gmana cara kita berhemat berikut tipnya ini hanya sekedar mengingatkan :

  1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan.
  2. Jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan stand-by. Mereka masih mengonsumsi listrik sekitar 5 watt lho!
  3. Memasak air minum? Didihkan sekaligus dalam jumlah banyak, sesuai kebutuhan hari itu. Mau memanaskan air untuk membuat kopi atau teh? Ya, seperlunya saja.
  4. Perlu membeli mesin cuci, kulkas, mesin pencuci piring, atau oven, pilih model yang paling hemat energi yang mampu Anda beli. 
  5. Nyalakan pemanas air listrik untuk mandi beberapa saat sebelum digunakan dan segera matikan bila tidak dipakai lagi.
  6. Bersihkan saringan penghisap debu. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
  7. Pilih lampu yang tepat: daya dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan cahaya alami yang optimal. Lampu dan rumah lampu dijaga selalu bersih.
  8. Ganti lampu yang Anda gunakan dengan lampu hemat energi. Lampu jenis ini menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali lipat lebih panjang dibandingkan lampu biasa
  9. banyak titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan menggunakan 1 titik dengan daya besar. [] - 01



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Sahabat Mataram

    KM Sahabat Mataram

    18 Mei, 2014

    siap......terimakasih bapak sudah dekat dengan masyarakat..hehe


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan