logoblog

Cari

Tutup Iklan

PENGARUH MEDIA MASSA

PENGARUH MEDIA MASSA

Masyarakat modern yang serba kompleks sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industriliasasi dan urbanisasi memunculkan banyak masalah sosial. Maka usaha adaptasi atau

Opini/Artikel

KM. SAMBIK ELEN
Oleh KM. SAMBIK ELEN
22 April, 2014 08:58:39
Opini/Artikel
Komentar: 2
Dibaca: 5180 Kali

Masyarakat modern yang serba kompleks sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industriliasasi dan urbanisasi memunculkan banyak masalah sosial. Maka usaha adaptasi atau penyusuaian diri terhadap masyarakat modern yang sangat kompleks itu menjadi tidak mudah. Kesulitan mengadakan adaptasi dan adjustment menyebabkan banyak kebimbangan, kebingungan, kecemasan dan konflik-konflik baik eksternal maupun internal yang tersembunti dan tertutup sifatnya. Sebagi dampaknya orang lalu mengembangkan pola tingkah laku menyimpang dari norma-norma umum, dengan jalan berbuat semau sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian menganggu dan merugikan pihak lain.
Pada zaman modern sekarang ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akrabnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Amalgamasi atau keluluhan bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang berproses melalui konflik personal da sosial yang hebat. Banyak pribadi yang mengalami gangguan jiwani dan muncul konflik budaya yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidakmakmuran kelompok-kelompok sosial. Para akademisi dan praktisi meramalkan bahwa media massa akan mengalami perubahan secara drastic baik sifat, peran, maupun jenisnya. Terutama peran media massa, diwaktu yang akan datang, banyak media massa lebih banyak mengambil peran sebagai institusi produktif daripada sebagai institusi edukasi. Hal ini disebabkan karena perubahan sosial yang begitu cepat dan tuntutan-tuntutan pemilik modal yang begitu kuat sehingga siapapun yang telah memilih bekerja di media massa akan memiliki visi yang sama, yaitu menyelamatkan diri dengan menyelamatkan medianya dari kebangkrutan atau dari larinya pemilik modal.
Menghadapi persoalan ini, maka secara subtansial sebenarnya media massa sudah bermasalah, dimana visi dan misi media massa secara subtansial pula sudah berubah. Kalau secara teori media massa adalah institusi edukasi dalam pengertian sesungguhnya akan tetapi lebih banyak menjadi institusi pemberi informasi, edukasi, dan hiburan maka media massa akan datang tidak lagi menjadi institusi pemberi informasi yang tidak edukatif dan penyaji hiburan yang tidak edukatif pula. Dengan demikian, maka media massa akan sangat dekat dengan sumber-sumber anomi masyarakat, dengan kata lain, media massa memiliki sisi gelap yang oleh orang media sendiri hal itu menjadi pilihan dilematis, namun bagaikan makan buah simalakama, bagaikan berada di persimpangan, bagaikan menghadapi pilihan sulit yang sama-sama harus dipilihnya.
Sehingga media massa saat ini menjadi lembaga yang distigmakan sebagai institusi “penghasut” pencetus kerusuhan”, pencetus masalah sosial dan sebagainya. Sementara para wartawannya sendiri menjadi pribadi-pribadi yang “ditakuti” karena sering bekerja secara tidak profesional sehingga banyak merugikan orang lain dan masyarakatnya.
Media massa saat ini karena disatu sisi ia menamakan diri sebagai agen perubahan dalam pengertian yang sesungguhnya, namun di sisi lain ia juga sebagai agen perusak dan pemicu masalah-masalah sosial di masyarakatnya. Secara umum di masyarakat berkembang dua nilai yang sama-sama dipahami dan dilakukan oleh masyarakat, yaitu nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kehewanan. Secara umum pula masyarakat bekerja keras agar nilai-nilai kemanusiaan ini tumbuh berkembang menjadi nilai-nilai yang dianut oleh seluruh masyarakat, namun secara alamiah pula nilai-nilai kehewanan itu berkembang menurut nalurinya sendiri secara liar dan bebas serta secara diam-diam dianut oleh sebagian masyarakat. Media massa sesungguhnya merefleksikan peran institusi edukasi masyarakat untuk melestarikan kedua nilai itu, padahal harapan masyarakat lebih banyak media massa berfungsi sebagai institusi yang mendorong nilai-nilai kemanusiaan serta mendorong agar nilai kehewanan itu tidak berkembang.
Namun justru kondisinya bertolak belakang dari yang diharapkan, bahwa media massa saat ini justru miskin dari fungsi edukasi nilai-nilai kemanusiaan, media massa justru lebih banyak menjadi corong provokasi nilai-nilai kehewanan, seperti materialisme, hedonisme, seks, konsumerisme, kekerasan, sekularisme, mistisme dan semacamnya yang semua itu menurut banyak kalangan sebagai sumber pemicu berbagai persoalan sosial di masyarakat saat ini. (Andry Hadinata)

- 01

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM. Lingsar

    KM. Lingsar

    22 April, 2014

    tergantung individu yang menjadi pengguna media tersebut, pilihan ada ditangan usser, karena baik dan buruk selalu berjalan seiringan , begitu juga media masa memberikan pilihan tinggal kita bagaimana memilih mau meningkatkan nilai kemanusiaan atau kehewanan karena pada dasarnya sifat hewan ada pada diri manusia yang dibentuk oleh naluri.....


    1. KM. SAMBIK ELEN

      KM. SAMBIK ELEN

      22 April, 2014

      Akan tetapi kalau kita lihat di lapangan khususnya bagi para siswa. Jelas-jelas akan membawa sedikit perubahan yang nampak dari pergaulan siswa-siswa itu sendiri. Karena dari media massa terutama Media Televisi mampu membuat anak-anak terbawa arus perubahan. Anak-anak merupakan salah satu target yang paling mudah di pengaruhi oleh berbagai media. mereka lebih senang menghabiskan waktunya berjam-jam di televisi dari pada mengerjakan PR atau belajar.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan