logoblog

Cari

Musrenbangdes dan PNPM perlu Akomodir Pemuda

Musrenbangdes dan PNPM perlu Akomodir Pemuda

KMKrens Lotim,Kehadiran mega Proyek Pemberdayaan Masyarakat yang bermerek PNPM, memang tidak bisa dinafikan dari urgensi sesungguhnya, karena hajat pemerintah membidani megaproyek

Opini/Artikel

KM. Krens-Lotim
Oleh KM. Krens-Lotim
07 Februari, 2014 09:07:14
Opini/Artikel
Komentar: 1
Dibaca: 10965 Kali

KMKrens Lotim,Kehadiran mega Proyek Pemberdayaan Masyarakat yang bermerek PNPM, memang tidak bisa dinafikan dari urgensi sesungguhnya, karena hajat pemerintah membidani megaproyek Prorakyat miskin ini adalah sebagai sebuah upaya pemberdayaan masyarakat bebasis grass root yang diakomodir dengan menunjuk PJOK dengan istilah yang lebih purba yakni Fasilitator, istilah ini menjadi kurang sedap manakala kita menyorot hakikat di bentuknya program PNPM karena pada dasarnya itu adalah satu person.

Mengintip berbagai jendela dari ruangan maya yang di sediakan beberapa rekan-rekan di Lombok timur sebagai sebuah saluran sosialisasi program berskala nasional PNPM, ternyata mampu menghadirkan sebuah semangat baru bagi pemberantasan kemiskinan, karena bagaimanapun juga kemiskinan bukan saja musuh nasional, dan musuh PBB namunjuga musuh dunia akhirat semua agama di dunia, hal inilah yang menjadi titik tolak pelaksanaan penganggaran kebijakan yang mengatasnamakan pemerintah melalui jalur musrenbang yang difasilitasi oleh ajudan presiden yaitu PJOK di setiap kecamatan.

Di wilayah kabupaten Lombok timur  berbagai upaya telah coba digagas oleh PJOK disetiap kecamatan. salah satunya mensosialisasikan PNPM dengan menyediakan prifasi informasi yang cukup profokatif dengan tujuan memberikan kesadaran kepada mayarakat akan pentingnya makna sebuah kemajuan dan betapa mulianya memerangi pengangguran. Namun upaya tersebut masih belum bisa disebut berhasil karena belum mampu mengakomodir kepentingan pemuda seperti yang dilakukan oleh PNPM di kecamatan lain atau mungkin di desa lain.

Bertolak dari pemahaman ini Maka Musrenbangdes dijadikan salah satu alternative penyelesaian (Problem solving) tetapi problem solving ini menjadi tidak mujarrab tatkala seluruh elemen yang hadir dalam musrenbangdes itu tak terakomodir sempurna, belum lagi ditambah embel-embel etnosentrime yang berlebihan sehingga dimunculkannya sebuah statemen desa kita harus menjadi prioritas, ketika itulah PNPM menjadi monstr haus darah yang membrangus kemandirian tujuan baiknya sebagaimana yang disampaikan mentri perekonomian di puasat ibu kota setahun lalu.

Dari 12 desa yang ada diwilayah kecamatan sacra barat yang pernah dan berhasil diamati dan didengar pendapatnya membenarkan sebuah hipotesa yang mengarah pada sebuah paragmatisme pembangunan berskala prioritas dengan merek PNPM dimana hamper disetiap desa yang dipasilitasi oleh PNPM MP maupun GSC sepertinya tidak terlalu memprioritaskan Pemuda (karang taruna) hal inimenjadi pemicu utama keraguan masyarakat dalam mempercayai program nasioanal PNPM karena di setiap musrenbang  yang diadakan, Pemuda dalam hal ini karang taruna hanya dibangku cadangkan.

 

Baca Juga :


Keras kepala bangsa-bangsa tiran memang masih menjadi virus mematikan bagi bangsa yang baru takeoff seperti bangsa Indonesia, betapa tidak sebuah Negara yang memerangi KKN namun para prajuritnya mencipta budaya yang lebih tiran dari KKN masih layakkah MUSRENBANGDES membangku cadangkan pemuda… allahua’lam bissowab

Lombok timur ,07 februari 2014-02-06

Abu Ikbal



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Angin Daye

    KM Angin Daye

    24 Maret, 2015

    mantab tuch artikelnya.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan