logoblog

Cari

Belajar politik dari Lebah

Belajar politik dari Lebah

Chairil Anwar_Sakra, Berat Hati saya akan mengungkap peristiwa yang sedang melanda negeri indonesia saat ini betapa tidak ribuan bahkan jutaan ribu

Opini/Artikel

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
25 Maret, 2014 18:00:04
Opini/Artikel
Komentar: 0
Dibaca: 8343 Kali

Chairil Anwar_Sakra, Berat hati saya akan mengungkap peristiwa yang sedang melanda negeri indonesia saat ini. Betapa tidak, ribuan bahkan jutaan ribu penduduk negeri sejuta pulau itu seperti tak bosan-bosannya berkonvoi, beriringan,bersorak soray seraya menggemakan yel-yel kebanggaan mereka yang sejatinya mereka belum tahu muara dari keyakinan yang panatis itu.

Pernahkah anda berfikir secara jernih tentang kondisi tersebut, ataukah anda sekedar hanya ikut-ikutan trend dan gaya politik agar tidak diklaim sebagai masyarakat yang ketinggalan gaul, atau mungkin anda tidak bergerak sama sekali dari keyakinan anda dan meyakini bahwa GOLPUT atau golongan anti suara adalah jalur paling geTOL untul melaju di atas jalur yang sunyi sengketa politik?

Saya Merasa terpanggil untuk mengupas penomena tersebut, karena saya menjumpai salah satu surah dalam Alquran yang bernama An Nahl atau lebah, yang menarik perhatian saya terhadap surah yang satu ini adalah karena di dalamnnya terdapat sebuah pesan moralitas yang eksplisit dan sarat filosofis, saya katakan demikian karena An-nahl adalah makhluk ciptaan Allah yang tergolong paling unik, dan paling banyak mengandung manfaat menurut penelitian para ahli walupun analisanya masih belum seratus persen namun secara ilmiah tak terbantahkan.

Berawal dari epistimologi di atas sebuah hipotesa dan pendekatan paling purba yang dipublikasikan kaum intlektual untuk membongkar kebenaran Alquran secara sains adalah benar adanya, namun bukan bermaksud menarik ulur maksud suci tersebut karena saya cendrung memotret makna Annahl dari lensa yang berbeda dan analisa yang lain pula.

Contoh paling riil yang dilakukan lebah adalah kebiasaannya yang berkoloni atau berjamaah merupakan perumpamaan yang diberikan Allah kepada manusia untuk mereka pelajari, lain halnya dengan konvoi dan kampanye politik yang berisi orasi paling prorakyat yang mencoba dijual dengan tingkat obral paling elit di atas panggung yang bergelegar dengan hujan buatan dan hujan keringat di bawah langit tanah lapang, pertanyaannya adalah dimana paralensinya???

 

Baca Juga :


Samakah hal tersebut jika lebah berkumpul untuk menghasilkan madu untuk dimanfaatkan sebagai obat untuk mengobati segala kerusakan pada organ tubuh manusia.. lalu apakah partai politik dan koloninya berkonvoi, dan berorasi secara politis dengan tujuan untuk menghasilkan madu yang bermaslahat dan bermanfaat untuk kepentingan umat manusia, atau sekedar pepesan kosong orasi politk tanpa bukti ladang membanggakan diri dengan mengerdilkan saudara sendiri...? Allahu'alam bisshawab. [Abu Ikbal] - (03)

Lombok Timur 25/03/2014



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan