logoblog

Cari

Memaknai Kata "Bongak" Dan "Ngangak"

Memaknai Kata

Kata yang relative paling tepat menerjemahkan kata Ngangak adalah bongak, bodo, yang memiliki makna lemah, kacau, rusak akal, fikiran atau pendapatnya.

Opini/Artikel

KM. Krens-Lotim
Oleh KM. Krens-Lotim
16 Februari, 2014 10:50:14
Opini/Artikel
Komentar: 1
Dibaca: 17117 Kali

Kata yang relative paling tepat menerjemahkan kata Ngangak adalah bongak, bodo, yang memiliki makna lemah, kacau, rusak akal, fikiran atau pendapatnya. Ngangak lazim dipakai sebagai penyebutan atas situasi berfikir seseorang yang mengalami kerancauan logika, lumpuh akal dan soak nalar. Penamaan atas mereka yang kerap keliru metode, salah jalan dalam mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Meskipun tujuannya baik, tapi apabila penempuhannya cacat maka seluruh system tindakannya itu jauh dari sempurna.

Boleh jadi kita adalah bagian yang sadar ataupun tidak tengah bersentuhan dengan krakter Ngangak yang tercermin dalam beberapa prilaku yang belakangan lumrah di perbuat; contohnya, Bermunculan orang-orang yang merasa superior dengan apayang dimiliki atau yang dijalankannya. Yang merasa paling berhak untuk menilai mana yang baik dan buruk, merasa memiliki kuasa untuk melakukan seleksi  apakah sesuatu itu indah atau tidak, yang merasa paling otoritatif dalam menilai apakah sesuatu itu layak atau tidak..

Gejala-gejala karakter Ngangak muncul dalam berbagai ruang dalam episode kehidupan kita, mulai dari politik ,hingga perkara alas kaki. Fanatisme yang membabi buta terhadap berbagai kaedah, cara berfikir picik, ringkas dan menghindari kompleksitas dimana tujuan menjadi kelaziman. Tak terkecuali dalam soal penguasaan kita atas pengetahuan, yang benar adalah apa yang menjadi gagasan kelompok sendiri.

Segala persoalan –persoalan social dianggap pinal, label “harga mati” tersemat pada banyak aturan maupun kaidah hidup, Seakan tak ada alternative jalan lain yang bisa ditempuh tampa melecehkan akal sehat. Demokrasi, hak azasi manusia, pemilu, sosok ideal pemimpin; adalah topic sensitive yang tiba-tiba saja bertumpu pada parameter yang kaku. Kalau tidak begini salah, kalau tidak begitu sesat . teori-teori  hidup bersama  yang sejatinya tetap membutuhkan penelaahan yang Tobecontinued, digenggam erat tak boleh ditawar. Orang seperti hidup didalam ruang sempit nan sesak . hingga tak menghitung adanya kemungkinan-kemungkinan kelonggaran. Bahkan tuhanpun tidak dilibatkan dalam persoalan-persoalan yang berpusar di keseharian itu.

Prilaku Ngangak tidak sulit di jumpai. Kekebalan dan kepicikan telah begitu akrab menempel pada kepala orang-orang di negeri ini. Mereka tak lagi risih untuk mengangkat dirinya sebagai pihak yang paling pantas dan layak untuk memimpin masyarakat. Secara terbuka mengungulkan diri sebagai orang yang cerdas sehingga layak mendapatkan posisi tertentu. Sedangkan pihak-pihak diluar dirinya dianggap kelas dua yang tentu lebih bodoh. Golongan Ngangak ini bisa berbicara dalam topic apapun, hingga berbuih-buih, mengupas persoalan-persoalan social, namun sejatinya dia sedang  menunjukkan pada khalayak bahwa  ”sayalah yang menguasai solusi atas masalah ini, sayalah yang paling cocok memimpin Negara yang sakit ini” orang yang kian rajin membicarakan kepentingan dirinya yang ditamengi  lewat susunan kata berlapis agar mengesankan bahwa ia sedang membela urusan public.

 

Baca Juga :


Setiap saat lahir orang-orang Ngangak baru (ONB), ditengah silang sengkarut kompetisi kehidupan. Segala cara diperpendek rantai  prosesnya, semata agar tujuan lekas tercapai. NGangak adalah prilaku yang membenci pertimbangan atas jalan tempuh. Dalam kepalanya yang mengaung adalah bagaimana secepat mungkin dan seringkas mungkin tujuan dapat dicapai. Ngangak membenci kerumitan sebab mereka bukan pawang karena tak mampu berdialektika dengan kesukaran. Ngangak adalah pengecut yang dimasa kini , tiba-tiba diangkat sebagai karakter ideal

Bukit Tengkorak  16 februari 2014

 

Abu Ikbal - (01)



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    27 Mei, 2014

    bung! bikin lagi tulisan semodel ini saya benar-benar dapat pencerahan baru dari contentnya.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan