logoblog

Cari

Wakilku, Jangan Lupakan Kami

Wakilku, Jangan Lupakan Kami

Pemilu Legislatif dan Dewan Perwakila Daerah sudah di gelar 9 april yg lalu. Siapa – siapa yg beruntung terpilih sudah dapat

Opini/Artikel

KM. Pondok Kalua
Oleh KM. Pondok Kalua
08 Mei, 2014 13:00:57
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 13075 Kali

Pemilu Legislatif dan Dewan Perwakila Daerah sudah di gelar 9 april yg lalu. Siapa – siapa yg beruntung terpilih sudah dapat dipastikan, walaupun dengan menghalalkan segala cara agar mereka bisa melenggang untuk duduk dikursi Dewan. Sebagian besar KPU Daerah pun sudah selesai melaksanakan rekapitulasi hasil pemungutan suara. Hanya beberapa Daerah saja yg belum selesai, karena memang beberapa diantaranya harus melaksanakn pemungutan suara ulang dengan masih adanya kasus tertukarnya surat suara maupun terjadinya pelanggaran pada waktu Pelaksanaan Pemungutan Suara. Yang jadi pertanyaan adalah, “benarkah mereka yg nanti duduk manis dikursi empuk tersebut akan selalu mengingat konstituennya”???

Kalua kita coba kilas balik pada masa – masa sosialisasi dan kampanye, Pasar Tradisional sebagai salah satu tempat berkumpulnya masyarakat pasti menjadi obyek bagi para kandidat untuk tebar pesona dan mengobral janji-janji manis mereka. Calon Bupati sampai Calon Gubernur pun menjadikan pasar tradisional sebagai sasaran mereka. Mereka rela berbaul dan berdesak-desakan utk sekedar menyalami dan meminta dukungan kepada seluruh penggiat pasar. Bau terasi, ikan asin, dan bumbu dapur yg bercampur dengan bau keringat seakan menjadi parfum yg enak utk dinikmati sambil terus tersenyum kekanan dan kekiri. Kalau si calon sendiri tdk dating, mereka mengerahkan tim sukses nya utk berkampanye. Dari bagi-bagi kalender, stiker, dan selebaran yg berisi visi misi mereka. Dinding dan tembok pasar akan ramai berhiasan gambar kandidat yg semua tampak ramah dengan senyum yg tersungging. Stiker tersebut kapan akan terlepas dari tembok pasar, tdk akan pernah ada yg tahu. Paling-paling nanti ditimbles oleh iklan penawaran produk atau menunggu masa kampanye tahun yg akan datang dan akan ditutup dengan gambar kandidat yg baru.

Para kandidat selalu bilang bahwa mereka selalu berpihak kepada pasar tradisioanal. Dan apakah benar begitu??? Kalau dilaihat kenyataan yg ada sekarang hampir semua penggiat pasar tradisional mengeluh bahwa keadaan keadaan pasar semakin sepi. Pasar tradisional semakin terpinggirkan dengan banyak munculnya pasar modern yg terus menghimpitnya. Banyak pasar modern yg didirikan bersebelahan dengan pasar tradisional. Sebenar nya ada peraturan pemerintah yg mengatur jarak terdekat anatra pasar modern dengan pasar tradisional, yaitu minimal 500 meter, namun peraturan tersebut seakan mandul. Bahkan dikota kecamatan pun sudah berjajar market-market yg membunuh perlahan warung kecilmilik masyarakat. Pemerintah selalu mengambil kebijakan dan regulasi yg lebih menguntungkan para capital dan pemilik modal besar, yg nota bene nya sebagai pemilik pasar modern.

Setelah 80 tahun menggunakan hukum perdagangan Belanda (Bedfrijfsreglementerings Ordonnantie 1934, Staatsblad 1938 Nomor 86) dan keadaan ekonomi masyarakat yg carut marut, Indonesia akhirnya memperkenalkan UU sendiri mengenai perdagangan. Rancangan UU tentang perdagangan disahkan oleh DPR pada tanggal 11 Februari 2014 dan mulai berlaku paling lambat pada 13 Maret 2014. Undang-undang tersebut resmi ber-Nomor 7 tahun 2014.

UU ini mengatur ketentuan dasar dan umum antara lain dalam perdangan Domestic dan Internasional, standarisasi barang dan jasa, perdagangan melalui System Elektronik, dan pengembangan usaha skala kecil, mikro dan menengah. UU perdangan ini menyinkronkan seluruh peraturan perundangan dibidang perdagangan serta mengatur kebijakan perdagangan secara menyeluruh dalam rangaka menyikapi perkembangan situasi perdagangan era globalisasi masa kini dan masa depan. Namun sebagian masyarakat merasa undang-undang tersebut belum berpihak kepada para penggiat pasar tradisional. Untuk selanjutnya akan seperti apa kiprah para kandidat yg terpilih atas janji keberpihakan nya kepada masyarakat kalangan bawah, mari kita awasi bersama, dan sekiranya nanti tdk sesuai apa yg diharapkan, masyarakat berhak untuk menagihnya…. (nonong) - 01

 

Baca Juga :


 

ilustrasi foto: net



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan