logoblog

Cari

Pemerintah Bijaksana Selalu Mendengarkan Aspirasi Rakyatnya

Pemerintah Bijaksana Selalu Mendengarkan Aspirasi Rakyatnya

Terjadinya konflik atas Rencana Penambangan Pasir Besi di sekitar wilayah Pringgabaya disebabkan oleh kesalahan kita bersama, baik pihak pemerintah, investor, maupun

Opini/Artikel

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
01 Mei, 2014 19:17:00
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 16760 Kali

Terjadinya konflik atas Rencana Penambangan Pasir Besi di sekitar wilayah Pringgabaya disebabkan oleh kesalahan kita bersama, baik pihak pemerintah, investor, maupun masyarakat. Letak kesalahan Pemerintah dan Pihak Investor adalah pada aspek sosialisasi. Artinya, seharusnya sebelum pemerintah mendatangkan investor asing yang ingin menanamkan modalnya pada asset dimaksud, terlebih dahulu pemerintah melakukan sosialisasi awal sambil menyerap aspirasi dan keinginann masyarakat atas rencana itu. Setelah mengetahui aspirasi dan keinginan masyarakat lingkar tambang, barulah pemerintah melakukan tindak lanjut terhadap hal itu. Jika sebagian besar masyarakat lingkar tambang tidak menginginkan wilayah mereka untuk ditambang, maka pemerintah harus menggagalkan rencana penambangan dan begitu sebaiknya.

Kurangnya sosialisasi langsung yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat lingkar tambang juga merupakan salah satu keteledoran dari pihak pemerintah. Namun itu adalah hal yang wajar dan manusiawi sebab pemerintah juga memiliki pertimbangan-pertimbangan yang mungkin tidak terpikirkan dalam benak masyarakat lingkar tambang. Memang penulis akui bahwa Rencana Penambangan Pasir Besi adalah suatu program yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah. Hanya saja, banyak aspek yang harus diperhatikan oleh pemda, baik aspek hukum dan undang-undang, aspek kemaslahatan, dan aspek social masyarakat lingkar rencana penambangan.

Konflik atas Rencana Penambangan Pasir Besi di wilayah Kecamatan Pringgabaya juga disebabkan oleh beberapa kesalahan dari masyarakat. Kesalahan tersebut adalah tidak pahamnya masyarakat atas tujuan pemerintah pada program tersebut akibat kurangnya sosialisasi dari pihak terkait. Masyarakat terlalu mendengarkan pendapat-pendapat orang-orang yang memiliki kepentingan (propokator) terhadap permasalahan itu, sehingga mereka hanya berpikir bahwa pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat. Kesalahan lain yang timbul dari masyarakat adalah melakukan penolakan dengan cara-cara anarkis yang akibatnya beberapa diantara mereka harus memberkuk ditahanan sebab terjerat undang-undang hukum pidana.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa konflik Rencana Penambangan Pasir Besi di wilayah Kecamatan Pringgabaya terjadi akibat kesalah pahaman masyarakat atas rencana pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah. Di lain sisi, Pemerintah Daerah dan Pihak-Pihak terkait tidak mau memberikan sosialisasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar lokasi Rencana Penambangan. Tidak adanya sosialisasi perizinan dan sosialisasi ANDAL juga menjadi penyebab terjadinya konflik sebab masyarakat tidak memahami bagaimana sebenarnya ANDAL dari kegiatan penambangan yang direncanakan oleh pemerintah. Akibatnya, oknum-oknum berkepentingan menyebarkan isu dampak negative dari penambangan tanpa memberi tahukan kepada masyarakat bahwa rencana penambangan itu juga memiliki dampak yang positif.

Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Konflik sudah terjadi dalam waktu yang lumayan panjang. Hati masyarakat lingkar tambang sudah dipenuhi oleh rasa benci kepada pemerntah. Rasa emosi dan rasa diremehkan juga telah merasuk pada otak kecil masyarakat sebab sejak awal pemerintah dan pihak terkait tidak pernah meminta persetujuan masyarakat untuk rencana itu, pemerintah dan pihak terkait juga belum pernah mengajak masyarakat duduk bersama untuk membicarakan mengenai masalah jaminan kesejahteraan serta masalah ganti rugi bagi masyarakat lingkar tambang yang tanah/lahan pertanian dan perkebunan mereka yang akan ikut atau termasuk sebagai lokasi penambangan.

Untuk mengambil hati masyarakat pada saat-saat ini, rasanya teramat sangat sulit, kecuali dengan cara kekerasan dan pemaksaan. Namun akankah pemerintah melakukan hal itu kepada rakyatnya ?. Penulis rasa pemerintah yang bijak tidak akan pernah melaksanakan hal sekejam itu. Namun, yang teramat sangat perlu kita perhatikan secara bersama-sama adalah pihak ketiga atau yang dikenal dengan istilah propokator. Jangan sampai orang-orang berkepentingan bebas berkeliaran dan menyusupkan virus-virus kebencian pada hati masyarakat lingkar tambang sehingga mereka lost kontrol dan melakukan kegiatan-kegiatan anarkis yang kesekian kalinya untuk menolak rencana pemerintah yang anemonya bertujuan memajukan kesejahteraan masyarakat dan membangun daerah yang kita cintai ini.

 

Baca Juga :


Kejadian-kejadian yang lalu kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua (masyarakat lingkar tambang dan pemerintah serta pihak-pihak terkait) supaya kedepan kita sama-sama berpikir dan berlaku bijak dalam menghadapi permasalahan ini. Sudah terlalu banyak korban materi dan korban-korban lainnya selama konflik ini terjadi dan harapan kita bersama semoga kedepannya konflik itu tidak terjadi lagi.
Tidak ada sesuatu yang mustahil jika semua pihak melakukan komunikasi yang baik dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, pemerintah Lotim, Pemprov NTB, dan pihak-pihak terkait hendaknya menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat lingkar tambang. Berikanlah mereka pengetahuan dan harapan hidup yang lebih dari apa yang mereka inginkan, insyallah semuanya akan terlaksana tanpa adanya korban berjatuhan. Dan jika semua usaha sudah tidak bisa meluluhkan hati masyarakat lingkar tambang, kiranya pihak pemerintah menutup rencana itu dengan hati yang lapang dan tidak memaksakan kehendak untuk terus melakukan penambangan sebab akibatnya akan teramat sangat patal. Jika benterokan antara warga dan pihak aparatur Negara terjadi lagi, maka yang rugi adalah kita bersama dan yang paling susuah adalah pemerintah.

Dan jika masyarakat Kecamatan Pringgabaya tetap bertahan untuk menolak keinginan pemerintah melakukan Penambangan Pasir Besi, maka kiranya pemerintah dapat melirik aspek lain yang dapat dikelola tanpa resiko. Artinya pemerintah dapat melirik potensi-potensi lain yang ada di wilayah tersebut untuk dikelola dan dikembangkan bersama masyarakat setempat. Misalkan aspek pertanian dan perkebunan, tanah-tanah pertanian dan perkebunan yang ada di sekitar wilayah Pringgabaya adalah lahan produktif yang jika dikelola dengan baik oleh pemerintah dengan masyarakat maka itu akan bisa menjadi asset yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah. Aspek wisata juga sangat potensial untuk dikembangkan sebab pantai yang terhampar luas di wilayah Pringgabaya dengan pasir hitamnya yang berkilauan merupakan asset wisata yang lumayan jika dikelola dengan baik oleh pemerintah bersama masyarakat setempat.

Sekali lagi, penulis yakin bahwa Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Lombok Timur dan pihak-pihak terkait adalah orang-orang yang bijaksana dan lebih tahu apa yang harus ia lakukan demi kemaslahatan rakyat dan ummat yang ia pimpin. Oleh sebab itu berilah solusi terbaik bagi masyarakat lingkar tambang (masyarakat Kecamatan Pringgbaya) supaya konflik Rencana Penambangan Pasir Besi tidak berlarut-larut dan menimbulkan keresahan dan ketakutan pada kehidupan masyarakat. Tidak ada salahnya pemerintah mendengar dan melaksanakan aspirasi dan keinginan rakyatnya, jika itu untuk keselamatan dan kemaslahatan. (03).


_ASRI ASA_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan